•    
  •    
  •    
  •    

Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si

Ahmad Heryawan (Aher) lahir dari keluarga kecil di pinggiran kota Sukabumi. Sejak Aher kecil dia rutin membawa gorengan buatan tetangganya untuk dijual di sepanjang perjalanannya ke sekolah. Hal tersebut ia lakukan sejak bangku sekolah dasar hingga SMA.

Selepas lulus dari bangku kuliah, Heryawan mulai meniti karier sebagai pengajar dan mubaligh. Ia aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain Ma’had Al Hikmah, Dirosah Islamiyyah Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, dan Pusat Studi Islam Al Manar. Selain itu ia juga aktif di Persatuan Umat Islam sejak tahun 1991 dan dipercaya untuk menjabat ketua umum dari tahun 2004 sampai saat ini.

Karier Aher di dunia politik berawal dengan bergabungnya ia bersama Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera). Heryawan terpilih menjadi salah satu anggota legislatif Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1999. Usai Pemilu 2004, Aher menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009, dan pada tahun 2007 Aher mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat bersama Dede Yusuf, meskipun pada saat pilkada tersebut sebagian besar pengamat memandangnya memiliki peluang yang sangat kecil dibandingkan dengan cagub/wagub lainnya tetapi ternyata sebagian besar masyarakat Jawa Barat menaruh harapan besar terhadap munculnya kepemimpinan baru yang masih muda, bersih dan berkualitas.

Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh sebuah media cetak nasional. Pada tahun 2012, Ahmad Heryawan mencalonkan kembali sebagai Gubernur Jabar dengan didampingi Deddy Mizwar.

Pada Pilgub Jabar 2013, Ahmad Heryawan sempat disergap isu kurangnya dukungan dari salah satu partai, yaitu Partai Persatuan Pembangunan, namun akhirnya pasangan cagub-cawagub Aher-Demiz (Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar) dapat maju ke Pilgub Jabar yang digelar pada hari Minggu, 24 Februari 2013. Akhirnya pada tanggal 3 Maret 2013 Pasangan Cagub - Cawagub nomor 4 Aher-Demiz ditetapkan menjadi pemenangan Pilgub Jabar dan akan memimpin Jabar selama periode 2013 - 2018, pasangan ini meraih 6.515.313 suara atau sekitar 32 persen dari suara sah dari 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Ahmad Heryawan mengklaim bahwa hampir 80 persen warga Jawa Barat mendukung pencalonan dirinya sebagai calon presiden Republik Indonesia pada pemilu 2014. Ia mengukuhkan diri meski Partai Keadilan Sejahtera belum mengumumkan calon presiden yang akan diusung. Ketua DPW PKS Jawa Barat pun mengklain setidaknya delapan provinsi mendukung Ahmad Heryawan menjadi calon presiden. Deddy Mizwar pun mendukung Ahmad Heryawan menjadi calon presiden dan siap untuk menggantikan posisinya jika terpilih menjadi presiden. Sekelompok masyarakat yang menyebut diri mereka Barisan Ahmad Heryawan (Baraya) muncul di Garut untuk mendukung penuh Ahmad Heryawan.

Dari dalam PKS sendiri, Ahmad Heryawan akan bersaing dengan Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Salah satu metode kampanye yang dilakukannya adalah dengan menemui masyarakat secara langsung dari pasar hingga tukang ojek. Slogan yang diusungnya adalah "Super", yang merupakan singkatan dari security, prosperity, dan religious. Ia menghendaki terbentuknya masyarakat yang memiliki ketenteraman, kesejahteraan, dan agamis.

Selain Ahmad Heryawan, tiga gubernur lainnya yang juga merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera akan mendukung pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yaitu Abdul Ghani Kasuba (Gubernur Maluku Utara), Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumatera Utara), dan Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat). Peran Ahmad Heryawan sebagai tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dikritik oleh tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan meminta Ahmad Heryawan mundur sebagai gubernur atau cuti. Sedangkan menurut UU No 42 Tahun 2008, kepala daerah mempunyai hak untuk menjadi tim sukses dan juru kampanye selama dilakukan di luar hari kerja. Untuk itu, Ahmad Heryawan dan wakil gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengajukan cuti kepada Meneri Dalam Negeri Republik Indonesia Gamawan Fauzi namun pelaksanaan cuti dilakukan di waktu yang berbeda supaya tidak terjadi kekosongan kekuasaan di Jawa Barat.

Jawa Barat di bawah Ahmad Heryawan

Selain itu, pendidikan agama tidak luput dari perhatian Ahmad Heryawan selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, seperti membuka perkemahan santri pada bulan Desember 2008. Selain pendidikan formal, Ahmad Heryawan juga bergerak di pendidikan informal demi pemberantasan buta huruf dan memperbaiki kesejahteraan perempuan, serta peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, terutama bagi perempuan yang menikah di usia dini. Angka kematian ibu melahirkan di Jawa Barat ada pada kisaran 215 kematian setiap 100 ribu kelahiran per tahun. Angka itu menempatkan Jawa Barat pada posisi kedua tertinggi setelah Nusa Tenggara Barat.

Ahmad Heryawan juga mencanangkan program "Tabunganku" pada Februari 2010 yang ditujukan kepada para pelajar. Program ini menargetkan peningkatan jumlah nasabah dari kalangan pelajar SD hingga SMA dan sederajat untuk melatih mereka dalam mengelola keuangan serta "sebagai langkah awal bagi masyarakat khususnya ekonomi menengah ke bawah dalam memanfaatkan produk-produkperbankan".

Di bidang perguruan tinggi, Ahmad Heryawan berencana menambah enam perguruan tinggi baru di Indonesia dan menambah satu cabang untuk Institut Pertanian Bogor. Hal ini direncanakan karena rasio jumlah perguruan tinggi terhadap jumlah penduduk Jawa Barat relatif kecil, dan perguruan tinggi negeri di Jawa Barat cenderung menjadi favorit mahasiswa dari seluruh Indonesia sehingga jumlahnya harus diperbanyak.

Untuk Pekan Olahraga Nasional ke 16 yang akan berlangsung di Jawa Barat, Ahmad Heryawan memilih maskot berdasarkan satwa khas Jawa Barat, yaitu monyet surili jawa(Presbytis comata). Primata ini berstatus spesies terancam oleh IUCN. Primata ini dipilih karena memiliki "tanda ragawi yang mewakili kebersamaan sekaligus mengekspresikan realita yang sangat lekat dengan suku Sunda sebagai penopang inti masyarakat Jawa Barat."

Selain infrastruktur jalan raya, Ahmad Heryawan juga memfokuskan pada penyediaan listrik bagi masyarakat dengan menetapkan program Jawa Barat Caang 2010. Kata caangberasal dari bahasa Sunda yang berarti "terang". Dengan program ini, jumlah jangkauan listrik oleh masyarakat di Jawa Barat diharapkan mencapai 100 persen dari angka sebelumnya pada tahun 2009 yang hanya 64.5 persen. Sistem pelelangan proyek dilakukan secara elektronik.

Bersama dengan Prancis, Ahmad Heryawan menjajaki kerja sama proyek di berbagai infrastruktur seperti pembangkit listrik dan rel kereta api. Detail bentuk kerja sama dan waktu pelaksanaannya belum dirumuskan secara rinci.

Aspek Lingkungan juga tidak lepas dari perhatian Gubernur Ahmad Heryawan. Sebelumnya, pada tahun 2007, situs berita The Daily Mail pernah membahas polusi di sungai Citarum dengan judul "Apakah ini sungai paling tercemar di dunia?" (Is this the world's most polluted river?). Kemudian, pada tanggal 10 April 2014, The Daily Mail menjuluki Citarum sebagai "sungai terkotor di dunia" akibat banyaknya sampah dan limbah kimia di sana. Ahmad Heryawan menyatakan bahwa Jawa Barat harus dapat merealisasi program pembersihan sungai Citarum dengan target air sungai bersih dan memenuhi kualitas setara dengan air minum paling lambat tahun 2015, seperti yang tertuang dalam program Badan Perencanaan Daerah tentang program Citarum 10km. Kebersihan sungai Citarum dianggap penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ahmad Heryawan juga tidak ragu untuk mempidanakan industri yang terbukti mencemari sungai Citarum. Dibutuhkan sekitar 120 miliar rupiah untuk pembersihan Sungai Citarum ini. Asosiasi Pengusaha Indonesia dan sekitar 100 LSM mendukung program pembersihan Sungai Citarum.

Dalam bidang konservasi kehutanan di Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengusulkan untuk membeli hutan rakyat untuk memperluas kawasan konservasi. Ahmad Heryawan beralasan bahwa kawasan hutan di Jawa Barat yang disebut gundul oleh berbagai pihak adalah hutan rakyat sehingga dengan membeli hutan rakyat pelestariannya dapat dikelola oleh pemerintah.

Gubernur Ahmad Heryawan sangat paham dengan sejarah panjang perkembangan perkebunan di Jawa Barat sejak jaman kolonial hingga sekarang, dimana aktivitas usaha perkebunan Teh, Kopi dan Kina telah mendominasi kehidupan perekonomian masyarakat Jawa Barat sejak dulu sampai sekarang. Komoditas-komoditas perkebunan yang umumnya sangat laku dipasaran ekspor menjadi perhatian khusus Gubernur Ahmad Heryawan. Adapun beberapa langkah kebijakan penting dalam mendorong sub sektor perkebunan yang telah dilakukan oleh Ahmad Heryawan antara lain adalah memfasilitasi pengembangan perkebunan teh rakyat dari hulu hingga ke hilir, memfasilitasi pengembangan benih unggul Kopi Arabika Java Preanger sehingga mendapatkan pengakuan sertifikat Indikasi Geografis dari Kemenkumham pada tahun 2013. Dalam berbagai kesempatan Ahmad Heryawan selalu rajin mensosialisasikan komoditas perkebunan khususnya Teh dan Kopi menjadi icon Jawa Barat. Pada pekan Pencanangan Gerakan Agribisnis Perkebunan Jawa Barat Tahun 2014, Ahmad Heryawan pun kembali menjanjikan akan memberikan bantuan satu juta bibit kopi kepada petani, dimana dalam kesempatan tersebut Jawa Barat dikatakan cocok untuk menanam kopi karena fitur geografi yang berupa pegunungan dengan cuaca yang dingin.

Pada bulan April 2010 Ahmad Heryawan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad membuka program minapolitan di Kabupaten Sukabumi.

Website Priangan.org dibentuk di masa pemerintahan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar untuk membantu para petani dan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di berbagai pasar di Jawa Barat. Website Priangan.org juga bertujuan untuk mencegah inflasi karena membantu petani dan konsumen untuk membuat keputusan mengenai kapan waktu yang tepat dalam melakukan jual-beli sehingga mencegah harga berfluktuasi terlalu tinggi. Website ini terintegrasi dengan telepon seluler dan bisa diakses melalui SMS.

Di bidang olah raga juga mendapat perhatian khusus dari Gubernur Ahmad Heryawan, dimana berbagai even olahraga baik yang bersifat khusus maupun bersifat masal sering diselenggarakan dilingkungan Pemprov Jawa Barat, seperti even tahunan POR Pemprov yang diikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Pemprov Jabar, serta kegiatan Sepeda Santai dan Jalan Santai bersama masyarakat yang selalu diagendakan pada setiap acara besar Pemprov Jabar.

Ahmad Heryawan mengubah sistem tender proyek di pemerintahan di Jawa Barat dari yang semula manual menjadi elektronik. Sistem ini disebut dengan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik dan diyakini paling aman untuk menghindari kemungkinan korupsi pada proses tender. Jawa Barat merupakan satu dari lima provinsi di Indonesia yang menerapkan sistem ini; provinsi lainnya yaitu Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo.

Untuk mencegah korupsi dana bantuan sosial menjelang pemilu Presiden Republik Indonesia 2014, Ahmad Heryawan menandatangani kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Hal ini juga mencegah penyerapan dana bantuan sosial yang menurun di saat daerah lain berusaha mencegah penggunaan dana bantuan sosial agar tidak disalahgunakan partai politik tertentu.

Riwayat Pendidikan:

Riwayat Karier:Referensi:

2.^ "Ahmad Heryawan Kembali Raih Doktor Honoris Causa". Galamedia. 18 Juli 2014.

4.^ Sekretaris DPW PPP Jabar: Jabar Tetap Solid Dukung Aher Demiz, diakses dari situs Lensa Indonesia

6.^ "Ahmad Heryawan Kukuh Nyapres". MetroTV News. 26 Maret 2014.

7.^ "PKS Klaim 8 Provinsi Dukung Aher Jadi Capres". Republika. 25 Maret 2014.

8.^ "Deddy Mizwar Dukung Niat Aher Untuk Nyapres". Kompas. 26 Maret 2014.

9.^ "Usung Heryawan Jadi Capres, Baraya Dideklarasikan". Viva News. 3 Maret 2014.

10.^ "Tamsil Yakin Tiga Kandidat Bakal Capres PKS Bisa Majukan Indonesia". Kompas. 24 Maret 2014.

11.^ "Ahmad Heryawan Blusukan ke Pasar Baros". Pikiran Rakyat. 24 Maret 2014.

12.^ "Aher Traktir Nasi Kuning dan Jadi Tukang Ojek". Pikiran Rakyat. 25 Maret 2014.

13.^ "Aher Ajak Mahasiswa Wujudkan 'Indonesia Super'". Republika. 19 Maret 2014.

14.^ "Aher Akui Diminta Bersanding dengan Jokowi". Analis Daily. 31 Maret 2014.

15.^ "Hatta sebut partai pendukung Prabowo solid soal cawapres". Merdeka. 18 Mei 2014.

16.^ "Prabowo Pilih Hatta, Ahmad Heryawan Legawa". Tempo. 19 Mei 2014.

17.^ "Ditunjuk Ketua Tim Pemenangan Jabar Aher Total Football Menangkan Prabowo-Hatta". Inilah. 21 Mei 2014.

18.^ "Heryawan: 9 Kepala Daerah di Jabar Jadi Tim Sukses Prabowo-Hatta". Kompas. 27 Mei 2014.

19.^ "Heryawan Bakal Tarik Deddy Mizwar Masuk Timses Prabowo-Hatta". Suara Merdeka. 27 Mei 2014.

20.^ "Di Jabar, Prabowo-Hatta Raih Keuntungan". JPNN. 3 Juni 2014.

21.^ "PKS Kerahkan 4 Gubernur Menangkan Prabowo-Hatta". Viva News. 22 Mei 2014.

22.^ "Jadi Tim Pemenangan Capres, Aher Diminta Mundur Sebagai Gubernur". Pikiran Rakyat. 24 Mei 2014.

23.^ "Aher Dicurigai Manfaatkan Birokrasi Untuk Prabowo". JPNN. 31 Mei 2014.

24.^ "Tim Jokowi Siap Awasi Gubernur Jabar". Tribun News. 4 Juni 2014.

25.^ "UU Memperbolehkan Kepala Daerah Jadi Tim Sukses". Harian Terbit. 28 Mei 2014.

26.^ "Kampanye Prabowo-Hatta, Gubernur Jabar dan Wakilnya Kompak Cuti". Kompas. 10 Juni 2014.

27.^ "Jadi Jurkam Prabowo-Hatta, Aher Ambil Cuti Jumat Pekan Ini". Detik News. 12 Juni 2014.

28.^ "Anggaran Pendidikan 20% dari APBD Jabar". Gatra. 31 Desember 2008.

29.^ "Gubernur Buka Perkemahan Santri". Pikiran Rakyat. 29 Desember 2008.

30.^ "Pendidikan dan Pernikahan Dini Menjadi Persoalan Perempuan". Tempo. 22 Desember 2008.

31.^ "Gubernur Jabar Lepas Peserta KKN Mahasiswa Unpad". 30 Juni 2009.

32.^ "Gubernur Jabar Wajibkan Pelajar Miliki Rekening Tabungan". TV One News. 20 Februari 2014.

33.^ "Gubernur Akan Bangun Penginapan di Pusdai". Tempo. 9 April 2014.

34.^ "Pemprov Jabar Berencana Tambah Enam Perguruan Tinggi Negeri". Kompas. Selasa, 29 April 2014.

35.^ "Primata Ganteng yang Dekat dengan Masyarakat Sunda". Pontianak Post. 5 Mei 2014.

36.^ "PERBAIKAN JALAN SURADE - SAGARANTEN SUKABUMI JADI PRIORITAS". Antara. 26 Desember 2008.

37.^ "Sebelum Puasa, Semua Jalan Nasional di Jabar Diperbaiki". Detik. 16 April 2014.

38.^ "Gubernur: Jawa Barat 'Caang' 2010". Viva News. 27 Mei 2010.

39.^ "MoU Monorel Bandung Raya dan Alat Pembakar Sampah Diteken". Kompas. 8 April 2014.

40.^ "Bandung monorail to start construction on time in July". Jakarta Post. 10 April 2014.

41.^ "Perancis Tawarkan Berbagai Proyek ke Pemprov Jawa Barat". Kompas. 23 April 2014.

42.^ Shears, Richard (5 Juni 2007). "Is this the world's most polluted river?". The Daily Mail. Diakses 17 April 2014.

43.^ Glennie, Alasdair, dan Cox, Laura (10 April 2014). "The river you can’t see for RUBBISH: Former Indonesian paradise is now clogged with household waste and toxic chemicals dumped by textile factories". The Daily Mail. Diakses 17 April 2014.

44.^ a b "Aher: Iraha Citarum Bisa Diminum". Fajar Makassar. 15 April 2014.

45.^ "Penindakan Terhadap Industri Pencemar Citarum akan Kembali Diintensifkan". Pikiran Rakyat. 18 April 2014.

46.^ a b "Program Bestari Butuh Rp 120 M". Galamedia. 23 Juni 2014.

47.^ "Menteri PU: Soal Air, Saya Tak Akan Gurui Gubernur Jabar". Kompas. 6 Mei 2014.

48.^ "Gubernur Jabar Usulkan Pembelian Hutan Rakyat". Seruu.com. 15 Mei 2014.

49.^ "JABAR FASILITASI PENGUATAN USAHA LUMBUNG PANGAN PERDESAAN". Antara. 31 Desember 2008.

50.^ "800 PAKET BANTUAN GUBERNUR JAWA BARAT UNTUK LEMBAGA EKONOMI PRODUKTIF". Diakses 27 Maret 2014.

51.^ "Petani Diminta Tetap Tanam Kedelai". Pikiran Rakyat. 28 Maret 2014.

52.^ "Jawa Barat Dorong Pusat Dirikan Bank Pertanian". Diakses 27 Maret 2014.

53.^ "Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Gubernur Jawa Barat menekan Tombol Selubung Peta Program Minapolitan". Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 8 April 2010. Diakses 8 April 2014.

54.^ "Aher Menerima Award dari SBY". Gala Media. 8 Juni 2014.

55.^ "Kopi Jabar Terbaik". Gala Media. 27 Juni 2014.

56.^ "Gubernur Dorong Pengembangan Agribisnis Kopi Jabar". Pikiran Rakyat. 26 Juni 2014.

57.^ "Jawa Barat Bagian Timur Untuk Industri Padat Karya". Tempo. 22 Maret 2014.

58.^ a b "Tahun Depan, Dua Pertiga Tender Di Jawa Barat Lewat Elektronik". Tempo. 17 Desember 2008.

59.^ "Gubernur Jabar Yakin LPSE Kurangi Korupsi". Detik. 17 Desember 2008.

60.^ "Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 63 Tahun 2009" (pdf).

61.^ "BPKP Awasi Dana Bansos Pemprov Jabar". Tribun News. 22 April 2014.

62.^ "Pemprov Jabar Bukukan WTP Ketiga Secara Beruntun". Suara Merdeka. 18 Juni 2014.

63.^ "Gubernur Jawa Barat Tanggapi Forum Facebook". Viva News. 6 Februari 2009. Diarsipkan dari aslinya tanggal 22 Maret 2014.

64.^ "Gubernur Jabar: Penjualan Gunung Ciremai ke Chevron Hanya Kabar Bohong". Tribun News. 4 Maret 2014.

65.^ "Malam Tahun Baru Gubernur Di Gedung Merdeka dan Pusdai". Pikiran Rakyat. 31 Desember 2009.