•    
  •    
  •    
  •    

Peresmian Clearing House Kopi Jawa Barat & Opening Java Preanger Cofee House oleh Gubernur Jawa Barat

21 Agustus 2013 15:21:37 Dibaca: 3745x

 Pada saat ini luas perkebunan kopi yang tercatat di Jawa Barat adalah seluas 30.620 Ha, yaitu terdiri dari 30.205 Ha (98,64%) merupakan perkebunan kopi milik rakyat, dan sekitar 415 Ha (1,36%) adalah perkebunan milik perusahaan swasta. Keseluruhan lahan perkebunan kopi tersebut tersebar di 18 Kabupaten/Kota se Jawa Barat.

Jika dilihat dari potensi pengembangannya, bahwa potensi lahan pengembangan kopi arabika di Jawa Barat berdasarkan kajian Indikasi Geografisnya adalah sekitar 600.000 Ha, dimana lahan tersebut tersebar di 11 gunung dengan jenis lahan vulkanic yang subur dengan ketinggian diatas 1000 m DPL. Adapun keseluruhan lahan tersebut saat ini berstatus sebagai lahan perkebunan HGU, Lahan Kehutanan dan Lahan milik masyarakat, dengan jenis komoditasnya berupa tanaman perkebunan, tanaman pangan, tanaman hortikultura serta tanaman kehutanan.

Seandainya Jawa Barat bisa memanfaatkan potensi lahan pengembangan kopi tersebut secara optimal, maka sangat mungkin Jawa Barat akan tercatat sebagai Provinsi kopi terbesar di Indonesia, sekaligus terluas di dunia. Sebagai gambaran bahwa negara Brazil sebagai produsen kopi terbesar dunia hanya memiliki luas lahan kopi sekitar 300.000 ha saja.

“Clearing House Kopi Jawa Barat” ini merupakan kumpulan stakeholders kopi, yang bersinergi dalam pengembangan sistem perdagangan kopi di Jawa Barat, yang dikelola secara akuntabel, transparan dan terpadu.

Adapun latar belakang dibentuknya Clearing House Kopi Jawa Barat ini, adalah beranjak dari adanya permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para petani kopi, antara lain:

Dengan adanya permasalahan tersebut, maka kami segenap stakeholders kopi merasa perlu untuk menghimpun segenap kekuatan, membangun kebersamaan, menetapkan langkah seiring dan seirama dalam menangkap peluang, memilih kesempatan, menghadapi tantangan dan melaksanakan produktivitas, yang selanjutnya bermuara pada suatu pemikiran untuk membentuk wadah yang dinamai “Clearing House Kopi Jawa Barat”.

VisiClearing House Kopi Jawa Barat ini adalah “Kopi Jawa Barat menguasai Pasar Dunia”

MisiClearing House Kopi Jawa Barat adalah:

TujuanClearing House Kopi Jawa Barat:

SasaranClearing House Kopi Jawa Barat adalah:

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya siap membantu memfasilitasi untuk mengembangkan kopi Java Preanger ke kancah dunia, yakni mulai dari sisi anggaran hingga fasilitas lainnya yang dibenarkan aturan semampunya Pemprov Jabar.
"Dibentuknya forum Clearing House kopi Jabar ini diharapkan menjadi titik tolak
untuk kembalinya kopi Java Preanger. Kita bertekad untuk kopi Java Preanger ini
berjaya di tingkat dunia. Cita rasa khas kopi asal Jabar ini bisa kembali dinikmati
masyarakat dunia seperti dulu,"
kata Ahmad Heryawan di Bandung, Sabtu 6 Juli 2013 .
Ditemui usai pembentukan Forum Clearing House Kopi Jabar dan pembukaan Java
Preanger Coffee House di Jalan Cisangkuy Kota Bandung, Heryawan menuturkan pemprov
ingin pengembangan kopi Java Preanger ini tidak hanya hingga ekspor impor tapi juga
bisa mensejahterakan petani kopinya.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya juga akan ikut memfasilitasi pengembangan
lahan perkebunan kopi karena yang termanfaatkan hanya 30.000 hektare sementara
potensi lahan yang ada sekitar 600.000 hektare.
"Dan untuk ke depannya kami juga ingin memberikan bantuan atau subsidi kepada
para petani kopi seperti yang diberikan kepada petani padi
," katanya.
Ia mencontohkan, bantuan itu misalnya Pemprov menganggarkan sebesar Rp 5 miliar
untuk subsidi bibit kopi.
"Sementara untuk lahan kita siap fasilitasi. Nanti kita bicarakan dengan PT PN
atau Perum Perhutani,"
katanya.

Kopi Jabar bisa menguasai pasar dunia, ungkap Heryawan, jika jajaran pengurus Clearing House dan segenap stakeholder kopi di Jabar melakukan langkah-langkah kongkrit secara sinergis, terutama yang difokuskan pada upaya perluasan lahan dan peningkatan produktivitas.
"Tidak dipungkiri saat ini tingkat produksi kopi Jawa Barat masih rendah, salahsatunya disebabkan terbatasnya luas lahan kopi, yaitu baru mencapai 6,23 % atau 30,500 ha dari luas lahan perkebunan di Jawa Barat yang mencapai 488.700 ha," papar Heryawan.
Di samping itu perkebunan kopi tersebar di 18 Kab/Kota, yang luas lahannya rata-rata masih dibawah 4 ribu ha. Hanya Kab.Bandung yang sudah mencapai 9.462 ha, padahal secara potensi luas lahan kopi di Jawa Barat bisa mencapai 600 ribu Ha, jelas Heryawan.
"Untuk itu, tahun 2017 kita menargetkan luas lahan kopi di Jabar mencapai 130 ha sehingga produksinya diharapkan mencapai 90 ribu-100 ribu ton", harap Heryawan.
Gubernur Heryawan juga mendukung untuk meningkatkan gairah petani kopi melalui kampanye kopi lokal asal Jawa Barat diberbagai media dan event gelar produk.
"Selain itu juga dengan perluasan dan permudah akses permodalan usaha, perkuat sistem perdagangan kopi yang berkeadilan," ujar Heryawan.

Kopi Java Preanger atau kopi asli dari Jawa Barat dulu pernah terkenal di
kancah dunia dan karena cita rasanya yang berbeda dengan kopi yang lain.
Namun, dengan berbagai lasan, nama Java Preanger terus meredup hingga sekarang.
Sehingga kopi yang terkenal di Indonesia bahkan di luar negeri hanya kopi dari
Sumatera dan Sulawesi. Melihat kondisi ini para pelaku usaha dan petani kopi, termasuk Pemprov Jawa Barat membentuk Forum Clearing House Kopi Jabar.

 

Sumber:

1)      Gubernur Jabar Siap Bantu Pengembangan Kopi Java Preanger http://www.antarajawabarat.com/lihat/berita/44403/gubernur-jabar-siap-bantu-pengembangan-kopi-java-preanger

2)      Gubernur : Kopi Jabar Bisa Menguasai Dunia http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/6771


Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat
Penulis :

Index Sorotan