•    
  •    
  •    
  •    
19 Desember 201630

kepada yth. disbun jabar saya danu dari Taman Buah Mekarsari div. R & D. untuk tahap awal sebelum kirim surat permohonan resmi saya mau bertanya kepada bpk/ibu, apakah disbun jabar mempunyai program untuk pengembangan atau pengenalan potensi untuk komoditi aren kepada masyarakat. jika ada kepada siapa kami bisa menghubungi untuk informasi lebih lanjutnya. Hormat saya, terima kasih.

Pertanyaan dari : danu sabda di jl.raya cileungsi-jonggol km.3
danu.sabda@yahoo.com

Yth. Bapak Danu Sabda, terima kasih sudah menghubungi kami. Perihal Aren.. di Jawa Barat terdapat potensi tanaman aren selas 14.204 Ha dengan potensi produksi sebanyak 22.489 Ton dan produktivitas 2.718 kg/ha.

Keberadaan tanaman aren di Jawa Barat sejauh ini belum dibudidayakan secara khusus, dalam arti belum ada pola penanaman secara hamparan, melainkan tumbuh secara liar di hutan atau perbukitan serta lembah-lembah sekitar aliran sungai maupun kebun-kebun sekitar pemukiman penduduk di perdesaan. Disamping itu tanaman aren di Jawa Barat populasinya cukup banyak disekitar kampung-kampung adat (Kampung Naga-Tasikmalaya, Kampung Ciptagelar-Cisolok Sukabumi, dlsb) hal tersebut dikarenakan keberadaan tanaman aren lebih erat dengan perkembangan budaya kampung adat secara turun menurun.

Pada saat ini perkembangan usaha pengolahan gula aren semakin berkembang dan merata di hampir seluruh Jawa Barat. Data terakhir terdapat potensi 14.204 Ha kebun aren dengan potensi produksi per tahun 22.489 ton dan produktivitas 2.718 kg/ha.

Pembinaan yang telah dilakukan ke masyarakat adalah disamping memberikan benih aren, juga memberikan pemahaman tentang teknik budidaya dan pengolahannya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa datang ke Kantor kami di Jl. Surapati no. 67 Bandung

admin
Lihat konsultasi

Konsultasi Yang Telah di Jawab.

