•    
  •    
  •    
  •    
03 April 2018 09:34:01 0

Saat ini, untuk menginformasikan suatu data dapat dilakukan dengan beberapa hal, salah satunya dengan menampilkan berbagai macam gambar dengan tujuan membuat data tersebut menjadi lebih  lengkap dan tentunya menarik untuk dibaca. Pada tanggal 27 – 29 Maret 2018, Direktorat Perlindungan Perkebunan Kementrian Pertanian R.I melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pengoperasian Drone, khususnya bagi petugas perlindungan perkebunan dan umumnya bagi Direktorat Jenderal Perkebunan serta Petugas Pengamat OPT atau Brigade Kebakaran dalam melaksanakan pengamatan dan pemantauan kebakaran lahan dan kebun.

Kegiatan tersebut bertempat di Hotel Whiz Prime Bogor dan dihadiri oleh peserta yang terdiri dari sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan, Surabaya, Ambon, dan BPTP Pontianak serta dari Dinas yang membidangi perkebunan. Kegiatan Bimbingan Teknis Pengoperasian Drone ini bertujuan untuk melatih petugas perlindungan perkebunan/pengamat OPT/Brigade Proteksi Tanaman/Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun agar dapat mengoperasionalkan drone sebagai sarana pengamat OPT dan pemantauan kebakaran. Dalam arahan yang diberikan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan disebutkan bahwa sesuai amanat UUD No. 39 Tahun 2014 tentang perkebunan bahwa perlindungan perkebunan dilakukan melalui pemantauan, pengamatan dan pengendalian OPT. Melalui pemantauan dan pengamatan OPT akan diperoleh gamabaran tentang adanya serangan OPT, intensitas serangan dan informasi yang digunakan untuk merencanakan tindakan pengendalian yang tepat. Selanjutnya dalam rangka pencegahan kebakaran lahan dan kebun perlu dilakukan patroli yang rutin di bulan-bulan kering untuk memantau titik api. Pemantauan titik api secara dini dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan secara luas. Untuk mendukung dalam pelaksanaan pengamatan dan pemantauan OPT maupun titik api, petugas pengamat OPT maupun Brigade Kebakaran perlu dilengkapi dengan sarana pengamatan berupa pesawat tanpa awak (Drone) dan diberikan kemampuan untuk mempergunakannya dalam pengambilan foto dan merekam gambar dalam jarak dan ketinggian yang diinginkan untuk mengamati serangan OPT dan pematauan titik api di wilayah perkebunan.

Dalam arahannya beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis Pengoperasian Drone sangat penting dilakukan dalam menghasilkan petugas perlindungan dalam menguasai penggunaan drone secara benar untuk mengamati serangan OPT dan pemantauan kebakaran lahan dan kebun. Materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber pada kegiatan Bimtek tersebut diantaranya kebijakan perlindungan perkebunan, peraturan dan regulasi penggunaan drone, pengenalan umumpesawat udara tanpa awak/drone, kode etik pengendalian drone, dasar menerbangkan drone untuk kegiatan inspeksi, dan praktek lapangan pengoperasian drone.

 

Editor : MS. Ansori

Dokumentasi : Tim BPP Disbun Jabar



Sumber : BPP Disbun Jabar
Dibaca : 227 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya