•    
  •    
  •    
  •    
Informasi
Dibaca: 7604x

Biji Kakao Akan Dikenai Bea Keluar

03 Juni 2009 00:00:00

BANTEN: Pemerintah merencanakan penerapan bea keluar (BK) terhadap biji kakao yang diekspor sehingga diharapkan mendorong tumbuhnya industri biji kakao dalam negeri.Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani menuturkan rencana penerapan BK tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan industri kakao nasional, selain menghindari ekspor dalam bentuk hanya biji kakao saja."Memang biji kakao yang diekspor masih 0%. Namun, tidak tertutup kemungkinan biji kakao diekspor. Bila itu terjadi, petani tentu sangat dirugikan," ujarnya dalam kunjungannya ke industri cokelat di Tangerang, Banten kemarin.

Selengkapnya

Informasi
Dibaca: 7765x

Banyak Masalah Hadang Produktivitas Gula di Jabar

21 Mei 2009 00:00:00

Rabu, 20 Mei 2009 , 00:13:00 SUMBER, (PRLM).-Usaha tani tebu rakyat masih menghadapi berbagai permasalahan. Di antaranya terjadi alih fungsi lahan, persaingan dengan komoditi lain, kondisi pabrik gula yang sudah tua hingga infrastruktur perkebunan terutama jaringan irigasi dan jalan produksi banyak yang rusak. "Untuk itu, pengembangan areal tebu rakyat dilakukan pada lahan-lahan potensial, historis dan tegalan. Perbaikan pabrik secara kontinyu, terutama pada bagian- bagian yang rusak agar terus dilakukan," kata Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, H. Ason Sukasa, di sela-sela acara selamatan giling

Selengkapnya

Informasi
Dibaca: 8025x

Perkebunan Kembangkan Pertanian Terpadu

21 Mei 2009 00:00:00

Kamis, 21 Mei 2009 , 04:45:00 BANDUNG, (PRLM).- Sistem mixed farming (pertanian terpadu) tengah digalakkan pada unit-unit perkebunan di Jabar, sebagai upaya mengoptimalkan hak gunas usaha (HGU) sambil membuka lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat sekitarnya. Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan (GPP) Jabar-Banten, H Dede Suganda Adiwinata mengatakan, mixed farming tengah digenjot pada sejumlah unit perkebunan di Jabar, terutama dengan membangun usaha terpadu peternakan, seperti pemeliharaan sapi dan domba, pembudidayaan rumput pakan, produksi pupuk kandang, dll.

Selengkapnya

Informasi
Dibaca: 8208x

KEBUTUHAN BIBIT KARET DI JABAR NAIK 20 PERSEN

15 April 2009 00:00:00

Bandung, (PR).- Kebutuhan bibit tanaman karet di Jabar meningkat dua puluh persen selama dua tahun terakhir, menyusul banyaknya petani karet yang melakukan penanaman dan unit perkebunan yang melakukan peremajaan tanaman. Kendati harga karet alam masih kurang menggembirakan akibat krisis global, pengusahaannya tetap dinilai prospektif bagi usaha perkebunan di Jabar. Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Dinas Perkebunan Jabar, Zam Achjari, di Bandung, Senin (13/4), mengatakan peningkatan kebutuhan bibit karet diprediksi terjadi sampai 2010-2011. Apalagi, banyak areal tanaman karet di Jabar

Selengkapnya