•    
  •    
  •    
  •    
21 Mei 2017 11:12:57 0
Kadisbun Jabar (Arief Santosa) bersama Pelaku Usaha Kopi menerima Sertifikat medali perunggu (Bronze) untuk kategori 'Espresso single origin' yang diserahkan oleh S.J.G (Ebed) Litaay, LLM selaku president Indonesian Diaspora Network

BANDUNG-, Melbourne International Coffee Expo' (MICE) kembali di gelar pada tanggal 28 Maret hingga 1 April  2017 di Melbourne, Australia.  Event terbesar di Australia ini merupakan ajang promosi industry perkopian sekaligus sebagai forum temu efektif para pelaku bisnis dan ajang pendidikan.

Pada event  penting ini,  tercatat 6 (enam) perusahaan Indonesia turut serta ambil bagian, yakni 1). The Q Coffee, 2). Opal Coffee, 3). Sumatera Coffee House, 4). Mandhaeling Coffee, 5). PT Bustabica Bumi Pasemah dan 6). Harrysons Coffee Roaster.

Stand Indonesia selain menampilkan produk kopi terbaik, juga disajikan sesi cupping  dengan maksud untuk membuktikan kualitas dan mutu kopi dihadapan pecinta dan pebisnis kopi. Diluar dugaan, ternyata sesi cupping ini  mendapat perhatian khusus bagi para pengunjung terutama para buyer, silih berganti mendatangi stand Indonesia.

Bersamaan dengan kegiatan MICE, juga diselenggarakan kompetisi dalam kerangka the 2017 Australian International Coffee Awards (AICA) untuk sejumlah kategori, dimana peserta dari Indonesia  the Q Coffee, berhasil mendapatkan medali emas (Gold) untuk kategori "Cappucino-Milk Blend" dan medali perunggu (Bronze) untuk kategori 'Espresso single origin'.

Cappucino-Milk Blend  merupakan campuran kopi Java Preanger asal Gunung Halu Jawa Barat dengan proses full wash, kopi asal Solok proses natural dan kopi Toarco Toraja  proses full wash. Sedangkan  Espresso – single origin merupakan kopi Java Preanger asal Gunung Manglayang dengan proses full wash+red honey.

Keberhasilan Indonesia dalam mempromosikan produk kopinya di ajang MICE 2017 ini  merupakan hasil kerja sama yang baik antara pelaku usaha kopi dan pemerintah Republik Indonesia, khususnya dukungan yang sangat luar biasa dari  Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney  yaitu telah memfasilitasi keperluan promosi termasuk booth yang cukup luas, sehingga produk kopi Indonesia dapat dipromosikan di ajang pameran kopi bergengsi tersebut.   Adapun para pelaku usaha kopi Java Preanger yang ikut terlibat dalam event  MICE adalah  Wildan dengan brand Frinza Coffee asal kopi Gunung Halu  untuk Cappucino-Milk Blend  dan Samm dengan brand Gedogan Coffee asal kopi Gunung Manglayang untuk  Espresso single origin.  

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Arief Santosa), sangat meyakini bahwa sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Java Preanger No. ID G 000000022 yang diraih pada tanggal 22 Oktober 2013 lalu, telah turut memberi andil dalam diraihnya berbagai kesuksesan para pelaku usaha kopi Jawa Barat khususnya pelaku yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Java Preanger. Ini menjadi bukti nyata bahwa Kopi Arabika Java Preanger yang telah mendapat perlindungan Indikasi Geografis (IG) perlu menjadi identitas dunia.

Lebih lanjut dikemukakan Arief, bahwa peran pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dalam upaya membangkitkan kembali agribisnis perkopian di Jawa Barat, telah banyak dilakukan aktiviats yang bersifat memfasilitasi para pelaku usaha kopi. Sebagai contoh, di tingkat off farm hulu; pembangunan kebun sumber benih, melakukan inventarisasi varietas unggul lokal, mengembangkan teknologi perbenihan, penyediaan benih kopi gratis melalui bantuan Gubernur Jawa Barat yang saat ini sudah mencapai 10 juta benih, memberikan pelayanan sertifikasi benih kopi. Sedangkan di On Farm, dilakukan aktivitas peningkatan produksi dan produktivitas melalui intensifikasi, ekstensifikasi, peremajaan, rehabilitasi, optimasi dan diversifikasi. Aktiviats lain, penetapan kelas kesesuaian lahan kopi, pemberian bantuan pupuk, pengendalian hama penyakit dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP).  Untuk Off Farm Hilir, dilakukan aktivitas bimbingan  pengembangan rantai nilai, pengawasan mutu hasil untuk peningkatan nilai tambah petani, peningkatan promosi dan pemasaran baik dalam negeri maupun  pemasaran ke Luar Negeri, bimbingan teknis penerapan GMP dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).  Sebagai penunjang  aktivitisa Hulu hingga Hilir, dilakukan pengawalan kesesuaian pemanfaatan lahan, menata kelembagaan petani kopi melalui pemberdayaan petani, penguatan organisasi petani, pemberian informasi yang memadai, penciptaan Wira Usaha Baru (WUB) perkopian dan aktivitas lainnya yang mampu meningkatkan posisi tawar petani dan pelaku usaha skala kecil, memberikan bantuan Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi berikut perlengkapan peralatannya, melakukan pengujian kualitas kopi berstandar SNI.

Kebanggaan tak ternilai bagi Pemprov Jabar khususnya Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, yang secara langsung menerima  sertifikat Bronze Medal (medali perunggu)  untuk kategori 'Espresso single origin' yang diserahkan oleh S.J.G (Ebed) Litaay, LLM selaku president Indonesian Diaspora Network didampingi oleh Rudolf Wirawan, MSc, MACS, CSM kepada Kepala Dinas Perkebunan, Arief Santosa beserta jajarannya di Gedogan Coffee and Tea tadi malam, Sabtu (20 Mei 2017).

Usai penyerahan sertifikat Bronze Medal, Rudolf  Wirawan, menjelaskan berbagai strategi telah dilakukan  beliau bersama tim untuk memperkenalkan dan mempromosi kopi Java Preanger kepada dunia, antara lain kata beliau  melakukan  cupping dengan mengundang  tenaga yang paling ahli agar buyer percaya bahwa kopi Java Preanger memang mempunyai mutu yang special. Strategi lain,  mengundang  buyer untuk  mencicipi kopi, membuat pamphlet  besar dan manawarkan ke toko-toko kopi khususnya ditempat wisata,  itulah awal perkenalan kopi Java Preanger kepada dunia, ujar Rudolf.  



Sumber : Hasil Liputan
Dibaca : 584 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya

Index Berita