•    
  •    
  •    
  •    
27 Mei 2017 15:41:39 0
Karyawan-Karyawati Beserta Pejabat Struktural Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mengikuti pembinaan Jiwa Korsa di Pantai Batu Karas Kabupaten Pangandaran, Jumat-Sabtu (19-20/05/2017).

PANGANDARAN,  Kurang lebih 150 orang karyawan-karyawati beserta pejabat struktural Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mengikuti  pembinaan Jiwa Korsa di Pantai Batu Karas Kabupaten Pangandaran pada Jumat-Sabtu (19-20/05/2017).  

Rombongan yang tiba pada pagi hari Jumat tersebut, langsung mengikuti serangkaian aktivitas pembinaan yang telah dikemas oleh pemandu acara. Jiwa korsa yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari itu dimaksudkan sebagai wahana dalam meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang pentingnya memiliki sikap mental, disiplin, kemandirian, kebersamaan dan rasa tanggung jawab pegawai untuk mewujudkan soliditas dalam keluarga besar Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan tujuan pelaksanaan Jiwa Korsa tersebut agar para ASN mampu menciptakan rasa kebersamaan, loyalitas, solidaritas yang tinggi, semangat kesatuan (korps) dan tanggung jawab yang besar serta dapat mengarahkan dirinya sendiri dan anggotanya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan melayani kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Disamping itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas koordinasi dan sinergitas antar seluruh unit kerja dalam menghadapi beban tugas pengabdian dengan penuh tanggungjawab, disiplin dan mengedepankan rasa kebersamaan dengan semangat untuk berbuat yang terbaik, serta menjadikan pelaksanaan tugas pengabdian tersebut sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

Berbagai atraksi dan permainan yang bertujuan mewujudkan kebersamaan digelar tanpa membedakan jabatan dan jenis kelamin.  Secara tak sadar semua ASN larut mengikuti instruksi pemandu dengan penuh kegembiraan, kebersamaan dan rasa tanggungjawab. Walau seolah terkesan permainan belaka, namun banyak makna yang bisa dipetik dari atraksi tersebut,  antara lain terbentuk ASN  yang kuat, kompak bersatu padu, memiliki kepekaan, tanggap dan memiliki kesetiakawanan yang tinggi, berdisiplin, serta sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan organisasi Dinas Perkebunan yang lebih solid dan dapat dibanggakan.

Kepala Dinas Perkebunan H. Arief Santosa, SE., M.Sc dalam sambutan arahannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan acara keakraban yang dikemas dalam kegiatan outbond.  
“Outbound merupakan singkatan dari kata Out of Boundarries, yang apabila diterjemahkan secara per kata yaitu dari kata out yang artinya keluar, dan bond yang artinya ikatan, sehingga definisi outbond ialah keluar menuju alam bebas dan saling punya keterikatan, baik dengan alam maupun rekan dalam satu team. Arti harfiahnya adalah "keluar dari batasan". Maksudnya, bila anda ingin hal yang biasa maka lakukan dengan cara biasa. Bila anda ingin sesuatu yang luar biasa, maka lakukan dengan cara yang luar biasa pula. cara yang "luar biasa" ini yang akan dipelajari dalam outbound. Metode outbound pertama kali digunakan pada tahun 1940-an oleh tokoh pengguna metode ini yaitu Kurt Hahn, seorang warga negara Jerman”, katanya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan pengertian jiwa korsa yang terdiri dari faktor-faktor:

  • Rasa hormat terhadap pribadi dan rasa hormat pada organisasi/korps,
  • Setia kepada sumpah, janji dan tradisi kesatuan serta kawan-kawan satu korps.
  • Kesadaran bersama, bangga untuk menjadi anggota korps. Tidak mementingkan diri sendiri dan siap berkorban untuk kepentingan yang lebih besar.

Jiwa korsa yang kuat tidak mudah padam selama didalam korps. Di dalam jiwa korsa terkandung unsur loyalitas, rasa memiliki, tanggung jawab, ingin mengikuti pasang surut serta perkembangan korps-nya. Seorang yang memiliki jiwa korsa tinggi pasti penuh inisiatif, tetapi tahu akan kedudukan, wewenang dan tugas-tugasnya.

Jiwa korsa yang murni dan sejati akan menimbulkan sikap terbuka menerima saran dan kritik, tidak membela kesalahan tetapi justru mengusahakan sesuatu pada proporsi yang sebenarnya. Mau menegur atau memperbaiki sesama warga korps yang berbuat tidak baik dan bukan menutupi kesalahanya, dan berani mawas diri. Dan mengenai loyalitas perlu diartikan lebih luas disamping kepada korps, loyalitas mengandung pengertian pula bahwa apa yang diperbuat harus memberikan manfaat atau kebaikan dimanapun ia berada.

Jiwa korsa bukan hanya penting dikalangan militer saja, tetapi juga diorganisasi manapun. Jiwa korsa dapat menciptakan disiplin, ketertiban, moril dan motivasi untuk berbuat yang terbaik bagi korp-nya, ulangnya kembali.
Pembekalan penanaman sikap mental disiplin dan Jiwa Korsa diberikan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang pentingnya memiliki sikap mental disiplin dan Jiwa Korsa, mandiri, kebersamaan dan rasa tanggung jawab sebagai abdi negara dan masyarakat.

Pembekalan penanaman sikap mental dan jiwa korsa bukanlah ajang refreshing atau permainan semata, tetapi dibalik itu terkandung makna bahwa ASN Dinas Perkebunan yang kuat, kompak dan bersatu padu, memiliki kepekaan, tanggap dan memiliki kesetiakawanan yang tinggi, berdisiplin, serta sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat, serta dapat mewujudkan organisasi Dinas Perkebunan yang lebih solid dan dapat dibanggakan.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sebagai organisasi yang tugas utamanya melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang perkebunan, berdasarkan azas otonomi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Sehingga setiap ASN Dinas Perkebunan dituntut memiliki rasa solidaritas dalam mewujudkan Dinas Perkebunan  yang solid, kuat, menjaga sikap netral, demokratis serta profesional. Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam Panca Prasetya Korpri, agar ASN dapat membangun kesadaran untuk memiliki solidaritas dan soliditas yang kuat, menjalankan kode etik ASN serta menjalin persatuan dan kesatuan.

Diakhir arahannya, Kepala Dinas Perkebunan H. Arief Santosa, SE., M.Sc, menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, yaitu :

Kesatu, mari kita sukseskan seluruh agenda pembangunan perkebunan sesuai visi dan misi yang ingin dicapai. Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi saudara sebagai aparatur negara.  Pelihara dedikasi, integritas, dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas.

Kedua, sikapi secara responsif dan konstruktif berbagai kritik dari masyarakat. Jawablah kritik dari masyarakat dengan melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta pelayanan birokrasi semakin baik.

Ketiga, mari kita wujudkan tata pemerintahan yang baik. Bangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel.

Keempat, laksanakan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah segiat mungkin, berikhtiarlah dengan penuh disiplin, dan kedepankan rasa tanggung jawab dengan semangat untuk berbuat yang terbaik. Jadikan pelaksanaan tugas pengabdian saudara sebagai bagian dari ibadah kepada tuhan yang maha kuasa.

Demikian beberapa pesan dan harapan yang beliau sampaikan. Kita berharap dengan adanya kegiatan tersebut semua Pegawai Dinas Perkebunan Jawa Barat yang telah mengikuti kegiatan tersebut mampu memaknai dirinya sebagai abdi masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan dan membangun kesejahteraan masyarakat.

Diakhir arahannya, Kepala Dinas Perkebunan H. Arief Santosa, SE., M.Sc, menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN)  di lingkungan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, yaitu :

  • Mari kita sukseskan seluruh agenda pembangunan perkebunan sesuai visi dan misi yang ingin dicapai. Tingkatkan profesionalisme dan kompetensi saudara sebagai aparatur negara.  Pelihara dedikasi, integritas, dan loyalitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas.
  • Sikapi secara responsif dan konstruktif berbagai kritik dari masyarakat. Jawablah kritik dari masyarakat dengan melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta pelayanan birokrasi semakin baik.
  • Mari kita wujudkan tata pemerintahan yang baik. Bangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel.
  • Laksanakan tugas pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah segiat mungkin, berikhtiarlah dengan penuh disiplin, dan kedepankan rasa tanggung jawab dengan semangat untuk berbuat yang terbaik. Jadikan pelaksanaan tugas pengabdian saudara sebagai bagian dari ibadah kepada tuhan yang maha kuasa.

Secara keseluruhan rangkaian pembinaan Jiwa Korsa Lingkup Dinas Perkebunan Tahun 2017 terselenggara  dengan lancar sesuai target, dan output yang diharapkan, yaitu mampu memaknai dirinya sebagai abdi masyarakat yang memiliki tanggung jawab untuk memajukan dan membangun kesejahteraan masyarakat.



Sumber : Hasil Liputan
Dibaca : 385 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya