•    
  •    
  •    
  •    
23 Februari 2018 15:49:47 0

Bandung (22/2/18), Presiden Jokowi mengunjungi situ Cisanti yang menjadi hulu dan titik kilometer nol sungai Ci Tarum. Kunjungannya kali ini dalam rangka meninjau Pencanangan Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Tarum yang sedianya sudah dimulai sejak tanggal 1 Februari 2018 lalu.

Pemerintah dalam hal ini sadar akan peran sungai Ci Tarum yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat khususnya Jawa Barat. Pemanfaatan sungai Ci Tarum oleh masyarakat dari hulu ke hilir sangat bervariasi, dari pemanfaatan sebagai irigasi,  pertanian, peternakan, industri, hingga sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Namun,  kondisi sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini berkebalikan dengan nilai historisnya, saat ini sungai Ci Tarum sedang mengalami krisis berkepanjangan. Kerusakan DAS Ci Tarum sudah dimulai dari hulu sampai hilir. Pada hulu DAS Ci Tarum kerusakan terjadi pada perubahan ekosistem, yang dahulunya adalah hutan sekarang sudah berganti peran menjadi kebun sayuran. Perubahan ini mengakibatkan erosi tanah yang tidak terbendung sehingga sedimentasi yang tinggi terjadi pada DAS Ci Tarum. Kondisi serupa juga terjadi pada bagian tengah sampai hilir DAS. Selain sedimentasi tinggi hal ini juga berdapampak pada bencana alam lain seperti longsor dan banjir yang terjadi di kawasan Bandung Selatan.

Kualitas air DAS Ci Tarum pun sudah tidak layak. Hasil uji klinis pada air DAS Ci Tarum ditemukan unsur-unsur yang berbahaya seperti merkuri, coliform serta kandungan logam berat. Hal tersebut dapat terlihat dari perbedaan warna, kekentalan bahkan nilai pH air sungai. Rusaknya kualitas air tersebut diakibatkan oleh pencemaran berbagai limbah baik industri maupun rumah tangga. Menurut data terdapat 1.900 industri penghasil Limbah, 90% IPAL belum sesuai dan 340.000 ton/hr limbah cair yang berperan merusak kualitas DAS Ci Tarum. Jika keadaan seperti ini terus menerus dibiarkan akan sangat mengancam bagi lingkungan maupun masyarakat itu sendiri mengingat peran dari sungai Ci Tarum yang sangat vital.

Revitalisasi Daerah Aliran Sungai Ci Tarum dicanangkan Pemerintah Pusat sebagai upaya mengembalikan peran dan fungsi DAS Ci Tarum dengan mengusung moto “Ci Tarum Harum”. Namun, revitalisasi DAS Ci Tarum ini merupakan pekerjaan besar yang melibatkan peran dari tingkat pusat, Provinsi hingga Kabupaten/Kota dan juga membutuhkan waktu. Presiden Joko Widodo mengatakan, revitalisasi DAS Ci Tarum merupakan pekerjaan panjang dan bukan sekedar seremoni, seperti yang sudah sudah. Dikutip dari Kompas.com bapak Jokowi juga mengatakan bahwa beliau akan datang secara rutin, bisa per tiga bulan atau per enam bulan, untuk memastikan bahwa program ini betul betul berjalan.

Sungai Ci Tarum memang sejak lama tidak diurus tetapi belum terlambat untuk menatanya kembali. "Saya perlu mengingatkan, pekerjaan ini tidak mungkin selesai 1-2 hari,  1-2 bulan, atau 1-2 tahun. Sudah kami hitung, pekerjaan ini akan diselesaikan dari hulu, tengah,  sampai hilir.  Insya allah,  dalam 7 tahun," tutur Bapak Joko Widodo dikutip dari halaman Kompas.Com. Jokowi menambahkan jika revitalisasi DAS Ci Tarum ini berhasil akan dijadikan contoh untuk revitalisasi DAS lainnya di Indonesia.

 

Editor : MS. Ansori

Dokumentasi : Tim BPTP



Sumber : BPTP Disbun Jabar
Dibaca : 3211 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya