•    
  •    
  •    
  •    

Indonesia Ranking 8 Produsen Teh Dunia

27 September 2013 09:48:30 Dibaca: 3840x

Siapa tidak pernah minum teh? semua orang pasti sudah pernah minum teh. ada dimana kebun teh? sebagian besar tentu saja ada di Jawa Barat. Saat ini teh adalah minuman yang paling banyak di konsumsi di dunia.

Tanaman aseli teh berasal dari Cina yang telah sejak lama mereka konsumsi, pada abad 16 ketika Bangsa Portugis melebarkan sayap kekuasaannya, teh diimpor ke Eropah dan dengan cepat meraih popularitas disana. Naiknya popularitas teh membuat bangsa Portugis dan Belanda mendirikan perkebunan teh di daerah jajahannya di wilayah tropis. 

Suhu dan kelembaban yang konstan sangat diperlukan untuk syarat tumbuh tanaman teh. Kondisi tersebut hanya didapatkan di daerah tropis dan subtropis yakni di benua Asia dimana 60% produksi dunia dihasilkan. Dataran tinggi menghasilkan kualitas daun teh yang terbaik. Panen dilakukan saat tanaman teh berumur 4 tahun. Hanya daun muda (pucuk) yang dipetik secara manual. 

Saat ini Indonesia menempati posisi ke-8 dalam produksi teh. Produsen utama teh dunia dikuasai oleh Cina dan India. 

Pada zaman kolonial kita berada di posisi atas, namun kondisi sekarang zaman sudah berubah kita telah disalip negara lain dalam urusan teh. Banyaknya alih komoditi dari teh ke kelapa sawit atau bahkan sayuran telah mengakibatkan menurunnya produksi teh Indonesia. Statistik 2012 menunjukkan sekitar 77 % lahan teh Indonesia terdapat di Provinsi Jawa Barat. Disusul oleh Provinsi Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

Sekitar 65 persen dari produksi teh Indonesia diekspor. Negara-negara utama tujuan ekspor adalah Rusia, Inggris, dan Pakistan. Ekspor didominasi oleh perkebunan besar, baik milik negara maupun swasta, sedangkan sebagian besar petani lebih berorientasi pasar domestik (Indonesia memiliki tingkat konsumsi teh yang rendah per kapita). Teh Indonesia yang berorientasi kepada pasar ekspor ini bergantung kepada pasar internasional, khususnya mengenai harga teh. Ketika pasokan melebihi permintaan di pasar internasional, harga domestik turun tajam. Hal ini mempengaruhi petani kecil, karena mereka perlu menjual teh mereka dengan harga yang lebih rendah (yang hampir tidak dapat menutupi ongkos produksi). 

Mirip dengan komoditas lain, Indonesia bergantung pada ekspor teh curah, yang merupakan (hulu) produk primer. Lemahnya industri teh hilir di Indonesia berpengaruh terhadap daya saing industri teh Indonesia di pasar internasional. Ekspor produk hilir teh hanya sekitar 6 persen dari total ekspor teh.

Sumber: Tea in Indonesia http://bit.ly/1gRX3qI

 


Sumber : Indonesia Investment
Penulis :

Index Sorotan