•    
  •    
  •    
  •    

 

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Arecidae
                         Ordo: Arecales
                             Famili: Arecaceae(suku pinang-pinangan)
                                 Genus: Areca
                                     Spesies: Areca catechu L.

Syarat Tumbuh

  • Tanaman Pinang dapat berproduksi optimal pada ketinggian 0 - 1.000 m dpl (meter diatas permukaan laut). Tanaman pinang idealnya ditanam pada ketinggian dibawah 600 m diatas permukaan laut.
  • Tanah yang baik untuk pengembangan pinang adalah tanah beraerasi baik, solum tanah dalam tanpa lapisan cadas, jenis tanah laterik, lempung merah dan aluvial.
  • Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman pinang sekitar pH 4 – 8.
  • Curah hujan antara 750-4.500 mm/tahun yang merata sepanjang tahun atau hari hujan sekitar 100 – 150 hari.
  • Tanaman pinang sangat sesuai pada daerah yang bertipe iklim sedang dan agak basah dengan bulan basah 3 – 6 bulan/tahun dan bulan kering 4 – 8 bulan/tahun.
  • suhu optimum antara 200 – 320 C. Tanaman pinang menghendaki daerah dengan kelembaban udara antara 50 - 90 %.
  • Penyinaran yang sesuai berkisar antara 6-8 jam/hari.

Kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman Pinang dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Manfaat

  •  Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya. Biji pinang dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur. Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.
  •  Akar pinang jenis pinang itam, di masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.
  •  Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, kayu pinang yang tua juga dimanfaatkan untuk bahan perkakas atau pagar. Batang pinang tua yang dibelah dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.
  • Pinang juga kerap ditanam, di luar maupun di dalam ruangan, sebagai pohon hias atau ornamental.