•    
  •    
  •    
  •    

Perbanyakan BENIH LADA dengan Setek Satu Buku Berdaun Tunggal

19 Oktober 2018 Dibaca: 78x

 

Bandung 19 Oktober 2018. Bangka Belitung sebagai sentra penghasil lada putih yang sudah terkenal di pasar dunia dengan nama Munthok White Pepper serta memiliki keunggulan rasa yang tidak dimiliki di negara lain. Namun produktivitas lada di daerah ini masih tergolong rendah, yaitu 1,1 t/ha/tahun karena budi daya lada di tingkat petani umumnya masih konvensional. Salah satu penentu untuk peningkatan produktivitas lada adalah penggunaan benih yang berkualitas dan bermutu. Benih tanaman lada dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif dengan setek, okulasi, penyambungan, dan kultur jaringan. Perbanyakan lada yang direkomedasikan adalah setek karena paling praktis, efisien, dan benih yang dihasilkan sama dengan sifat induknya. Perbanyakan benih lada dapat dilakukan dengan setek panjang tujuh ruas atau setek pendek satu buku berdaun tunggal.

Setek Lada Satu Buku Berdaun Tunggal

Setek panjang digunakan apabila sumber bahan tanaman yaitu sulur panjat cukup banyak. Namun penggunaan setek panjang yang langsung ditanam di lapangan mempunyai risiko kegagalan yang cukup besar dan membutuhkan bahan tanam yang cukup banyak sehingga kurang ekonomis. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka Belitung telah merekomendasikan penggunaan setek lada satu buku berdaun tunggal, Inovasi teknologi setek lada satu buku berdaun tunggal memiliki beberapa keunggulan:

  • Lebih efisien dan menghemat bahan tanam hingga 400%,
  • Benih yang diperoleh sama dengan sifat induknya,
  • Adanya seleksi sebelum ditanam di lapangan sehingga tingkat kematian rendah berkisar 10–30%(setek panjang cara petani dapat mencapai 50%),
  • Tidak terjadi stagnasi pada pertumbuhan awal di lapangan,
  • Persentase penyulaman di lapangan lebih rendah dibanding setek panjang.

Teknik Perbenihan

Proses perbenihan setek lada satu buku berdaun tunggal dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Penyiapan rumah benih

Rumah benih didesain menggunakan screen house tertutup dengan paranet pada bagian atas untuk mengatur intensitas sinar matahari yang  masuk. Paranet di bagian samping keliling screen house untuk melindungi benih dari serangan hama maupun penyakit.

2. Penyiapan dan Pemilihan Bahan Tanam

Sumber bahan tanam (setek) yang baik adalah yang berasal dari sulur panjat dengan syarat:

  • Berasal dari varietas unggul,
  • Sehat dan bebas serangan hama penyakit,
  • Pertumbuhannya aktif,
  • Umur tanaman 6-8 bulan,
  • Daun-daunnya berwarna hijau tua, dan
  • Tidak dalam kondisi berbunga/berproduksi saat dipangkas.

3. Penyiapan Tempat Peredaran 

Pendederan untuk merangsang pertumbuhan akar dan tunas. Pendederan dilakukan di bak pasir ukuran 1-1,2 m, panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan tinggi ± 30 cm. Bagian atas berisi pasir halus setebal 5-10 cm, bagian bawah diberi ijuk setebal 5 cm, lalu bagian terbawah diisi koral setebal 5 cm supaya drainase dan aerasi baik untuk merangsang pertumbuhan akar.

4. Pendederan

Pendederan setek lada pada media pasir secara condong. Bagian sulur di bawah daun hingga ruas seluruhnya dibenam ke dalam pasir. Hanya sulur di sebelah atas tangkai daun yang panjangnya ± 1 cm serta tangkai dan dan helaian daun yang tetap berada di atas pasir. Jarak tanam di pendederan adalah 8-12 cm antar baris dan 5-6 cm di atas baris. Penyiraman dilakukan 2-3 kali sehari selama 2 minggu pertama. Setelah 2 minggu, benih sudah dapat dipindahkan ke perbenihan.

5. Perbenihan dan Pemeliharaan

Perbenihan dilakukan di dalam polybag berukuran 10 x 15 cm. Perbandingan media yang digunakan adalah tanah : pupuk kandang sebesar (7:3 atau 2:1) lalu ditambahkan 0,5 g kaptan/kg tanah. Media perbenihan perlu disterilisasi menggunakan fungisida ataupun aplikasi agensi hayati Trichoderma harzianum yang dibiarkan tertutup plastik selama 2 minggu.

Lingkungan optimal untuk perbenihan adalah suhu udara 22-30° C, kelembapan udara >80% dan intensitas cahaya 50-75%. untuk memacu pertumbuhan benih dapat disemprot pupuk daun yang mengandung unsur NPKMg (14-12-14-1) dan zat pengatur tumbuh (ZPT) 0,2% sekali seminggu. Benih siap dipindahkan ke lapangan pada umur 4-6 bulan yang ditandai dengan tinggi tanaman mencapai 5-7 ruas, daun hijau tua, akar lekat pada setiap buku ruas cukup banyak dan sehat.

6. Kelayakan untuk Pengembangan

Teknologi budi daya setek satu buku berdaun tunggal layak dikembangkan secara teknis maupun ekonomis, mudah diterapkan dan lebih efisien dibandingkan dengan setek panjang. Sedangkan dari sisi finansial dan bisnis menunjukkan bahwa inovasi teknologi ini jika diterapkan untuk dikembangkan sangat layak dengan nilai R/C 2,11. Nilai tersebut dengan asumsi biaya untuk sarana produksi Rp 8.625.000 untuk tenaga kerja Rp 14.255.000 dan pendapatan Rp 30.000.000 sehingga keuntungan mencapai Rp 15.745.00.

BPTP Kepulauan Bangka Belitung memiliki penangkaran benih sumber beberapa varietas lada yakni Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS ) lada yang juga berfungsi sebagai wahana mendiseminasikan inovasi teknologi seperti setek lada satu buku berdaun tunggal, penyedia benih, serta dapat menjadi lokasi pelatihan bagi petani maupun pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana memproduksi benih lada yang baik.


Sumber : https://kabartani.com
Penulis : admin