•    
  •    
  •    
  •    

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

 

 

ALAMAT KANTOR:

Lokasi BPTP berada di Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung Bandung  Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075

e-mail: bptp.pasirjatijabar@gmail.com

Website: http://disbun.jabarprov.go.id/bptp/

 

SEJARAH PEMBENTUKAN BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Awal pembentukan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan tahun 1988 dengan nama Laboratorium Lapangan yang dilengkapi dengan Brigade Proteksi Tanaman. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2002 Laboratorium Lapangan beserta Brigade Proteksi Tanaman resmi berganti nama menjadi Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, kemudian pada tahun 2009 keberadaannya di atur oleh Peraturan Gubernur nomor 113.

UNIT ORGANISASI

BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BPTP)

¨       BPTP Pasirjati Jawa Barat adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

¨       BPTP mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi DInas di bidang proteksi tanaman perkebunan.

¨       Dalam menyelenggarakan tugas pokoknya, BPTP mempunyai fungsi :

  1. Penyelenggaraan pengkajian bahan petunjuk teknis di bidang proteksi tanaman perkebunan; dan
  2. Penyelenggaraan koordinasi dan pelaksanaan proteksi tanaman perkebunan.

SUB UNIT PELAYANAN PERLINDUNGAN TANAMANPERKEBUNAN

¨       SUB UNIT adalah perangkat Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pasirjati Jawa Barat di daerah.

¨       Tugas dan fungsinya :melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Balai di lapangan.

¨       Jumlah Sub Unit sebanyak 10 Unit yang berada di 10 Kabupaten meliputi wilayah kerja se Jawa Barat.

¨       Lokasi Sub Unit Pelayanan berada di 10 Kabupaten yang meliputi wilayah kerja 19 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Rincian selengkapnya lokasi dan wilayah kerja Instalasi sebagai berikut:

NO

SUB UNIT

WILAYAH  KERJA

1

Leuwiliang - Bogor

Kab + Kota  Bogor

2

Baros - Sukabumi

Kab + Kota  Sukabumi

3

Cibeber - Cianjur

Kab. Cianjur

4

Wanayasa - Purwakarta

Kab. Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang

5

Banjaran - Bandung

Kab. Bandung

6

Cikajang - Garut

Kab. Garut

7

Mangkubumi - Tasikmalaya

Kab + Kota  Tasikmalaya

8

Rancah - Ciamis

Kab. Ciamis + Kota  Banjar

9

Paseh - Sumedang

Kab. Sumedang

10

Munjul - Majalengka

Kab. Majalengka

 

SUSUNAN ORGANISASI

  1. Kepala;
  2. Subbagian Tata Usaha;
  3. Seksi Sarana Teknologi Pengendalian Hama Terpadu;
  4. Seksi Pengembangan Tenaga Pengendalian Hama Terpadu;
  5. Kelompok Jabatan Fungsional; dan
  6. Sub Unit Pelayanan.

Kepala Balai mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan tugas pokok Balai Proteksi Tanaman Perkebunan.

Kepala Balai mempunyai fungsi:

  • penyelenggaraan pengkajian bahan petunjuk teknis proteksi tanaman perkebunan; dan
  • penyelenggaraan pelayanan perlindungan tanaman perkebunan.

Rincian Tugas Kepala Balai yaitu :

  1. menyelenggarakan perumusan program kerja Balai Proteksi Tanaman Perkebunan;
  2. menyelenggarakan koordinasi, pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Balai Proteksi Tanaman Perkebunan;
  3. menyelenggarakan pengkajian bahan petunjuk teknis operasional proteksi tanaman perkebunan;
  4. menyelenggarakan pengendalian pelaksanaan teknis operasional di bidang pengembangan teknologi dan sarana PHT tanaman perkebunan;
  5. menyelenggarakan pengembangan tenaga PHT tanaman perkebunan;
  6. menyelenggarakan pelayanan proteksi tanaman perkebunan;
  7. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  8. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
  9. menyelenggarakan evaluasi dan pelaporan; dan menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan data dan informasi, penyusunan rencana, program, pengelolaan administrasi keuangan, kepegawaian dan umum.

Subbagian Tata Usaha mempunyai fungsi :

  1. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program pengendalian dan pelaporan;
  2. pelaksanaan pengelolaan data dan informasi, kepegawaian dan umum; dan
  3. pelaksanaan pengelolaan urusan keuangan.

Rincian Tugas Subbagian Tata Usaha yaitu :

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Balai Proteksi Tanaman Perkebunan dan Subbagian Tata Usaha;
  2. melaksanakan pengelolaan data dan informasi;
  3. melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian;
  4. melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan;
  5. melaksanakan pengelolaan tata usaha, meliputi naskah dinas dan kearsipan, urusan rumah tangga serta perlengkapan;
  6. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  7. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
  8. melaksanakan evaluasi dan pelaporan program kerja Balai Proteksi Tanaman Perkebunan dan kegiatan Subbagian Tata Usaha; dan
  9. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Seksi Sarana Teknologi Pengendalian Hama Terpadu mempunyai tugas pokok melaksanakan dan menyediakan sarana teknologi PHT tanaman perkebunan.

Seksi Sarana Teknologi Pengendalian Hama Terpadu mempunyai fungsi :

  1. pelaksanaan penyediaan sarana teknologi PHT tanaman perkebunan; dan
  2. pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan sarana teknologi PHT serta penyebaran sarana informasi PHT tanaman perkebunan.

Rincian tugas Seksi Sarana Teknologi Pengendalian Hama Terpadu yaitu :

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Sarana Teknologi Pengendalian Hama Terpadu;
  2. melaksanakan penyusunan bahan petunjuk teknis sarana teknologi PHT tanaman perkebunan;
  3. melaksanakan perbanyakan dan distribusi bahan PHT tanaman perkebunan;
  4. melaksanakan perbanyakan dan distribusi bahan PHT tanaman perkebunan;
  5. melaksanakan eksplorasi dan penyeleksian jenis-jenis agensia hayati musuh alami untuk PHT tanaman perkebunan;
  6. melaksanakan perbanyakan tanaman sehat dan tahan OPT perkebunan tertentu;
  7. melaksanakan pengadaan dan distribusi alat teknologi PHT tanaman perkebunan;
  8. melaksanakan persiapan dan penyebarluasan sarana informasi PHT tanaman perkebunan;
  9. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  10. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait;
  11. melaksanakan evaluasi dan pelaporan; dan
  12. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Seksi Pengembangan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan teknologi PHT tanaman perkebunan.

Seksi Pengembangan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu mempunyai fungsi :

  1. pelaksanaan identifikasi dan pengamatan OPT perkebunan; dan
  2. pelaksanaan pengembangan dan pemasyarakatan teknologi PHT tanaman perkebunan.

Rincian tugas Seksi Pengembangan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu yaitu :

  1. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Pengembangan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu;
  2. melaksanakan penyusunan bahan petunjuk teknis pengembangan teknologi PHT tanaman perkebunan;
  3. melaksanakan identifikasi dan pengamatan OPT perkebunan;
  4. melaksanakan pengujian pengendalian OPT perkebunan;
  5. melaksanakan penerapan dan pengembangan sistem PHT tanaman perkebunan;
  6. melaksanakan pengujian kualitas agensia hayati jenis patogen dan efektivitas ekstrak pestisida nabati;
  7. melaksanakan pengembangan tanaman sehat dan tahan terhadap OPT perkebunan tertentu;
  8. melaksanakan adopsi sosialisasi dan transfer teknologi PHT tanaman perkebunan;
  9. melaksanakan analisa dampak gangguan OPT perkebunan terhadap produksi tanaman perkebunan;
  10. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan;
  11. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait; melaksanakan evaluasi dan pelaporan; dan
  12. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Kelompok Jabatan Fungsional

  1. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.
  2. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk.
  4. Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  5. Jumlah Tenaga Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan beban kerja.
  6. Rincian tugas Kelompok Jabatan Fungsional ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Sub Unit Pelayanan: Melaksanakan sebagian tugas teknis operasional UPTD .

 

Kegiatan Unggulan BPTP:

Isu Strategis

Permintaan pasar yang menghendaki produk perkebunan yang aman dan bebas dari residu pestisida. Potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah ruah dengan musuh alami dan tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati guna mengendalikan serangan OPT perkebunan. Sebagai salah satu alternatif mengurangi penggunaan pestisida sintetis yang banyak merugikan diantaranya timbulnya resistensi OPT, terjadinya resurjensi OPT, menumpuknya residu kimia pada produk perkebunan, musnahnya musuh alami, pencemaran lingkungan serta dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Kegiatan BPTP Secara Umum

  1. Peningkatan SDM Petugas dan Petani SL-PHT
  2. Pengembangan Agens Hayati/ Musuh Alami
  3. Pembuatan Pestisida Nabati
  4. Pelatihan PHT secara Umum
  5. Pertemuan Teknis
  6. Identifikasi, Pengamatan dan Peramalan OPT
  7. Pengkajian dan Pengujian Teknologi PHT (Uji Coba)
  8. Pengembangan Sarana Pengendalian OPT (Agens Hayati/ Musuh Alami) Predator, Parasitoid, Patogen berguna
  9. Pengujian Agens hayati/Musuh Alami Uji Kualitas Spora, Uji Viabilitas, Uji Virulensi, Uji Predatisme, Uji Parasitisme
  10. Pengembangan Pestisida Nabati
  11. Pengembangan Tanaman Sehat dan Tahan OPT
  12. Penyediaan Sarana Informasi
  13. Sosialisasi Teknologi PHT
  14. Alih Teknologi di bidang Perlindungan Tanaman
  15. Pelayanan Bimbingan Penelitian /Praktek Mahasiswa
  16. Pelayanan Jasa Teknologi dibidang perlindungan tanaman
  17. Koordinasi dan Kerjasama Penanggulangan Hama Terpadu

 

Alur Pelayanan BPTP  Jawa Barat

 

Standar Waktu Pelayanan  BPTP Pasirjati Jawa Barat

 

NO

KEGIATAN

WAKTU  PENYELESAIAN

 

A.  IDENTIFIKASI

 

1.

H a m a

2  Hari

2.

Penyakit

7  Hari

3.

G u l m a

2  Hari

4.

Musuh Alami

5  Hari

 

B. AGENS HAYATI

 

1.

Stock  tersedia

1  Hari

2.

Stock  belum  tersedia

14  Hari

 

C.  BIBIT  TANAMAN  BAHAN  PESNAB

 

1.

Stock  tersedia

1-2  Hari

2.

Stock  belum  tersedia

8  Bulan

 

D.  BIBIT  VANILI  SEHAT  ASAL  BIJI

 

1.

Stock  tersedia

1-2  Hari

2.

Stock  belum  tersedia

5  Bulan

 

LINK

http://disbun.jabarprov.go.id/bptp