•    
  •    
  •    
  •    
05 Oktober 2017 09:24:30 0

BANDUNG-Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat “Arief Santosa”, menyambut dengan  baik atas dipilihnya Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ASEAN National Focal Point Working (NFPW) Group 13th Coffee dan 12th Tea.

Perhelatan tingkat nasional yang dipersembahkan oleh Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Kementerian Pertanian tersebut diselenggarakan selama 2 (dua) hari, Selasa – Rabu (3-4/10/2017) di  Royal Palm Ballroom Aston Tropicana Hotel,  Jalan Cihampelas No.125 - 129, Cipaganti, Coblong, Bandung

Empat negara anggota ASEAN,  Malaysia, Vietnam, Thailand,  dan Indonesia sepakat membicarakan perkembangan urusan pertehan dan perkopian untuk meningkatkan kerjasama yang sinergis dan saling terintegrasi.

Sebagai mana layaknya tuan rumah, Arief Santosa didampingi oleh Direktur PPHP “Dedi Junaedi”, Chief Delegation of Thailand, Chief Delegation of Vietnam dan Chief Delegation of Malaysia memberikan sambutan selamat datang kepada  tamu kehormatan, dan seluruh tamu undangan. 

Dalam sambutannya dihadapan 60 orang peserta, Arief mengatakan Jawa Barat memiliki semua komoditas perkebunan yang ada di Indonesia. Namun demikian  tanaman teh merupakan komoditas terluas, kurang lebih 92.000 Ha   atau sekitar 82,14% dari total luas tanaman teh di Indonesia terdapat di Jawa Barat, katanya.

Jawa Barat juga termasuk  lima produsen kopi terbesar di Indonesia disamping Aceh, Sumatera Utara, Lampung dan Jawa Timur. “Kami baru saja merayakan Hari Kopi Internasional pada tanggal 1 Oktober lalu, dan akan merayakan Hari Teh Ïnternasional pada tanggal 15 Desember yang akan datang”, kata Arief.

Beliau menambahkan, banyak hal yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong perkembangan kopi dan teh khususnya di Jawa Barat.  Bimbingan dan pendampingan petani kopi dan teh, promosi produk kopi dan teh selalu dilakukan secara berdampingan dan berkesinambungan.

Pihaknya meyakini konsumsi kopi, khususnya kopi arabika java preanger mengalami lonjakan yang signifikan. Pasalnya  nama kopi ini telah mendunia dan dikenal masyarakat sebagai kopi berkelas dunia.  Saat ini banyak anak muda yang menyenangi minum kopi. Tak heran jika kopi arabika java preanger menjadi pilihan mereka  dan banyak digemari  para penikmat kopi lainnya.

Arief menuturkan saat ini tercatat konsumsi kopi mengalami peningkatan dari 1,2 kg/kapita/tahun menjadi 1,5 kg/kapita/tahun selama kurun waktu dua tahun terakhir, pihaknya akan mendorong terus baik konsumsi kopi maupun konsumsi teh.

“Bercermin dari keberhasilan bisnis kopi tersebut, maka untuk mengangkat bisnis teh tidak ada salahnya dicoba dengan meniru cara-cara yang sudah dilakukan pada bisnis kopi arabika java preanger”, kata Arief.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Arief mempromosikan keunggulan kota Bandung, beliau menyebutkan Bandung terkenal sebagai kota yang kreatif. “Banyak produk produk kreatif dari Bandung, misalnya: busana untuk fashion, makanan untuk kuliner, agrowisata dan lain sebagainya. Jadi saya sarankan kepada anda semua yang memiliki waktu, agar tidak hanya melihat-lihat di sekitar Bandung saja akan tetapi juga belanja untuk souvenir”, pungkasnya.

Sebagai tanda persahabatan, pihaknya memberikan kenang-kenanga kepada setiap perwakilan negara dan perwakilan Dirjenbun.

Pada sesi lain para pejuang teh, Dewan Teh Indonesia (DTI), PTP Nusantara VIII, Direktorat PPHP dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat bersatu padu menjalin komitmen untuk tetap bersinergi mengembangkan dan memajukan pertehan di Negara Republik Indonesia ini hingga ke mancanegara.

Usai sambutan selamat datang, pertemuan secara resmi dibuka oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI,  “Ir. Dedi Junaedi, M.Sc.”.

Pada hari pertama, agenda pertemuan direncanakan pemilihan ketua dan wakil ketua forum ASEAN National Focal Point Working Group On Coffee, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bisnis, paparan perkembangan  tanaman kopi di negara ASEAN dibawah arahan  Chief Delegation of Vietnam    “Phan Thanh Hang”, menampilkan perkembangan kopi di negara-negara ASEAN penghasil kopi yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sesi pertama  ditutup dengan pembahasan  Rencana Aksi Strategis pada komoditi kopi.

Pada  hari kedua, direncanakan pemilihan ketua dan wakil ketua forum ASEAN National Focal Point Working Group On Tea, pembahasan rencana aksi strategis komoditi teh, penyusunan rencana pertemuan selanjutnya pada tahun yang akan datang.

Sebagai penutup pada hari terakhir, diagendakan kunjungan lapangan ke Pengolahan Kopi Luwak di Cikole Lembang dan kunjungan ke Perkebunan Teh Ciater Subang.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 202 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya