•    
  •    
  •    
  •    
16 Mei 2018 13:36:10 0

BANDUNG - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melalui Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan menyelenggarakan Validasi Statistik Perkebunan Angka Tetap 2017 di Hotel Amaroossa, Jl. Aceh No 71A, Bandung (14-15 Mei 2018). Validasi dihadiri oleh peserta yang merupakan petugas pengumpul dan pengolah data statistik tingkat kabupaten dan perwakilan bidang/balai Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan menghadirkan Narasumber dari PT. Rajawali II (RNI).

Validasi dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan (Arief Santosa, SE.,MSc). Dalam sambutan arahannya, Arief menyampaikan harapannya agar para petugas statistik tingkat kabupaten/kota dapat lebih bisa berinteraksi dengan Kepala Dinas nya masing-masing untuk bisa melihat potensi tanaman perkebunan sehingga dapat memberikan pemahaman dan masukan untuk meningkatkan produk unggulan di masing masing kabupaten kota.

Beliau juga menambahkan agar para petugas statistik kabupaten/kota benar-benar fokus dalam mengolah dan menampilkan data komoditas yang bagus dan sesuai dengan kondisi di lapangan dan segala aspek dari hulu ke hilirnya. Untuk unggulan daerah silahkan unggulkan dari mulai data eksistingnya, kelompok tani dan segala sisi aspek pendukung kegiatannya disiapkan, sehingga dapat difasilitasi dari provinsi dan pusat.

Sedangkan Narasumber dari RNI, Hery Novianto, SP yang menjabat sebagai Kepala Bagian Tanaman Tebu Rakyat PT. PG Rajawali II memaparkan kondisi Luas dan Produksi Tebu Rakyat di Jawa Barat yang sedang mengalami penurunan, hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor dari mulai pendanaan, pupuk, budidaya dan pengolahan serta faktor lain seperti regulasi Pemerintah Pusat dan Daerah, harga gula yang masih kurang menarik petani, penyerobotan lahan di PG Jatitujuh oleh FKAMIS, produktivitas yang semakin menurun, biaya pokok produksi yang tinggi, sewa lahan yang semakin mahal, sebagian areal yang beralih fungsi menjadi perumahan dan industri, keuntungan dari usahatani tebu yang belum maksimal dibanding dengan komoditi lain, tenaga kerja yang diperkirakan semakin berkurang dan regenerasi tenaga kerja yang kurang berjalan baik.

hery menjelaskan pula bahwa RNI telah melakukan solusi-solusi untuk membantu pendanaan, pemupukan serta budidaya dan pengolahan Tebu Rakyat, selain itu juga solusi lain seperti mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada petani, berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam mensukseskan program pertebuan, pemberian insentif kepada petani antara lain bantuan alat mekanisasi, program demoplot, dan bantuan benih.

Acara validasi yang berlangsung selama 2 hari ini berlanjut dengan acara desk pembahasan data statistik menurut kabupaten/kota, yang akan dipandu oleh petugas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Fokus pembahasan dalam desk validasi adalah meliputi: kesesuaian tolok ukur data informasi, kerangka logis data statistik, konsistensi data time series dan updating data.



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 386 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya

Index Berita