•    
  •    
  •    
  •    
23 Februari 2018 14:32:52 0

Kab. Bandung – Dalam rangka kegiatan Restorasi Ekosistem (DAS) Daerah Aliran Sungai Ci Tarum, bertempat di Lapang Cipadulang Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Telah digelar acara kegiatan pameran produk yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari,  pada tanggal 22 - 23 Februari 2018, kegiatan tersebut diisi oleh instansi pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi juga pemerintah kabupaten serta pelaku usaha industri serta UMKM yang terlibat dalam rangka upaya revitalisasi hulu Ci Tarum.

Sejumlah acara yang digelar pada kegitan tersebut diantaranya ialah penanaman pohon secara simbolis dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang didampingi oleh para Menteri Kabinet Kerja serta Gubernur Provinsi Jawa Barat Bapak Ahmad Heryawan, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Situ Cisanti dan dialog dengan masyarakat sekitar Hulu Ci Tarum.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat secara aktif ikut terlibat dalam acara restorasi tersebut. Dengan menyalurkan bantuan berupa benih kopi dan pala, yang diharapkan untuk kedepanya dapat mendongkrak kesejahteraan para petani juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam rangka upaya revitalisasi hulu Ci Tarum.

Selain itu, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pun ikut andil dalam pameran produk, dimana dalam pameran tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat memperkenalkan produk (Bang Ali) Pengembangan Agensia Pengendali Hayati Cair dan (Papa Tina) Pengolahan Pestisida Nabati Biji Nimba yang ramah lingkungan, yang dikembangkan di Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Respon yang didapat dari masyarakat yang berkunjung ke stand Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat terhadap kedua produk ini, yakni BANG ALI dan PAPA TINA cukup menggembirakan. Mereka menunjukan minatnya untuk mendapatkan informasi terkait teknologi baru tersebut. Pasalnya, kebanyakan dari para pengunjung yang hadir mengunjungi stand mempunyai latar belakang para petani perkebunan (Petani Teh dan Kopi) dan para pelaku industri olahan hasil perkebunan.

Selain itu juga, para pengunjung diberikan pengarahan terkait tentang bahaya penggunaan pestisida kimia, dimana selain berdampak buruk bagi kesehatan pemakainya, juga sangat berdampak buruk terhadap lingkungan yakni membunuh jasad non sasaran sepertti burung, serangga penyerbuk dan lainnya serta mencemari sungai, hal ini karena kandungan bahan kimia berbahaya di dalam pestisida terbawa oleh air hujan menuju aliran sungai.

Sebagai salah satu upaya dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa barat melalui kedua teknologi terbaru yang dikembangkan oleh (BPP) Balai Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, diharapkan tidak ada lagi pencemaran sungai CI Tarum yang berasal dari penggunaan bahan kimia berbahaya yang berasal dari sektor pertanian khususnya subsektor perkebunan. Selain itu disosialisasikan juga tatacara sertifikasi benih perkebunan yang baik dan benar, pengendalan benih kopi unggul yang mampu berproduksi dalam usia dibawah 1 (satu) tahun, serta penanaman ribuan benih kopi dan pala di titik-titik restorasi ekosistem DAS Ci Tarum melalui koordinasi dengan Kodam III Siliwangi.

 

Editor : MS. Ansori

Dokumentasi : Tim BPTP



Sumber : BPTP Disbun Jabar
Dibaca : 199 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya

Index Berita