@ 22 Februari 2015

Dengan Hormat saya ingin budidaya pohon rudraksha tetapi saya belum punya lahan dan lain lain ini keterangan rudraksha Dari Berbagai sumber yang ada di Web. Rudraksh juga dikenal dengan nama Shivaksh, Neelkantaksh, Shivbindu, Shivpriya, Paavan, Sarvaksh, Haraksh atau Bhutanashan. Rudraksh manik-manik biasanya ditemukan di empat warna: – Putih, Merah, Hitam dan warna campuran Jenis Genitri: Ganitri, Genitri/Jenitri (Elaeocarpus sphaericus Schum) ELAEOCARPUS GANITRUS ROXB, Efaeocarpus angustifolta Bl.; E. cyanocarpa Maing.;E. sphaerica Shcum. ; Ganitrus sphaerocarpaAda tiga macam jenis ganitri dan 4 jenis agak berlainan yang dinamai Katulampa. Klasifikasi Divisi Spermatophyta Subdivisi Angiospermae Kelas Dicotyledoneae Bangsa Malvales Family/Suku Elaeocarpaceae Marga Elaeocarpus Jenis Spermatophyta Jenis Umur produksi perdana Tinggi menurut umur Kelas hasil varietas lokal 4 tahun Batang tinggi 6-7 tahun – 10-15 meter biji kelas 1- 9 varietas super 2 tahun berproduksi Batang lebih pendek 4 tahun 4 meter biji kelas 1- 9 Morfologi: 1. Batang pohon Ketinggian dapat mencapai 25-30 meter (di India) dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Umur 4 tahun mencapai tinggi 4 meter 2. Daun, lanset, tangkai 2-12 mm; pangkal helaian beralih demi sedikit menjadi tangkai, 6-18 x 2-6 cm, akhirnya gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam, berbintik hitam, 10-15 tulang daun samping pada kedua belah sisi dari tulang daun utama. 3. Tangkai bunga ±0,5 cm; daun kelopak bulat telur memanjang, runcing, hijau pucat atau kemerahan, dari luar berambut; daun mahkota kuning atau putih kehijauan, ke atas tidak melebar, panjang ±1,3 cm. Tonjolan dasar bunga berambut kasar, bakal buah bentuk telur, berambut rapat; kepala putik tidak melebar. 4. Buah, bentuk bola, boleh dikatakan gundul, warna biru tua, diameter ±0,5 cm sd 2 cm. 5. Biji-biji ganitri keras dan awet (bisa bertahan 8 generasi) 6. Ukuran dan Setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 21 mukhis 7. Ada biji yang dempet 2 8. Ada biji yang tidak beraturan (lonjong, tidak bulat) Habitus Elaeocarpus ganitrus Roxb. Jenetri Batang Pohon, tinggi 25-30 m. Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial,kasar, coklat Daun Tunggal, tersebar, lonjong, tepi bergerigi, ujungmeruncing, pangkal runcing, panjang 8-20 cm, lebar3-6 cm, bertangkai pendek, pertuiangan menyirip,hijau. Bunga Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, kelopak lonjong, berbagi, berambut, hijau pucat, mahkota bentuk lonceng, bercangap, kuning. Buah Buni, bulat, diameter ± 2 cm, hijau. Biji Bulat, diameter ±0,5 cm -2 cm, coklat muda – tua. Akar Tunggang, putih kotor. Komposisi kimia ganitri karbon (C) 50,024%, hidrogen (H) 17,798%, nitrogen (N) 0,9461%, dan oksigen (O2) 30,4531%. elemen mikro: aluminum (al), kalsium (Ca), klorin, tembaga (Cu), kobalt, nikel (Ni) , besi (Fe), magnesium (Mg), mangan (Mn), dan fosfor (F) glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam ganitri melindungi paru-paru (anti bakteri) Komposisi fisika ganitri Memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48 (riset Institut Teknologi India) Daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Gara-gara itulah ganitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental. Ganitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati. Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan. Manfaat:Lingkungan Menurunkan tingkat pencemaran atau pengisap polutan (Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung). Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan. Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0% biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi ganitri tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida 0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm). Bandingkan dengan kotak kaca tanpa ganitri yang pencemarannya lebih tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ? 0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang. (Eka Budianta). Tanaman penghijauan hutan kota. Sumber makanan bermacam-macam binatang. Daun, kulit batang dan buah jenitri mengandung polifenol, Daun dan kulit batangnya mengandung saponin. Kesehatan: Menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy dari Benaras Hindu University. Mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh (Penelitiannya di Amerika) biji ganitri mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Menenangkan otak dan menghasilkan pikiran positif (sifat kimia dan fisik memberikan Efek Induksi listrik, kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik , Karena itu biji ganitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia. Mengandung elemen mikro: aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor. Melindungi paru-paru (anti bakteri) karena mengandung glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid. pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan. efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengalungkan ganitri di leher. (Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University). Ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah ganitri kering. Larutan ganitri hasil perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat anti pembengkakan radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai. menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus terinjeksi. Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam ganitri melindungi paru-paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak ganitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella flexnerii, dan Shigela sonneii. Mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental, epilepsi, asma, meredam hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati karena memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun diminum air rebusan saat perut kosong. Meluruhkan lemak badan.Senyawa alkaloid yang terkandung dalam ganitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline (A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University, India),Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus. Buah jenitri berkhasiat untuk peluruh lemak badan Peralatan Ibadah: Inti bijinya dipakai untuk membuat rantai, kalung, buah baju, dsb (Steenis, 1975). Alat ‘hitung’ dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani Sebagai Mala masyarakat Hindu Bali Lain-lain: Bahan penyamak kulit. Sebagai souveneer Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan, membuktikan ganitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap baik. Nilai ekonomis: Penanaman: 1. Harga bibit ukuran 30 cm Rp 50.000,- – Rp 100.000,- (Varietas super umur 2 tahun panen (4 tahun tinggi 4 meter), menghasilkan biji dengan kelas 1-9), (Varietas lokal umur 6-7 tahun tinggi 10-15 meter) 2. Jarak tanam 6 m x 6 m, populasi ganitri di lahan 1 ha maksimal 278 pohon. 3. Bulan Panen Januari- Februari (di Jawa Tengah) 4. Pemeliharaan dan pemupukan, penyiraman per pohon Rp10.000,-/tahun 5. Pada saat penanaman awal membutuhkan ajir bambu sampai umur 1,5 tahun untuk menahan terpaan angin. Penilaian Kualitas: 1. Dinilai dari ukuran dan banyaknya mukhi 1-21 (mukhi adalah belah duriannya yg tampak pada biji) 2. Dalam bentuk buah basah maupun biji kering, biji kering lebih tinggi nilainya. Biji dikelompokkan dalam 11 nomor 3. Dalam keadaan basah, biji kelas 1 dapat digolongkan nomor 3 4. Makin kecil ukuran biji makin mahal (Dibutuhkan saringan untuk menyeleksi biji ganitri dalam 11 kelompok dan menghitung jumlah biji setiap kelas) nomor 1-ukuran diameter 5 mm-adalah yang terkecil dan termahal. Nomor berikutnya setiap kenaikan 0,5 mm. Kelas 1-9 dihargai per butir, nomor 10 dan 11 dihargai menurut per kilogram. Harga dalam Rupiah:a. Pada 1960 harga sebuah biji kelas 1 Rp0,5; sekarang, Rp152. b. harga biji kelas 10 berukuran 9,5 mm mencapai Rp11.000 per kg; c. nomor 11 berukuran di atas 10 mm, Rp2.000 per kg. d. Setiap kenaikan diameter 0,5 mm, harga semakin turun. e. Harga sebuah biji nomor 9 ukuran 9 mm- Rp10.f. Dari sebuah pohon, biji yang termasuk kelas 1-9 tak sampai 20%. Pengalaman Petani: 1. 8 pohon umur 4 tahun panen perdana 30 kg biji menghasilkan 8 juta rupiah 2. Satu pohon dapat menghasilkan Rp 250.000,- – Rp. 1.300.000,-/musim panen plus panen susulan. 3. Satu pohon dapat menghasilkan 350.000 biji terdiri berbagai kelas 4. Panen perdana 3 pohon pada April 2007. menuai 6.000 biji kelas 5, 5.000 biji (4), 3.000 biji (3), 2.000 biji (2), dan 750 biji (1). Sisanya masuk nomor 10-11. nilai Rp2,1-juta Panen: 1. Panen perdana satu pohon ganitri menghasilkan Rp 250.000-Rp1,3-juta. Itu belum termasuk panen susulan, ukuran biji yang tak seragam dari setiap pohon. Pada panen perdana ketika pohon berumur 4 tahun, produksi mencapai 350.000 butir. Pekebun memanen buah pada September-Februari. Paska PanenCara mengupas kulit buah mengeringkan biji: Merebus buah ganitri yang sudah tua dalam air mendidih selama 2 jam. Mengupas kulit luar setelah melunak, Membersihkan biiji dan menjemurnya selama 18 jam. Penamaan Lokal No Daerah Nama Lokal Keterangan 1 Indonesia Ganitri, genitri, Jenitri (Elaeocarpus sphaericus Schum) family Elaeocarpaceae 2 Madura Klitri - 3 Jawa Sambung Susu - 4 Bali Biji Mala Dirangkai untuk menjadi Mala 5 Sulawesi Selatan Biji Sima - 6 Bogor Katulampa 4 jenis yang agak berlainan 7 - Mata Dewa - 8 - Mata Siwa - Negara Nama - 1 India Rudraksa Rudraksa-sebutan ganitri di India-tanaman setinggi 25-30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujung. berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata atau Mata Siwa 2 Amerika utrasum bead Bahan penelitian obat-obatan Pasar Eksport No Negara Pengeksport Daerah Pasokan 1 Indonesia di Jawa Tengah, Jawa Barat (Bandung-Lembang), Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor 70% dalam bentuk butiran biji 2 Nepal - 20% 3 India - 5% 4 eksportir di Jakarta - 320 ton ganitri sekali kirim biji ganitri harus cerah 5 Importir bahan baku Aum Rudraksha - India dan Nepal. Sumber: Yana Sumarna, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor. Menurut Indian Times, setiap tahun jutaan biji rudaksa asal Indonesia masuk ke India. Nilai transaksi diestimasi mencapai Rp500-miliar. Kelangkaan dan tingginya kebutuhan itu memunculkan penjual sintetis yang memperdagangkan biji ganitri sintetis. Pelaku Budidaya No Nama Alamat Budidaya Keterangan 1 Komari 70 tahun Cilacap 31 Desember 1925 Desa Dongdong, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 73 bibit ganitri Juni 2002 Komari menuai 30 kg buah ganitri hanya dari 