•    
  •    
  •    
  •    
04 September 2018 09:53:15 0

Dinas Perkebunan Jawa Barat melalui Bidang Produksi Perkebunan telah mengadakan Kegiatan pertemuan teknis rejuvinasi (rehabilitasi) pada tanaman kopi pada tanggal 29-30 Agustus 2018 di Desa Mekarwangi, Kec. Langkap Lancar Kab. Pangandaran dan Desa Andapraja, Kec. Raja Desa Kab. Ciamis yang diikuti para anggota kelompok tani di lokasi tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan informasi tentang cara teknis rejuvinasi dan meningkatkan wawasan kepada para petani dalam hal pemeliharaan sesuai dengan teknis budidaya tanaman kopi.

Narasumber yang dihadirkan dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitri) yaitu  Drs. M. Laba Udarno menjelaskan bahwa rejuvinasi tanaman kopi dilakukan untuk memperbaiki setiap tanaman kopi yang kondisinya telah rusak, agar pertumbuhan, produktivitas, mutu dan citarasa tanaman kopi kembali membaik. Adapun contoh tanaman yang harus di rejuvinasi meliputi: 1) Umur tanaman yang sudah tua (>15 tahun), tapi pertumbuhan batang baik, perakaran normal dan sehat, 2) Produktivitas dan mutu rendah, 3) Populasi tanaman per ha > 50%.

Selanjutnya tahapan rejuvinasi dibagi menjadi 2 bagian, yaitu rejuvinasi cabang dan batang.

  1. Rejuvinasi Cabang
  • Tahun Pertama
  • Setelah panen: tanaman kopi dalam barisan selang tiga baris dipotong setinggi 30-50 cm di atas permukaan tanah.
  • Pada tanaman tersebut akan tumbuh wiwilan
  • Dipilih 1-2 wiwilan yang pertumbuhannya paling baik
  • Umur 3-4 bulan, wiwilan tersebut dapat disambung dengan entres asal klon unggul anjuran (cabang ortotrop)
  • Tahun kedua, ketiga dan keempat

Setelah panen: separuh dari tajuk yang masih tersisa  dipangkas pada jarak sekitar 10 cm di atas tempat tumbuh wiwilan.

      2.Rejuvinasi Batang

  • Tahun Pertama
  • Setelah panen: tanaman kopi dalam barisan selang tiga baris dipotong setinggi 30-50 cm di atas permukaan tanah.
  • Pada tanaman tersebut akan tumbuh wiwilan
  • Dipilih 1-2 wiwilan yang pertumbuhannya paling baik
  • Umur 3-4 bulan, wiwilan tersebut dapat disambung dengan entres asal klon unggul anjuran (cabang ortotrop)
  • Tahun kedua, ketiga, dan keempat

Rejuvinasi dilaksanakan pada baris-baris tanaman kopi yang belum direjuvinasi.

Dengan diterapkannya teknik rejuvinasi pada budidaya kopi, diharapkan dapat meningkatkan produksi, produktivitas serta mutu hasil dari tanaman kopi.         



Sumber : Disbun Jabar
Dibaca : 345 x

Komentar Berita


Jangan Tampilkan Email Saya

Index Berita