•    
  •    
  •    
  •    
13 April 2018 14:19:28 0

Lebakmuncang, 12 April 2018

Demfarm merupakan sebuah metode percontohan yang dilaksanakan oleh kelompok tani untuk memperlihatkan secara nyata hasil dari penerapan inovasi teknologi yang telah teruji. Demfarm atau Demonstrasi Farming, memiliki tujuan yaitu untuk mempercepat diseminasi teknologi pada petani, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan teknologi, serta secara tidak langsung untuk meningkatkan kekuatan kelembagaan petani. Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) memiliki sebuah inovasi teknologi untuk perlindungan perkebunan yaitu Agensia Pengendali Hayati (APH) Cair dengan keluarannya sebagai Metabolit Sekunder. Pada kegiatan kali ini BPP menerapkan Demfarm Metabolit Sekunder pada tanaman teh di Kelompok Tani Tani Barokah Kampung Cisero Batululumpang, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Kegiatan Demfarm ini diawali dengan sosialisasi mengenai teknis-teknis kegiatan di antaranya, penjelasan mengenai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utama tanaman teh, teknis pengamatan OPT, teknis pembuatan dan aplikasi Metabolit Sekunder berbahan dasar Starter Trichoderma spp. Sesuai dengan motto BPP yaitu Musuh Alami Lestari, OPT Terkendali, Lingkungan Aman dan Asri, maka sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), BPP mengimbau kepada petani untuk mulai menerapkan konsep PHT. Salah satunya adalah dengan melakukan penerapan inovasi teknologi Metabolit Sekunder yang merupakan pengendalian secara hayati.

Dalam istilah pengendalian OPT dikenal dengan istilah pemantauan dan pengamatan sebagai salah satu langkah awal untuk mengetahui persentase serangan OPT, serta untuk menentukan jenis pengendalian yang akan dilakukan selanjutnya. Teknis pengamatan yang dilakukan pertama-tama dengan membuat blok pengamatan seluas 10 m x 10 m di setiap kebun percobaan masing-masing petani. Dalam satu petak blok dilakukan pemetikan pucuk dengan interval waktu 10 hari. Pucuk-pucuk yang sudah dipetik tersebut kemudian diambil segenggam (± 80-125 pucuk) dan diamati jenis-jenis OPT yang menyerang. Organisme Pengganggu Tumbuhan yang ditentukan adalah Hama Penghisap Daun Teh (Helopeltis antonii dan Empoasca vitis), Hama Ulat (Jengkal, Kantong, Penggulung Daun), dan Penyakit Cacar Daun Teh (Exobadium vexans). Keempat jenis OPT tersebut dihitung intensitas serangannya dengan cara menghitung jumlah daun terserang OPT dibagi dengan jumlah pucuk daun yang diamati dan dikalikan 100%, untuk selanjutnya dicatat pada tabel pengamatan. Nilai persentase serangan tersebut akan menentukan jenis kategori serangan berat atau ringan. Selain itu, perhitungan intensitas serangan dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi Metabolit Sekunder Trichoderma spp. dalam menekan serangan OPT.

 Sebelumnya sudah dilakukan uji coba bahwa dosis 20 ml/liter air sudah efektif dan efisien untuk mengendalikan OPT tanaman perkebunan. Kelebihan dari metabolit sekunder ini adalah dapat mengendalikan OPT secara sistemik maupun kontak. Contohnya OPT pada tanaman kelapa di Kota Banjar, Oryctes rhinoceros dapat dikendalikan dengan metabolit sekunder dengan cara infus batang. Selain diaplikasikan pada OPT kelapa, metabolit sekunder juga sudah diujicobakan pada tanaman tembakau di Desa Sukanagara, Soreang dan tanaman kopi di Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Dan hasilnya OPT dapat terkendali dan kualitas hasil produksinya menjadi grade 1, contohnya pada hasil rajangan halus daun tembakau yang diaplikasikan metabolit sekunder aromanya menjadi lebih harum. Pada hasil produksi air nira kelapa juga warna air niranya menjadi lebih kemerahan dan jumlahnya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Petani sangat antusias dengan metabolit sekunder ini, karena cara pembuatannya tidak sulit dan resiko kontaminasinya sangat kecil.

Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan demfarm ini, petani dapat memproduksi metabolit sekunder secara mandiri sehingga kebun mereka terawat dan terkendali dari OPT.

 

Editor  : MS. ANSORI

Dokumentasi : Tim UPTD BPP DISBUN JABAR



Sumber : BPP Disbun Jabar
Dibaca : 886 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya