•    
  •    
  •    
  •    
24 Juli 2017 08:35:07 0
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) membuka secara resmi peringatan Hari Koperasi Ke-70 tingkat Provinsi Jawa Barat dan Gelar Produk KUMKM Se- Jawa Barat Tahun 2017. Kabupaten Kuningan 23 Juli 2017.

KUNINGAN - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) membuka secara resmi peringatan Hari Koperasi Ke-70 tingkat Provinsi Jawa Barat dan Gelar Produk KUMKM Se- Jawa Barat Tahun 2017 di Lapangan Pandapa Paramarta, Komplek Stadion Mashud Kabupaten Kuningan, pada Jumat (21/07/2017).

Untuk memeriahkan event tersebut di gelar pameran hasil karya koperasi dan UMKM  seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat. Salah satu stand menampilkan produk kopi terbaik Jawa Barat, yaitu Kopi Arabika Java Preanger dengan brand “Kopi Wanoja” milik petani Hj. Etty dan produk olahan kelapa “Nata de coco” milik ibu Enok, dimana kedua pelaku usaha tersebut, merupakan binaan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.  Pameran akan berlangsung selama 3 hari, sejak dibuka pada hari Jumat (21/07) hingga Minggu, (23/7).

Selain itu acara diisi juga dengan kreativitas lomba lukis mewarnai gambar tingkat Taman Kanak-Kanak/Paud se Kabupaten Kuningan. Kemudian, digelar juga seminar nasional Koperasi Menuju Era Digital, Gerak jalan sehat Koperasi Kuat, dan Pentas Gelar Seni Budaya Koperasi Jaya. Adapun tema tahun ini adalah Menuju Koperasi Jabar Kahiji.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Menteri Koperasi RI (Agus Muharam), Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, Ketua Dekopinwil Jawa Barat, Mustopa Jamaludin, Bupati Kuningan, Acep Purnama SH dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim, bupati/walikota dan segenap jajaran pejabat se-Jawa Barat, perwakilan Polda dan Pangdam Jawa Barat, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Kapala Bidang Sumber Daya Perkebunan Dinas Perkebunan sebagai pembina koperasi “Kopi Java Preanger. 

Dalam sambutan pembukaannya, Aher mengatakan, hampir secara keseluruhan, ekonomi bangsa tengah mengalami proses kemajuan. Namun menurutnya, kemajuan yang ada belum diiringi pemerataan kesejahteraan yang menyeluruh bagi masyarakat.

Kata Aher, sebagaimana termaktub secara spesifik dalam UUD 1945, koperasi adalah satu-satunya bentuk usaha untuk memajukan perekonomian bangsa dengan prinsip memeratakan kesejahteraan. Karena bangsa yang merdeka perlu diiringi kesejahteraan yang merata.

”Negeri ini merdeka dan harus sejahtera. Kesejahteraannya harus merata dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada. Tentu ini harus menjadi bagian dari evaluasi kita. Negeri kita secara ekonomi sudah lebih maju tetapi pemerataannya belum sebagaimana yang kita harapkan,” ucap Aher.

Oleh karena itu, momentum Hari Koperasi, kata Aher, disamping kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga harus menjadi momen koreksi untuk fokus memajukan koperasi dengan tujuan tercapainya kesejahteraan dan pemerataan sekaligus.

Maka dalam konteks pemerataan, Aher menyimpulkan bahwa bentuk dan jenis usaha yang paling memungkinkan membangun kesejahteraan bangsa secara merata dan seksama adalah gerakan koperasi.

Lebih lanjut Aher menekankan pentingnya pembangunan dan pengembangan koperasi di seluruh wilayah Jawa Barat. Menurut pihaknya, semangat masyarakat berkoperasi mampu mewujudkan semangat gotong royong yang tidak melibatkan segelintir orang, melainkan berbagai elemen masyarakat.

”Koperasi itu sebelum modal, yang terlebih dahulu dan mendasar adalah jumlah anggota. Sehingga modal yang ada nantinya dimiliki oleh seluruh anggota koperasi,  dan manakala ada keuntungan, dapat dinikmati oleh seluruh anggota koperasi dengan seksama,” katanya.

“Koperasi bergantung pada seberapa banyak anggota, bukan seberapa besar modal. Inilah beda sistem koperasi dengan ekonomi capital,” kata Aher.

“Koperasi ini bukan sistem ekonomi orang kecil. Tapi sistem ekonomi yang lebih  mengedepankan unsur kebersamaan. Karena itu, yang menentukan lancar atau tidaknya sebuah koperasi adalah seberapa banyak keanggotaannya,” tuturnya.

Aher berharap, selain pemerintah daerah serius mengembangkan koperasi yang sudah ada, kebijakan tentang ekonomi kerakyatan itu bisa bergulir dari pemerintah pusat secara lansung. Menurutnya, kementerian koperasi harus menjadi kementerian utama kabinet presiden untuk mengembangkan sistem ekonomi yang digagas Bung Hatta tersebut.

Koperasi Jawa Barat Harus Tangguh, Profesional dan Berdaya Saing. “Sudah waktunya koperasi di Jawa Barat untuk menjadi koperasi tangguh, professional dan berdaya saing” kata Ahmad Heryawan.

“Selamat memperingat hari koperasi, khusus bagi para pegiat koperasi, bagi para pencinta koperasi, jangan bosan-bosan dorong terus masyarakat, berikan contoh yang baik untuk membentuk koperasi yang baik,” ujar Aher.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram mengatakan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM mencatat kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir tahun 2016, yakni sebesar 23,12 persen dari total PDB Nasional. Dengan rincian, kontribusi dari koperasi sebagai lembaga sebesar 4,41 persen,‎ dan dari anggota koperasi sebesar 18,71 persen. Pada era pemerintahan Presiden Jokowi-JK kontribusi koperasi telah mengalami peningkatan cukup signifikan hingga mencapai 3,99 persen pada 2016. Oleh karena itu koperasi telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produk domestik bruto (PDB), kewirausahaan, dan bisnis e-commerce,  kata Agus Muharram dalam sambutannya mewakili Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.  

"Apabila kontribusi koperasi tersebut diperhitungkan berdasarkan kontribusi anggota yang merupakan pemilik dan sekaligus pengguna, diperoleh perkiraan kontribusi anggota koperasi pada PDB nasional pada 2013 mencapai 13,56 persen," ujar Agus Muharram. Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai lembaga beserta anggotanya pada tahun 2013 mencapai 15,27 persen.

"Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk terus mengembangkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh," kata Agus Muharram.

Selain itu, Agus pun menyampaikan bahwa, supaya makin banyak koperasi dan UKM yang memanfaatkan KUR untuk mengembangkan usaha, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berencana menurunkan bunga KUR dari saat ini 9 persen menjadi 7 persen. Adapun besar pinjamannya hingga Rp 25 juta dan tak perlu ada agunan.

Dalam sambutan selamat datangnya, Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyambut kedatangan seluruh perwakilan peserta pameran se-Jawa Barat tersebut. Acep berharap seluruh peserta bisa menikmati suasana Kuningan yang aman dan nyaman, serta menemukan kesan yang positif selama di Kuningan.  “Semoga seluruh peserta nyaman di Kuningan dan pulang membawa kesan yang baik dari sini,” kata Acep.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, bahwa pada Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 Tahun 2017 digelar di Lapangan Karebosi, Jalan Ahmad Yani Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 12 Juli 2017) lalu, Jawa Barat telah dianugerahi tiga penghargaan. Ketiga penghargaan ini diraih Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, serta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan.

Gubernur Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Tokoh Utama Penggerak Koperasi Tahun 2017. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meraih penghargaan berupa Tanda Kehormatan "Satyalencana Pembangunan" Bidang Koperasi. Sementara Netty Prasetiyani Heryawan, meraih penghargaan berupa Tanda Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Pun pada Peringatan ke-70 Hari Koperasi Tingkat Jawa Barat, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat, memberikan Layang Pangajen, atau penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berperan aktif memajukan Koperasi di Jawa Barat. penghargaan tersebut diantaranya diberikan kepada H. Niti Soemantri, seorang pejuang gerakan koperasi di Jawa Barat yang memiliki keteladanan dalam pembangunan koperasi, beliau juga Ketua Sentra Koperasi, dan pendiri koperasi rakyat yang pertama kali.

Selanjutnya, Layan Pangajen juga diberikan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Dekopinwil Jabar menilai Aher sebagai tokoh yang memiliki kepedulian untuk membantu mewujudkan cita-cita gerakan koperasi. Adapun upaya tersebut diantaranya; melaksanakan komitmen bahwa koperasi sebagai sistem ekonomi kerakyatan yang paling tepat pada sistem ekonomi Indonesia. Aher dinilai dapat memberikan suatu paradigma baru bahwa pembangunan infrastruktur dapat dilakukan oleh dan atas peran koperasi.

Dokopinwil Jabar juga menilai Gubernur Aher selalu memberikan motivasi dan fasilitasi, juga sarana pra-sarana di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Barat. Penghargaan dilakukan secara simbolis dengan penyerahan Pataka Harkop Ke-70 tahun 2017 dari Ketua Dekopinwil Jabar H. Mustopa Djamaluddin, kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Dudi Sudrajat Abdurachim menyampaikan bahwa kegiatan hari koperasi Indonesia Jawa Barat terdiri dari rangkaian kegiatan yaitu gelar produk unggulan UMKM dan koperasi, cerdas cermat koperasi tingkat SMA, penghargaan koperasi, seminar koperasi. “Rangkatan kegiatan ini ditujukan untuk menyemarakkan peringatan hari Koperasi Indonesia Jawa Barat tahun 2017 di Kabupaten Kuningan, Kata Dudi.

Di Jawa Barat sendiri, pertumbuhan koperasi setiap tahunnya, baik jumlah dan kualitasnya terus meningkat. Sampai tahun 2017, telah ada 25.933 koperasi sejalan dengan adanya kerjasama dengan dinas-dinas terkait tingkat Provinsi Jawa Barat diantaranya, Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Perkebunan, Tenaga Kerja, hingga Dinas Pendidikan dengan jumlah Koperasi Siswa Sekolah yang bergabung sebanyak 750 koperasi. 

Usai pembukaan secara resmi oleh Ahmad Heryawan, agenda selanjutnya  melakukan kunjungan ke beberapa stand koperasi yang diikuti oleh sejumlah pejabat provinsi dan kabupaten/kota.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 1716 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya