•    
  •    
  •    
  •    
22 Juli 2008 00:00:00 0
  • Sebagaimana dimaklumi bahwa jenis gula terdiri dari :

a.    Raw Sugar, adalah gula mentah dengan bahan baku dari tebu atau bit. Perlu proses lebih lanjut untuk dapat dikonsumsikan dalam produk industri (Tebu/Bit Giling → Nira → Penguapan → Kristal Merah (Raw Sugar).

b.    Rafinasi, adalah merupakan hasil olahan lebih lanjut dari gula kristal mentah atau Raw Sugar melalui proses Defikasi yang tidak dapat langsung dikonsumsi oleh manusia sebelum diproses lebih lanjut

Raw Sugar → Pengenceran → Evaporasi → Kristal Sentrifugal → Karbonisasi  → Gula Kristal Putih (Rafinasi).

c.    Gula Tebu, adalah hasil olahan dari tebu melalui proses :

Tebu  Gilingan  Nira Evaporator   Kristal  Sentrifugal → Karbonisasi/sulfitasi  Gula pasir

  • Pemanfaat Gula Rafinasi

-          Bahan baku  industri makanan dan minuman

-          Penggunaan Gula Rafinasi dibatasi untuk konsumsi tidak langsung melalui industri makanan dan minuman , karena untuk konsumsi langsung di sektor rumah tangga masih dilarang untuk kepentingan Perlindungan Industri Gula dalam negeri.

  • Latar belakang Gula Rafinasi

1.     Memenuhi untuk kebutuhan industri makanan dan minuman yang tidak dapat dipenuhi dari bahan baku industri gula (tebu) dalam negeri yang mengolah tebu yang menghasilkan gula dengan kualitas plantation white

2.    Untuk mencukupi kebutuhan gula domestik baik untuk konsumsi langsung maupun tidak langsung yang setiap tahunnya meningkat

3.    Dibangun pada saat harga gula dunia relatif sangat rendah dan diperkirakan produksi gula dalam negeri akan menurun dan makin jatuh di baweh kebutuhan  karena tidak mampu bersaing dengan gula impor sehingga terdorong untuk membangun Pabrik Gula Rafinasi

  • Produksi Gula Rafinasi di Indonesia :

-          Sumber bahan baku nya impor Raw Suger

-          Industri Gula Rafinasi saat ini terdiri dari 5 perusahaan PG yang mendapat Izin Pemerintah yang berkapasitas 2, 18  Ton/Th, tersebar di :

a.    PT. Angles Product Bojonagara Serang- Banten (500 ton)

b.    PT. JawaManis, Jl. Raya Anyer – Cilegon, Banten

c.    PT. Setra Usahatama Jaya (PMA) Cilegon, Banten

d.    PT. Permata Dunia Sukses Utama (PMDN) Cilacap - Jateng

e.    PT. Dharmapala Usaha Sukses (PMDN) Cilacap - Jateng

  • Produksi Gula Rafinasi

Produksi Gula Rafiansi menunjukkan perkembangan pusat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dari 0,38 juta ton (2004) menjadi 1,26 juta ton, akan meningkat lagi mencapai 1,4 juta ton.

  • Problema Gula Rafinasi saat ini :

-         Adanya kebijakan Pemerintah (Kebijakan Prosfektif) dan didukung dengan perkembangan harga gula dunia juga meningkat (Reformasi Kebijakan Gula Eropah), krisis energi pada taksasi terakhir industri gula dalam negeri semakin bersaing didukung adanya Program Akselerasi untuk memacu produksi gula dalam negeri

-         Produksi gula Rafinasi dalam negeri kurang atau tidak memenuhi persyaratan terutama bagi industri Farmasi sehingga dapat menurunkan daya serap industri pengguna gula rafinasi untuk Gula  Rafinasi produksi dalam negeri.

  • Kebijakan Pemerintah

-        Gula merupakan komoditi yang harga nya dikontrol pemerintah sehingga harga yang terjadi sangat tergantung  pada kebijakan gula juga dijalankan pemerintah

-         Kebijakan Pemerintah :

a.   Kebijakan (cukai gula)

b.  Kebijakan Promosi (KKP dan Dana Talangan)

Dasarnya : Gula merupakan komoditi strategi juga penting ditinjau dari aspekekonomi, sosial dan politik

-         Ketergantungan terhadap gula impor tidak menguntungkan dalan jangka panjang. Industri gula domestik masih berpotensi untuk dikembangkan sehinghga diharapkan mampu bersaing dalam jangka panjang

-          Perbedaan harga gula pasir (putih) dengan rafinasi tidak beda jauh, Th 2006 : Gula Putih Rp 5. 346/Kg, Rafinasi Rp 5. 520,-/Kg.

Perkembangan Gula Rafinasi saat ini :

-    Berdasarkan ketentuan, bahwa Gula Rafinasi hanya dapat diperjualbelikan atau didistribusikan kepada Industri dan dilarang diperjualbelikan ke masyarakat umum (konsumsi rumah tangga)

-    Dalam kenyataan di lapangan/di pasar terutama pasar tradisional, Gula Rafinasi sudah beredar baik Gula Rafinasi lokal dalam kemasan karung yang bertuliskan SUJ (Sumber Utama Jawa) antara lain maupun impor (Thailand dan Malaysia) pada kemasan yang bermerk ” TRAY MALAYSIA ”.

Beredarnya Gula Rafinasi saat ini dikhawatirkan berdampak terhadap harga jual gula petani yang semakin menurun dari harga Rp 5.400,-/Kg  awaL GILING S/D Rp 5.050,-/Kg. (akhir giling 2007).


Sumber : Sub Dinas Bina Produksi
Dibaca : 30627 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya