•    
  •    
  •    
  •    

Layanan Bimbingan Teknis Perbenihan UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan

19 September 2017 Dibaca: 262x

Dalam menghadapi era globalisasi, kekuatan dan kesinambungan pembangunan pertanian khususnya perkebunan diukur dari ketangguhan dan kemampuan petani/pekebun dalam mengelola sumberdaya alam. Petani mandiri adalah petani yang secara dinamis mampu memanfaatkan secara optimal sumberdaya alam, tenaga, modal, dan teknologi yang ada pada lingkungan fisik tempat tinggalnya, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraannya dalam arti luas. Pengertian ini mencakup kemampuan untuk mengatasi segala tantangan, hambatan, ancaman, dan gangguan terhadap eksistensi serta kelestarian sumberdaya alam. Petani sebagai manajer mandiri yang berpengetahuan, terampil, cakap menilai peluang usaha tani dan dapat mengambil keputusan sendiri untuk bertindak dan mampu untuk selalu menyesuaikan diri terhadap perubahan globalisasi.

Jawa Barat memiliki potensi agribisnis sangat besar dalam pembangunan nasional, terutama salah satu peranan yang saat ini sedang dikembangkan di bidang perkebunan karena memiliki nilai strategis dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu permasalahan yang dihadapi, yaitu masih rendahnya pengetahuan, keterampilan dan motivasi menjadi salah satu penyebab ketertinggalan petani dalam berbagai hal, baik segi ekonomi, manajemen, teknologi maupun akses-akses kemajuan lainnya, akibatnya petani selalu dalam kondisi tidak berdaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan pendidikan dan latihan bagi petani. agar mereka tahu, mau, mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, sumberdaya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Dalam mendukung pengembangan agribisnis di Jawa Barat UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan memiliki Program Peningkatan Produksi, Kegiatan pengembangan teknologi perbenihan tanaman perkebunan dengan salah satu sub kegiatan yang dilaksanakan adalah Pembinaan kepada Penangkar Benih Tanaman Perkebunan (Bimbingan Teknis), tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan kecakapan/ketrampilan pembenihan. Kegiatan Bimbingan Teknis sangat diperlukan jika masalah tersebut benar-benar menuntut perubahan perilaku petani/penangkar. Selain itu, untuk penanganan masalah yang timbul, dengan pembinaan kepada penangkar diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam usaha tani, menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, menumbuhkan sikap positif dan kreatifitas serta mengembangkan usaha tani petani/penangkar.

Pelaksanaan kegiatan Pembinaan Penangkar perlu dipersiapkan dengan baik, terutama menyangkut kondisi sosial, ekonomi dan budaya sasaran peserta bimbingan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni, keadaan petani (tradisi, norma), menganalisis masalah petani, rencana pembinaan, konsultasi dengan kontak tani/Gapoktan dan pemerintah setempat. Adapun pembinaan kepada penangkar Benih Tanaman Perkebunan UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan, membuka layanan masyarakat khususnya dalam pembinaan teknis perbenihan dilapangan sesuai kebutuhan pekebun dan praktek langsung di kebun miliknya dengan memanfaatkan fasilitas yang dimilikinya, dengan harapan setelah selesai mengikuti bimbingan teknis dan memenuhu persyaratan teknis dapat langsung dibantu untuk pengurusan Izin Usaha Pembenihan/Produsen benih sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50 Tahun 2015


Sumber : BPBTP
Penulis : Rika Rustikawati, SP.