8 pohon. Rp8-juta. Saat ini terdapat 70 pekebun 1,5 ton ganitri dengan total pembelian ekportir Jakarta seharga Rp60-juta tunai. Sebagai pengepul, laba bersihnya lebih dari Rp10-juta per bulan. Suponosentra penanaman ganitri Desa Gadungrejo, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah total penanaman 35 ha dengan produksi per ha mencapai 1,9 ton. Kasimun dan Jasmin sentra penanaman ganitri Desa Gadungrejo, Kecamatan Klirong, Kebumen, Jawa Tengah membudidayakan masing-masing 18 dan 8 pohon jenis super di lahan 1.875 m2 dan 200 m2. Panen perdana 3 pohon milik Jasmin berlangsung pada April 2007. Ia menuai 6.000 biji kelas 5, 5.000 biji (4), 3.000 biji (3), 2.000 biji (2), dan 750 biji (1). Sisanya masuk nomor 10-11. Dari penjualan itu Jasmin mengantongi Rp2,1-juta. Ia pun berhasrat menambah populasi pohon hingga 20 batang. Soma Temple Bali Pengrajin mala Ekspor ke jepang, australia dan itali Pengimport bahan baku dari india dan nepal Prof I Nyoman Kabinawa periset Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI Yana Sumarna, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor Dr Suhas Roy Benaras Hindu University meluruhkan lemak badan alkaloid yang terkandung dalam ganitri: pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan Singh RK Departemen Farmakologi, Banaras Hindu University, India Dwiarum Setyoningtyas Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida, nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan. Hama dan Gangguan yang ditemui biasanya berupa Ulat cokelat yang makan dan bersarang di dalam batang muda. Akibatnya tanaman kering dan mati. Patah dahan muda bibit karena terpaan angin kencang Mitos Mata Siwa Di Indonesia, biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri, genitri, atau jenitri. Biji-biji ganitri keras dan awet, bisa digunakan untuk 8 generasi (Komari). Ukuran dan Setiap biji memiliki jumlah lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga 21 mukhis yang memiliki perbedaan arti. Semakin banyak mukhis harganya kian tinggi. JAPA = mengulang-ulang kata suci atau bertuah atau mantra. 1. Manasika japa Mengulang tersebut dilakukan hanya dalam ingatan (mental) yang 2. Upamsu japa dengan berbisik 3. Wacika japa dengan bersuara yang terdengar maupun keras disebut, dan ada juga dilakukan dengan gerakan atau tulisan/gambar. MALA = rangkaian biji-bijian, batu, permata, mutiara, mute, merjan, spatika, atau butiran yang terbuat dari keramik, gelas, akar lalang, kayu, seperti kayu tulasi tulsi) dan cendana. Kata mala juga padanan kata tasbih dan rosary. Tasbih yang utama adalah tasbih yang terbuat dari rangkaian biji buah rudraksa. RUDRAKSA= rudra berarti Siwa dan aksa berarti mata, sehingga arti keseluruhannya berarti mata Siwa, yang sejalan dengan mitologinya bahwa di suatu saat air mata Siwa menitik, kemudian tumbuh menjadi pohon rudraksa menyebar di Negeri Bharatawarsa dan sekitarnya, Malaysia bahkan sampai ke Bumi Nusantara, yang popular dengan nama GANITRI atau GENITRI. Dalam bahasa latinnya disebut ELAEOCARPUS GANITRUS. RUDRAKSA = adalah buah kesayangan Siwa dan dianggap tinggi kesuciannya. Oleh karena itu rudraksa dipercaya dapat membersihkan dosa dengan melihatnya, bersentuhan, maupun dengan memakainya sebagai sarana japa (Siva Purana). Sebagai sarana japa atau dapat dipakai oleh seluruh lapisan umat atau oleh ke-empat warna umat, maupun oleh pria atau wanita tua ataupun muda. Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya, orang Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi. Tetesan air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa. Masyarakat Pengguna/konsumen : Agama Dunia Bentuk Negara/daerah kaum Nasrani rosario Italia, Australia dan Jepang dll penganut Islam tasbih ke India dan Nepal. Negara di Asia Selatan Pemeluk agama Hindu biji ganitri sebagai sarana peribadatan sebagai pohon pelindung berkhasiat obat berbagai penyakit Mata Siwa Penyapu Polutan Hindu Bali mala alias tasbih ganitri Australia, Jepang, dan Italia, 100 buah mala berkisar @ Rp50.000-Rp80.000 Cara Meditasi dengan Genitri: penganut Hindu Mala Genitri diberi mantra agar memiliki kekuatan Dengan kekuatan itu, doa yang dipanjatkan pun sampai ke Sang Hyang Widi. Mata terpejam Duduk bersila Pakaian putih Merapalkan doa dan jari manis tangan kanan memutar biji mala seukuran buah kersen hingga 108 kali (Telunjuk dan kelingking terlarang menyentuh mala) JAPA = mengulang-ulang kata suci atau bertuah atau mantra. Manasika japa Mengulang tersebut dilakukan hanya dalam ingatan (mental) Upamsu japa dengan berbisik Wacika japa dengan bersuara yang terdengar maupun keras disebut, dan ada juga dilakukan dengan gerakan atau tulisan/gambar. Bentuk Produk Turunan : 1. Mala/tasbih/Rosario 2. Alat musik dengan bentuk Genitri 3. Kalung 4. Hiasan Patung Dewa 5. Liontin PERHATIAN: Akhir-akhir ini terihat banyak produk kerajinan yang berasal dari Ganitri/Rudraksha, tetapi sangat disayangkan tidak didasari pengetahuan tentang fungsi dan makna rudraksha. Mohon bagi yang melakukan pembuatan kerajinan dalam bentuk: sandal teraphy, alas duduk Jok Mobil (kalau sandaran jok mobil mungkin dimaklumi), matras, keset dll, yang berpotensi menyinggung umat lain (yang menghormati rudraksha tersebut). Contoh2 yang berpotensi menyinggung umat yang menghormati Rudraksha: