•    
  •    
  •    
  •    
20 Maret 2018 18:04:08 0

BANDUNG-Gubernur Jawa Barat “Ahmad Heryawan” menyempatkan diri untuk membuka pameran pembangunan Jawa Barat LKPJ 2017 dan LKPJ AMJ 2013-2018, sesaat sebelum menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2017 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat.

Perhelatan yang digelar satu kali dalam setahun tersebut, menampilkan Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2017 di halaman depan Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22 Bandung, pada Senin (19 Maret 2018).

Dalam sambutan pembukaannya, Aher mengatakan kinerja Pemprov Jawa Barat sejak tahun 2013 hingga tahun 2018 ini, sudah cukup memuaskan dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.

"Saat kampanye dulu kami selalu menekankan pada kinerja, dan kinerja.  Kini Alhamdulillah telah tuntas 90 persen, menurut Kementerian Dalam Negeri”, katanya. “Akan tetapi, menurut Bappeda, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalankan janji kampanye dan RPJMD sudah mencapai 95%. Jadi, perolehan kinerja sudah bagus," lanjutnya.

Pihaknya juga tak lupa menuturkan bahwa,  Jawa Barat telah meraih 41 penghargaan nasional selama kurun waktu tahun 2017 ini dan sepanjang masa kepemimpinan beliau periode 2008-2018 (10 tahun) telah meraih sebanyak 268 penghargaan, cukup banyak... tuturnya.

“Pameran ini merupakan bagian kecil dari apa yang sudah dikerjakan dari tahun 2013 sampai 2018” ini, katanya sambil mendaulat bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil karya dan kerja seluruh masyarakat Jawa Barat, mulai dari ASN Jabar, Perguruan Tinggi, pihak swasta, BUMN dan BUMD.  Gubernur hanya sebagai dampak dari kinerja semuanya, ujar beliau.

Untuk itu pihaknya tak lupa mengucapkan terimakasih atas semua dukungan OPD , para eselon, ASN dan masyarakat Jawa Barat,  “terimakasih kerja sama dan perhatiannya”, tutur Aher.

Namun demikian, Aher juga menyadari masih  terdapat beberapa hal yang belum sempurna dalam kinerja pembangunan Provinsi Jawa Barat. Pihaknya   mencontohkan tentang pembangunan Masjid Al-Jabbar yang dimasa kepemimpinannya hingga kini belum juga tuntas.

"Tak selesainya ini dikarenakan ada urusan teknis untuk menjaga akuntabilitas, bersihnya pembangunan kita dari prilaku korupsi. Lebih baik lambat daripada dikemuadian hari ada persoalan hukum," tutupnya mengakhiri sambutannya.

Usai memberikan sambutan, pihaknya langsung membuka secara resmi dengan ditandai pemukulan kendang di atas panggung utama dan   pengguntingan untaian melati yang sudah disiapkan pada gerbang masuk tenda lingkup bidang ekonomi.

Selanjutnya Aher bersama pejabat lainnya, berjalan menuju tenda lingkup bidang ekonomi. Dengan memberikan aba-aba, Aher langsung menggunting untaian melati dan mengunjungi setiap stand yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Di sisi kiri dan kanan halaman  Gedung Sate berdiri beragam stand dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Barat. Setiap OPD mempresentasikan hasil kerjanya di stand masing-masing melalui cara dan desain yang berbeda.

Ada yang menampilkan slide di layar televisi, ada pula yang menampilkan produk khas Jawa Barat. Salah satunya Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat yang memamerkan produk teh  dan kopi Java Preanger yang keduanya telah mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM di standnya. Tertata rapi berbagai varian teh, mulai dari teh putih (white tea), teh hijau (green tea) dan juga kopi arabikanya. 

Hal yang tak kalah menariknya terdapat atlas peta kawasan pengembangan kopi arabika di Jawa Barat disamping buku kopi dan teh lainnya, hasil karya Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat di bawah pimpinan Arief Santosa.  Jadi bagi yang ingin mengembangkan kopi arabika, dapat merujuk lokasi melalui atlas peta tersebut.

Setelah berkeliling menyambangi satu persatu stand pameran, Aher, tak berselang lama, langsung menuju Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menghadiri Rapat Paripurna.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 631 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya

Index Berita