•    
  •    
  •    
  •    

Klasifikasi
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
   Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
      Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
         Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
            Sub Kelas: Dilleniidae
               Ordo: Theales
                  Famili: Theaceae
                    Genus: Camellia
                        Spesies: Camellia sinensis (L.) è

 Syarat Pertumbuhan
1. Iklim              

  • Curah hujan sebaiknya tidak kurang dari 2.000 mm/tahun
  • Tanaman memerlukan matahari yang cerah. Tanaman teh tidak tahan kekeringan.
  • Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25 derajat C.
  • Kelembaban udara kurang dari 70%.

2. Media Tanaman

  • Jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andosol, Regosol dan Latosol. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah Podsolik (Ultisol), Gley Humik, Litosol dan Aluvia. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal, struktur remah, berlempung sampai berdebu, gembur.
  • Derajat keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,5-6,0.
  • Berdasarkan ketinggian tempat, kebun teh di Indonesia dibagi menjadi 2 daerh yaitu:(1) dataran rendah: sampai 800 m dpl; (2) dataran sedang: 800-1.200 m dpl; dan (3) dataran tinggi: lebih dari 1.200 meter dpl. Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh.

3. Ketinggian Tempat

      

Manfaat Tanaman
        Daun teh adalah bahan pembuat minuman teh yang populer di dunia. Air teh mengandung kafein, teofilin, vitamin A, B, C, zat yang tidak larut dalam air seperti serat, protein dan pati serta zat yang larut di dalam air seperti gula, asam amino dan mineral. Jadi selain sebagai minuman, teh juga mempunyai nilai gizi. Teh juga bisa dijadikan obat yaitu sebagai antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida.