•    
  •    
  •    
  •    
09 Juni 2017 13:47:06 0
Pertemuan Teknis Penangkar Benih Tembakau Tahun 2017. Aula Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Perkebunan. 14 Maret 2017.

Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mengadakan  Kegiatan  “Pertemuan Teknis Penangkar Benih Tembakau Tahun 2017”  yang dilaksanakan hari Selasa 14 Maret 2017 08.00 WIB s/d Selesai, di Aula Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Perkebunan.

Tujuan Kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan para penangkar benih Tembakau di Jawa Barat tentang adopsi dan inovasi baru di bidang pembenihan tanaman Tembakau, menghasilkan  varietas tembakau lokal berkadar nikotin rendah yang unggul dan unggul lokal untuk mendukung pengembangan tanaman tembakau di Jawa Barat, meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman tembakau dan meningkatkan kesejahteraan para pekebun tembakau.

Sedangkan untuk sasaran kegiatan tersebut adalah Penangkar/Pelaksana uji multilokasi, APTI dan Petugas Dinas dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30.orang yaitu Penangkar/Pelaksana Uji Multi Lokasi, APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia), dan Petugas Dinas Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majelangka.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pelaksana pertemuan Bapak Dani Dayawiguna, S.P., M.P. beliau menyebutkan dalam sambutannya bahwa plotting tanaman tembakau 9 varietas dilakukan di 6(enam) lokasi, di 3 (tiga) jenis dataran (rendah, menengah, tinggi) dan 3(tiga) Jenis tanah untuk mengetahui daya adaptasi (lempung putih, lempung merah dan lempung hitam).

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Bpk H. ARIEF SANTOSA, S.E., M.Sc. dalam sambutannya beliau menyebutkan bahwa komoditas Tembakau saat ini menjadi tren dunia yang sedang menguat, dalam Rakernas APTI Saya membahas tentang tren permintaan tembakau yang meningkat walaupun tidak sesignifikan komoditas kopi. Sekarang ini kita memasuki era ekonomi kreatif yang berpengaruh terhadap produksi tembakau. Permintaan tembakau sekarang meningkat dan menjadi tren konsumsi di dunia diantaranya negara di Khatulistiwa selatan dan Eropa (Afrika, Afrika selatan, Amerika, Amerika selatan, Cina, Jepang, India, Rusia, Brazil, Jerman, Turki). Ada pembatasan-pembatasan sebagai bahan pangan layak konsumsi, tembakau termasuk didalamnya, disisi lain ekonomi kreatif telah menjadikan tembakau sebagai bahan kosmetik dan parfum yang dikemas dengan kreatif. Dari sisi Onfarm site akan ada pemikiran pengembangan produk tembakau agar lebih berkualitas dikaitkan dengan kesehatan (misal: kadar nikotin rendah). Terkait dengan pembatasan bahan pangan yang aman dikonsumsi, nampaknya kita harus mengarah pada bahan yang aman sesuai ketentuan. Di Negara lain tembakau sudah tidak dikonsumsi karena sudah menyesuaikan dengan era ekonomi kreatif. Kami juga ingin melakukan kerjasama lintas sektor diantaranya dengan Dinas Kesehatan. bagaimana kita bisa menjadi satu tim untuk menghasilkan dan mengkampanyekan tembakau sebagai bahan yang aman dengan kadar nikotin yang rendah. Diakhir sambutan beliau mengatakan “Perlakuan (treatment) dengan baik dan pemilihan benih yang baik dan bagus  serta berdo’a sebelum penanaman benih Untuk memperoleh produksi yang maksimal”.

Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Bpk Dr. H. Dudung A. Suganda, M.Si. pun menyebutkan dalam sambutannya bahwa sasaran utama Klon/Varietas tembakau adalah mempunyai legalitas resmi oleh Pemerintah agar bisa ditanam dikebun Penangkar, Ketentuan : Harus Klon/varietas yang sudah disemai/Legal dan Tembakau harus di ujicoba. Anjuran kepada Produsen Benih supaya melengkapi persyaratan yang sudah diatur oleh Undang-Undang agar kebun yang dikelola bisa dikembangkan dan menjadi Produsen Benih yang berkembang.

Selanjutnya acara dipimpin oleh Kepala Seksi Pengembangan Benih Bpk. Dani Dayawiguna, S.P., M.P. dan juga Informasi disampaikan oleh Bpk. Tatan Sutaamijaya, S.sos  dan Bpk Roni Bunyamin, S.P.

Adapun Narasumber dan materi yang dibahas adalah :

  1. Ibu Ir. Arifah Sri Hananingsih, M.M. (Direktorat Perbenihan Perkebunan) Direktorat Jenderal Perkebunan : Materi “Perbenihan Tembakau dan Sosialisasi Permentan no.50/Permentan/KB.020/9/2015 Tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Perkebunan”;   “Kebijakan Pengawasan Peredaran Benih Tanaman Perkebunan Dan Benih Tembakau”;  “KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN Nomor 326/Kpts/Kb.020/10/2015 Tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Tembakau (Nicotianatabacum L)”;
  2. Bpk Ir.Anang Sumardiyono, S.P. (BBPPTP Surabaya) : Materi “Sertifikasi dan Pengawasan Peredaran Benih Tanaman Tembakau”;
  3. Bpk Prof. (Riset). Dr. Ir. Suwarso, M.S. (Balittas Malang) : Materi “Pengujian Varietas Tembakau” dan “Pengujian Multi Lokasi Tembakau”;
  4. Ibu Dr. Ir. Sesanti Basuki, PGDAGST. M.Phil. (Balittas Malang): Materi “Penyanderaan Tanaman Tembakau”

Tujuan  pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan  dan keterampilan para penangkar benih Tembakau di Jawa Barat dan bisa diimplementasikan di wilayah masing-masing serta mempunyai prespektif benih tanaman khususnya benih tembakau bersertifikat, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 50/Permentan/KB.020/9/2015 tentang Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Perkebunan, dengan tujuan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu sesuai kebutuhan secara berkelanjutan.

Disbun Jabar melalui UPTD BPBTP akan memfasilitasi kebutuhan Petani Tembakau dalam rangka menghasilkan varietas tembakau lokal dan unggul lokal berkadar nikotin rendah yang legal melalui pelepasan varietas unggul dan penetapan varietas unggul lokal pada 9 varietas yaitu Varietas 1. Adung (Garut) 2. Leuwiliang (Garut) 3. Darwati (Garut) 4. Juhana (Sumedang) 5. Sano (Sumedang) 6. Kenceh (Sumedang) 7. Manohara (Majalengka) 8. Jablay (Majalengka) 9. Rayud (Majalengka); yang sedang dilaksanakan kegiatan uji multilokasi di Kabupaten Sumedang, Majalengka.

Semoga dengan diadakannya Kegiatan Pembinaan ini Peserta yang disebut Produsen Benih bisa dikembangkan dan menjadi berkembang. Aamiin.



Sumber : BPBTP
Dibaca : 333 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya