•    
  •    
  •    
  •    
24 Juli 2017 08:27:56 0
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka secara resmi puncak acara Kontes Ternak, Panen Pedet dan Pesta Patok tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Kabupaten Garut 19 Juli 2017.

GARUT – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar  membuka secara resmi  puncak acara Kontes Ternak, Panen Pedet dan Pesta Patok tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017 yang digelar di lapangan Golf Flamboyan, Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, pada Rabu (19/7/2017).

Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Peternakan Provinsi. Untuk tahun ini kontes ternak, panen pedet dan pesta patok diselenggarakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Turut hadir sejumlah para pejabat Provinsi termasuk anggota DPRD komisi II Provinsi Jawa Barat, dan Perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi  sebagai OPD mitra dalam membangun Jawa Barat. Undangan lain seperti perwakilan Bupati setiap kabupaten dan para pejabat OPD mitra tingkat Kabupaten/Kota se Jawa Barat. 

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Doddy Firman Nugraha mengatakan bahwa, tujuan diadakannya Kontes Ternak, Panen Pedet dan Pesta Patok tingkat Provinsi Jawa Barat 2017, adalah untuk memberikan penghargaan kepada para peternak, untuk menghasilkan bibit unggul terbaik dan untuk memotivasi serta mengapresiasi para pelaku usaha agribisnis peternakan.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan; “Ini untuk memotivasi para pelaku bidang peternakan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan mutu daya saingnya agar mampu meraih ulang pasar domestik maupun ekspor demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata beliau.

Kontes Ternak, Panen Pedet dan Pesta Patok yang digelar dari tanggal 17-19 Juli tersebut   diikuti oleh seluruh Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat (kurang lebih 500 peserta). Pada ajang ini juga diadakan penilaian bagi kelompok dan pemilik ternak untuk enam komoditi, yaitu, sapi potong, sapi perah, domba, kambing, ayam lokal dan itik. Agenda yang tak kalah menariknya antara lain pelayanan kesehatan kepada ratusan ekor ternak, pameran  pembangunan peternakan, lomba domba catwalk dan temu usaha dunia peternakan sebagai media dialog antar pelaku peternakan, ujar Doddy. “Kami juga menyerahkan bantuan hibah KRPL dan PUPM serta penandatanganan MoU Asuransi Usaha Ternak Sapi dengan peternak dan gerakan minum susu,” lanjut Doddy. 

Wagub, dalam sambutannya mengatakan, kualitas bibit ternak sangat menentukan daya saing produk hasil peternakan. Disaat yang sama daya saing produk hasil peternakan dibutuhkan untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan protein hewani penduduk Jawa Barat yang saat ini mencapai 47 Juta jiwa.

Untuk itu melalui kontes ternak ini beliau berharap, dapat memotivasi para peternak untuk secara swadaya menyediakan bibit pengganti induk-induk yang sudah tidak produktif sehingga produksi hasil ternak jauh lebih meningkat.

“Selain bibit pengganti, diharapkan para peternak juga mampu menghasilkan bibit unggul bersilsilah yang dipelihara dengan manajemen yang baik sehingga hasil ternaknya lebih optimal,” kata Deddy.

Seperti diketahui, Jawa Barat memiliki delapan jenis ternak lokal atau sumber daya genetik yang secara resmi telah ditetapkan sebagai rumpun ternak asli Jabar pada bulan Mei 2017 lalu. Yaitu Domba Garut, Domba Priangan, Sapi Pasundan, Ayam Pelung, Ayam Sentul, Itik Rambon, Itik Cihateup dan Itik Padjajaran. Sejauh ini, populasi ternak domba dan ayam ras pedaging di Jabar masih menjadi yang terbesar di Indonesia. “Namun untuk sapi perah dan sapi potong kita masih kekurangan,” ujar Deddy.

Di tahun 2016 ketersediaan sapi siap potong asal Jawa Barat tercatat sebanyak 214 ribu ekor atau setara dengan 40.821 Ton atau 38,13% dari kebutuhan konsumsi daging sapi Jawa Barat sebanyak 107.050 Ton. Ketersediaan tersebut meningkat 10,13 % dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 157 ribu ekor, ujarnya

Oleh sebab itu, sejalan dengan program swasembada daging sapi nasional, beliau mengajak kepada stakeholders peternakan untuk memperkuat program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB).

“Tahun 2017 ini kita targetkan sapi akseptor sebanyak 166.094 ekor, target bunting sebanyak 136.197 ekor dan diharapkan akan terjadi kelahiran minimal sebanyak 80.000 ekor,” jelasnya.

Selain itu, Deddy  mensyukuri, data BPS pada bulan Juni 2017 Nilai Tukar Petani (NTP) Sub Sektor Peternakan meningkat 0,8% atau dari 113,76% menjadi 114,42%. Ini mengindikasikan meningkatnya kesejahteraan peternak di Jawa Barat, katanya.

“Kontribusi NTP Sub Sektor Pertanian terhadap sektor pertanian inipun mencapai 109,5% yang menunjukan bahwa peternakan berperan besar terhadap pembangunan pertanian,” ucapnya.

Pada Kontes Ternak, Panen Pedet dan Pesta Patok juga diumumkan para pemenang dalam setiap kategori. Kabupaten Bandung Barat meraih juara umum dengan menyabet sejumlah kategori yang dilombakan. yaitu, Juara I kategori Sapi Potong Jantan PO Umur 24-36 Bulan, Juara I kategori Sapi Potong Betina PO Umur 18-24 Bulan, Juara III kategori Sapi Potong Jantan Sapi Pasundan Umur 48 Bulan, Juara II dan III kategori Sapi Perah Pedet Betina Umur 9-12 Bulan, Juara I, II dan III kategori Sapi Perah Dara Umur diatas 12-15 Bulan, Juara III kategori Sapi Perah Induk Laktasi Umur 3-4 Bulan. Masing-masing pemenang setiap kategori mendapatkan piagam dan uang pembinaan.

Acara diakhiri dengan sosialisasi minum susu bagi anak-anak sekolah bersama Deddy Mizwar dan dilanjutkan dengan peninjauan stand kontes.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 94 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya