•    
  •    
  •    
  •    
30 Agustus 2017 10:58:57 0

Dalam rangka meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta sumberdaya petugas teknis yang melaksanakan pengelolaan data serangan OPT Perkebunan dan petugas teknis laboratorium, BBPPTP Surabaya mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Perlindungan Perkebunan.

Bimbingan teknis dilaksanakan di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Jombang, Jawa Timur pada tanggal 23 – 25 Agustus 2017.

Tujuan diselenggarakan Bintek Perlindungan Perkebunan ini yaitu untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan serta SDM petugas teknis yang melaksanakan pengelolaan data OPT perkebunan agar terdapat singkrobisasi tentang pengamatan serta pelaporan tentang pengamatan serta pelaporan data serangan OPT serta pengetahuan SDM petugas teknis laboratorium yang melaksanakan pengembangan APH di masing – masing wilayah kerja.

Peserta yang mengikuti Bimtek Perlindungan Perkebunan, yaitu dari Dinas Pertanian Provinsi Banten, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Balai Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, Dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Balai Sertifikasi Pengujian Mutu Benih dan Proteksi Tanaman Kehutnanan dan Perkebunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, UPT Laboratorium Perlindungan Tanaman Perkebunan Provinsi Bali, Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan UPT Perbenihan, Kebun Dinas, dan Laboratorium Hayati Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Masing-masing UPTD mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Bimtek sebanyak 2 orang, satu orang tenaga laboratorium dan satu orang tenaga pengolah data pengamatan tanaman perkebunan.

Pada hari pertama kegiatan Bimtek, diisi dengan pembukaan kegiatan dengan sambutan ketua panitia kegiatan, Kepala Bidang Proteksi BBPPTP Surabaya, Bapak Wahyu Irianto, S.P. dan sambutan serta diskusi dengan Direktur Perlindungan Perkebunan Kementrian Pertanian RI, Bapak Drs. Dudi Gunadi, B.Sc, M.Si. Bapak Dudi Gunadi berpesan bahwa para petani alumni Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) akan diberdayakan kembali. Rencananya petani alumni SLPHT tersebut akan digerakkan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama SLPHT pada kebunnya masing-masing terutama pada komoditas perkebunan. Jadi tidak hanya petugas pemerintah saja yang aktif, para pelaku komoditas perkebunan juga turut serta, dan akan dilakukan pendampingan dari akademisi seperti dosen dan mahasiswa untuk membantu penerapan teknologi-teknologi terbaru untuk perlindungan tanaman perkebunan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Hari selanjutnya diisi dengan materi tentang metabolit sekunder dari Agensia Pengendali Hayati (APH) dengan Narasumber Dosen Universitas Jendral Soedirman, Bapak Prof. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. Bapak Loekas Soesanto menjelaskan teknik perbanyakan dan formulasi APH. Beliau memaparkan mulai dari eksplorasi bakteri Pseudomonas fluorescens dan jamur Trichoderma spp., teknik penyimpanan isolat yang dapat bertahan bertahun-tahun, cara membuat metabolit sekunder dari APH golongan bakteri maupun jamur, dan keunggulan dari metabolit sekunder APH. Metabolit sekunder APH ini merupakan terobosan baru untuk pengendalian OPT. Ada beberapa keunggulan dari metabolit sekunder APH, diantaranya tidak berpengaruh terhadap perbedaan geografi, bahan baku pembuatan mudah didapat, hemat saat diaplikasikan, dapat melindungi tanaman (melapisi akar), dapat mengendalikan OPT secara tepat sasaran, dan pembuatan, aplikasi, serta penyimpanaannya mudah. Beliau mengatakan bahwa penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) pada tanaman kakao dapat sembuh dengan metabolit sekunder Trichoderma spp. setelan 5 kali aplikasi dengan metode infus batang. Gejala tiga titik hitam di dalam ranting merupakan ciri khas dari penyakit VSD dapat hilang setelah 5 aplikasi metebolit sekunder. Selanjutnya setelah materi dari Bapak Loekas Soesanto, dilanjutkan praktek di laboratorium agensia hayati BBPPTP Surabaya. Laboratorium memegang peranan penting dalam perbanyakan APH karena seluruh proses perbanyakan APH dilakukan di laboatorium. Praktek di laboratorium dipaparkan salah satu metode ekplorasi untuk mendapatkan jamur entomopatogen dengan menggunakan baiting method. Selain itu juga diperlihatkan contoh-contoh isolat laboratorium agensia hayati BBPPTP Surabaya.

Hari terakhir peserta Bimtek melaksanakan Fieldtrip ke perkebunan kopi dan kakao di wilayah BBPPTP Surabaya untuk praktek teknik pengamatan OPT kopi dan kakao.

 

Editor : MS. Ansori

Fotograper : Anindita A P dan Yuda MZ



Sumber : BPTP Disbun Jabar
Dibaca : 199 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya