•    
  •    
  •    
  •    

Kopi Jabar Kembali Berjaya

01 November 2018 Dibaca: 147x

Bandung 01 November 2018. Enam jenis kopi asal Jawa Barat termasuk diantara 23 kopi Indonesia yang memperoleh penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Prancis. Kalangan pebisnis kopi internasional menilai, kopi Indonesia banyak kemajuan dan kualitas roasting-nya baik. Siaran pers dari Annelis Putri, selaku Indonesia Country Manager AVPA Prancis menyebutkan AVPA Gourmet Product pada pameran SIAL Paris, Prancis merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh AVPA selama Oktober 2018 diikuti oleh lebih dari 170 produsen kopi dari seluruh dunia. Peserta diantaranya dari Brasil, Kamerun, Kolombia, Kongo, Amerika Serikat (Hawaii), Gabon, El Salvador, Honduras, Indonesia, Kenya, Laos, Meksiko, Peru, Puerto Rico, Tazmania, dan Togo. Disebutkan, diantara 170 produsen tersebut, terdapat 11 produsen yang mewakili 23 kopi Indonesia, berhasil memperoleh penghargaan bergengsi ini. Dalam daftar tersebut, terdapat enam kopi asal Jawa Barat yang mendapat penghargaan, yaitu AEKI Garut, Anomali Coffee Gunung Halu (silver gourmet), Arabica van Cidaweung (simple gourmet), Javanero Pasundan Natural (simple gourmet), Javanero Pasundan (simle gourmet), dan Javanero Papandayan (simple   gourme). Kopi Indonesia memenangi penghargaan AVPA (Agency for the Valorization of the Agricultural product) merupakan organisasi Prancis bertujuan membantu para produsen produk pertanian dari seluntb dunia, untuk memasarkan produk mereka di pasar Eropa. Setiap tahunnya AVPA mengadakan kompetisi “Coffee Roasted in Their Country of Origin" untuk membantu pemasaran roasted coffee negara produsen di Eropa.

Pemberia.n penghargaan AVPA Gourmet Product Paris ini diselenggarakan 23 Oktober 2018 di SIAL Agrofood, salah satu pameran agro­food terbesar di dunia.  Philippe Juglar selaku Presiden AVPA memberikan penghargaan ini kepada Deputy Chie  of Mission dari Kedutaan Besar Republik Indonesia Paris Agung Kurniadi dan kepala Annelis Putri sebagai Country Manager AVPA untuk lndonesia, karena para produsen Indonesia tidak dapat hadir. Pemberian penghargaan ini disaksikan ratusan pengunjung SIAL dari berbagai Negara dan pelaku dalam sector agrofood di eropa. Presiden juri dan ahli organoleptic AVPA, Andre Rocher mengaku sangat terkejut dengan kualitas kopi Indonesia yang sangat bervariasi. Andre yang sudah sangat kenal dunia kopi sejak menjadi penanggung jawab kualitas kopi di Douwe Egberts tahun 1971, kemudian Jacobs dan Kraft Foods (Mondeles International) sampai 2009, juga mengatakan “Kopi Indonesia mengalami banyak sekali kemajuan”. Juri Serge Edmond juga menyampaikan, Indonesia termasuk memiliki kualitas roasting yang baik. Kebanyakan kopi di Perancis menyukai ligh sampai medium roast. Menurut Annelis Putri untuk mengembangkan kopi Indonesia di Eropa, produsen dan roaster di Indonesia harus lebih kompak lagi menunjukan kopi Indonesia di Eropa. Tujuannya agar tidak kalah dengan Negara-negara Amerika latin dan Amerika Tengah yang selalu kompak. Kebanyakan partisipan sangat kaget melihat daftar pemenang Indonesia yang jumlahnya lumayan banyak. Mungkin karena kopi Indonesia jarang ikut kompetisi di Eropa, katanya.

Kepala Unit pelaksana Teknis Daerah Balai Perlindungan Perkebunan Pasir Jati Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dede Wahyu, penghargaan tersebut tampaknya objektif karena bersifat internasional. Mudah-mudahan ini mampu memacu pula persaingan secara objektif pula diantara bisnis kopi di pasar domestic Indonesia, ujarnya. Khusus kopi organic Gunung Halu, dikatakan Dede Wahyu, merupakan binaan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Perlindungan Perkebunan Pasirjati, Bandung, dengan dukungan Direktoral Perlindungan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Kopi organic asal Gunung Halu yang dikirimkan ke AVPA Prancis tersebut berasal dari Gapoktan KSM Preanger Spesialty, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat diketuai Asep Sukmana, dengan dipromosikan oleh Anomali Coffe Gunung Halu. Disebutkan, di Gunung Halu, Dinas Perkebunan Jawa Barat mengembangkan desa organic berbasis tanaman kopi pada lahan seluas 50 ha. Kelompok tani kopi di Gunung Halu itu sedang menantipemberian sertifikat organic dari pihak terkait di Jakarta, dimana dari Dinas Perkebunan Jawa Barat selaku pelaksana Pembina di lapangan adalah Mochamad Sopian Ansori, SP., MP, Yuda Muhammad Zaelani dan Maria Wulan.

 


Sumber : http://pikiranrakyat.com
Penulis : admin