Selamat Datang di Website Resmi Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat
Home »

Petani Tebu Khawatirkan Hujan Pendapatan Berkurang Karena Panen tidak Maksimal
02 Juli 2013 14:23:12 0
Penulis :

 Petani tebu menghawatirkan imbas tingginya curah hujan terhadap hasil panen tahun ini. Selain kandungan gula dalam batang tebu (rendemen), pendapatan petani juga cenderung berkurang karena panen tidak maksimal.

“Dengan kondisi seperti sekarang, cuaca sulit diprediksi. Kalau hujan terus tinggi, kemungkinan akan berimbas terhadap tebu,” kata Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Barat, Haris D Sukmawan, Minggu (30/6/2013).

Dia menuturkan, pengangkutan tebu hasil panen beberapa waktu lalau kerap terkendala hujan. Pekerja sulit membawa tebu hasil panen saat kondisi kebun tebu basah dan licin.

ementara itu, kendaraan pengangkut tidak masuk hingga dalam areal panen. Bahkan, untuk kondisi tertentu yang dirasa menyulitkan, biaya tebang dan angkut meningkat. Dengan panen yang relatif lambat, kinerja sejumlah pabrik gula juga tidak maksimal karena harus menunggu kiriman tebu dari petani.

Padahal, dari sisi fisik tebu, Haris mengatakan, penanaman tahun ini cukup baik. Tebu yang dipanen saat ini berukuran panjang sekitar 2,5 meter hingga 3,25 meter dengan bobot per meter sekitar 0,56 kilogram. “Kalau fisik tanaman tidak ada masalah,” katanya.

Namun, di sisi lain, rendemen pada panen periode pertama bulan Juni terbilang masih rendah, sekitar 6,4 hingga 6,7 persen. Tahun lalau, rata-rata rendemen bias mencapai 7,3 hingga 7,5 persen.

Haris berharap, pemerintah bias memberikan bantuan untuk membenahi infrastruktur pendukung di kebun tebu. Jalan yang rusak diperbaiki agar mobilitas kendaraan tebu lebih mudah dan cepat.

Pilihan berikutnya menggunakan alat transportasi lain seperti lori. Dengan lori yang melaju di atas rel di area kebun, pengangkutan hasil panen tidak akan terlampau banyak terkendala curah hujan.

 

Harga gula bagus

Berkaitan dengan harga gula, Haris menuturkan, lelang perdana yang digelar pekan lalu cukup memuaskan bagi petani. Pada lelang perdana gula tani musim giling 2013 Rabu (19/6), tercatat 6.578,01 gula yang dilelang dari 3 pabrik gula di Jawa Barat dengan peserta lelang dari Jakarta, Surabaya, dan Cirebon.

Hasilnya, harga lelang sebesar Rp. 10.110 per kilogram di Pabrik Gula Sindang Laut dengan volume 987,61 kuintal dan Pabrik Gula Karang Suwung 1.830,50 kuintal, dan Pabrik Gula Tersana Baru sebanyak 3.759,91 kuintal.

Merujuk Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 27/M-DAG/PER/6/2013 tentang Penetapan Harga Patokan Petani (HPP) Gula Kristal Putih Tahun 2013 pada 14 Juni Silam, HPP tahun ini ditetapkan Rp. 8.100/Kg, sama dengan tahun 2013.

Dia berharap, tidak dinaikannya HPP bias terbantu dengan tingginya rendemen saat giling. “Kami masih perlu melihat perkembangan harga lelang periode berikutnya, awal Juli,” Kata Haris. (A-179).

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/ | File : | Dibaca : 2556 x

Berita Terkait


Form Komentar Berita



Index Berita

Penilaian Kelayakan Calon Kebun Entres Karet PT. Nyalindung

15 April 2014 16:04:18

Pemurnian Calon Kebun Entres dan Penilaian Kelayakan Calon Kebun Entres Karet

Pengendalian JAP Karet di Cilampuyang

08 April 2014 16:09:37

Sosialisasi SKP di Disbun Jabar

08 April 2014 15:31:51

Penyerahan SK Kenaikan Pangkat

07 April 2014 10:26:30

 < 1 2 >  Last ›