•    
  •    
  •    
  •    
24 Mei 2018 10:55:46 0

Pada hari senin tanggal 14 Mei 2018 telah dilakukan sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan di Depok Jawa Barat, dipimpin oleh Direktur Perbenihan Ditjen Perkebunan Kementan. Dalam sidang pelepasan varietas membahas usulan-usulan varietas tanaman kapas, tembakau, aren, tebu dan kelapa sawit.  Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan pelepasan varietas tembakau mole merah dan mole putih dari Kabupaten Sumedang dan Majalengka, yaitu Sano, juhana, Kenceh, Rayud, Jablay, dan Manohara, berdasarkan hasil pembahasan dalam sidang  pembahasan oleh penguji dari berbagai akademisi, peneliti dan praktisi yang cukup alot pada jam 23.00 masing disetujui dilepas dengan nama Temangi, Hanjuang, Kenceh, Sigalih, Citrasari, dan Kubangsari, sedangkan sedangkan Pemerintah Kabupaten Garut juga mengajukan varietas tembakau mole garut: Adung 1, Adung 2, Darwati, Darwati 2, dan Jumbo yang masing masing disetujui dilepas dengan nama Tegar A1, Tegar A2, Tegar D1, Tegar D2, dan Tegar J.  Dengan demikian di Jawa Barat telah telah dilepas 11 varietas tembakau unggul lokal yang dapat dikembangkan secara legal sesuai ketentuan UU No. 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman, PP No. 44 Tahun 1995 tentang perbenihan tanaman, dan Permentan No. 50 Tahun 2015 tentang produksi, sertifikasi, dan peredaran benih bina.

Varietas-varietas tembakau unggul lokal tersebut dilepas atas inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang.  Yang melatarbelakangi pelepasan varietas diawali dengan minat pekebun tembakau di Kabupaten Sumedang, Majalengka, Garut, dan Bandung yang mengembangkan varietas tersebut dan mendapatkan penghasilan yang bagus dari hasil rajangannya.

Tembakau mole adalah tembakau rajangan halus yang berkembang di Jawa Barat, mempunyai ciri khas dalam hal aroma, warna dan rasa. Di Jawa Barat, tembakau mole berkembang utamanya di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka dan Bandung (Sesanti, 2018).

Hasil pengujian menunjukkan bahwa Kultivar Sano, Juhana, dan Kenceh adalah kultivar-kultivar yang sesuai menjadi olahan mole merah, telah berkembang dan diminati pekebun tembakau di Kabupaten Sumedang. Ke tiga kultivar tersebut telah dilepas sebagai varietas unggul lokal Sumedang, dengan nama masing-masing kultivar: Temangi, Hanjuang, dan Kenceh.  Kultivar Rayud, Jablay, dan Manohara adalah kultivar-kultivar yang sesuai menjadi produk olahan mole putih, telah berkembang dan diminati petani tembakau di Kabupaten Majalengka.  Ke tiga kultivar tersebut telah dilepas sebagai varietas unggul lokal tembakau mole Majalengka, dengan nama masing-masing kultivar: Sigalih, Citrasari, dan Kubangsari.  Dengan telah melalui pelepasan varietas unggul lokal ini, status benih ke enam kultivar tersebut telah meningkat dari benih non bina menjadi benih bina artinya dapat dikembangkan secara legal.

Pada kesempatan sidang pelepasan varietas, perwakilan dari pemerintah daerah pengusul juga diberi kesempatan untuk memberikan komentar dan dukungan terhadap hasil penelitian yang dilakukan pemulia terkait dengan latar belakang usulan pelepasan varietas dan prospek pengembangan komoditas.

Lembaga pengusul varietas bukan hanya dari Jawa Barat, tetapi beberapa lembaga swasta dan pemerintah dalam hal ini para pemulia tanaman yang bekerjasama dengan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten, masing-masing terdiri dari:

  1. Balai Penelitian Pemanis dan Serat (Balittas) Malang mengusulkan tanaman Kapas.
  2. Balai Penelitian Pemanis dan Serat (Balittas) Malang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut mengusulkan tanaman tembakau.
  3. Balai Penelitian Pemanis dan Serat (Balittas) Malang bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Jawa Barat mengusulkan tanaman tembakau.
  4. Balai Penelitian Tanaman Palma Manado bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Banten mengusulkan tanaman aren.
  5. Serikat Sejahtera Utama Lampung mengusulkan tanaman tebu.
  6. Panca Surya Garden Pekanbaru mengusulkan tanaman kelapa sawit.

Seluruh usulan tersebut disajikan oleh masing-masing pemulia dan   mempertahankan hasil penelitian masing-masing galur yang diajukan dan telah diuji hadapan para penguji yang sangat profesional di bidangnya masing-masing, baik dari pendekatan ketahanan terhadap serangan hama penyakit, kualitas produk, indek mutu, indek tanaman, maupun aspek sosial ekonomi.

Hasil sidang pelepasan varietas tidak seluruhnya lulus dapat dilepas disebabkan beberapa faktor di antaranya disebabkan berdasarkan hasil penelitiannya bahwa tingkat produktivitas varietas yang diusulkan di bawah standar minimal dan rentan terhadap serangan hama penyakit tertentu, dan bagi yang lulus dilepas terdapat beberapa catatan penguji untuk penyempurnaan.  Setelah seluruh catatan dipenuhi akan segera ditetapkan dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian tentang pelepasan varietas.

Diharapkan dengan telah dilepasnya varietas tembakau unggul lokal Jawa Barat dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan terus melakukan diversifikasi produk tembakau tidak hanya menjadi rokok tetapi menjadi pestisida nabati, minyak atsiri, pupuk, bio oil yang penggunaannya memberikan manfaat tambahan tidak saja bagi pekebun tembakau tetapi juga bagi masyarakat pada umumnya.

 



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 292 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya