•    
  •    
  •    
  •    
09 Oktober 2017 13:52:42 0
Pembuatan Ondol-ondol dan Penetapan Batas Teras Pada Pembuatan Terasering pada Lahan Kopi Kelompok Tani Karya Mandiri, Kab. Garut. 4 September 2017.

GARUT-Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mempraktekkan cara membuat ondol-ondol untuk pembuatan terasering pada lahan kopi kelompok tani karya mandiri, Desa Cikandang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut pada hari Rabu (4/9/2017).

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit kopi arabika tahun 2015 ini, menanam kopinya pada jenis tanah Andisol dengan tingkat kelerengan > 25%. Untuk hal tersebut agar lahan tidak cepat kurus, harus dilakukan penataan dan pelestarian lahan melalui teknik konservasi tanah dan air sesuai amanat UU 37/2014 tentang Konservasi Tanah dan Air (KTA).

Menurut tenaga ahli yang membimbing penataan dan pelestarian lahan “Ir. Enjang Sujitno, MP”, lahan kopi ini membutuhkan teras bangku untuk mengurangi erosi akibat aliran permukaan.  Menurutnya pada tingkat kelerengan > 25% akan dibuat teras dengan bidang olah hanya untuk satu baris tanaman, sedangkan pada lahan tingkat kelerengan 25% < atau cenderung datar akan dibuat satu bidang olah untuk dua baris tanaman.

Saluran Pembuangan Air (SPA) horizontal dibuat pada bagian dalam  teras  dan SPA vertikal dibuat pada sisi lahan dengan Bangunan Terjunan Air (BTA) sesuai kebutuhan.

Saluran Pembuangan Air (SPA) horizontal merupakan saluran yang arahnya mengikuti kontur sedangkan SPA vertikal merupakan saluran yang arahnya tegak lurus kontur.

Fungsi SPA vertikal, untuk menampung aliran air dari saluran horizontal  dan mengalirkannya ke bagian bawah lereng.  Jika kemiringan lahan agak curam maka kecepatan air juga akan sangat tinggi atau aliran air di saluran tersebut sangat deras, sehingga sering terjadi penggerusan dasar saluran atau tebing saluran yang mengakibatkan longsor. 

Untuk menghindari terjadinya longsor, biasanya pada dasar SPA  diperkuat dengan batu atau rumput demikian pula tebing tebingnya.  Jika SPA vertikal  agak panjang dan curam, maka perlu dilakukan pemotongan saluran dengan membuat Bangunan Terjunan Air (BTA).

BTA merupakan bagian dari SPA yang ditujukan untuk pengamanan SPA dan mengendalikan aliran air.  BTA dibuat disepanjang SPA  vertikal  dengan ukuran dan bentuk  disesuaikan kemiringan saluran dan besarnya saluran.

BTA dapat dibuat dari berbagai jenis bahan sesuai dengan ketersediaan bahan yang ada pada lokasi dan karakteristik tanahnya. Yang paling umum digunakan adalah batu, bambu, kayu, dan karung-karung pasir. Jika aliran airnya hanya kecil, maka BTA umumnya hanya dipekuat dengan rumput.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 990 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya