BANDUNG- Plt. Kepala Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan,  Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Ir. Yayan Cahya Permana, MM.,  bertindak selaku narasumber  pada rapat koordinasi (Rakor) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Rakor yang dimotori oleh Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan tersebut  diselenggarakan dalam rangka Evaluasi Kegiatan Tahun 2018 dan Akselerasi Program/Kegiatan Tahun 2019.

Rakor dihadiri kurang lebih 80 orang peserta, yang merupakan perwakilan kabupaten/kota yang memiliki potensi komoditas perkebunan se Jawa Barat, seluruh pejabat struktural dan staf terkait lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, serta  tim ahli yang tergabung dalam Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat sebagai katalisator untuk mensinergikan dan mengkolaborasikan aktivitas OPD lingkup pertanian di Jawa Barat.

Rakor yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat tersebut diselenggarakan selama 2 hari kerja yaitu sejak hari Selasa tanggal 12 Februari hingga hari Rabu tanggal 13 Februari 2019, bertempat di ruang Java Room Lt.2   Sukajadi Boutique Hotel. Jl. Sukajadi No.176, Sukajadi, Bandung,

Berbagai agenda acara dikemas dengan apik dan sajikan secara terstruktur, sehingga peserta mengikuti dengan tekun dan tertib.  Agenda pertama arahan Kepala Dinas Perkebunan, sekaligus menandai dimulainya acara Rakoor. Sesaat setelah resmi dibuka, disajikan paparan dari TAP Jawa Barat, yang kemudian disusul dengan penyajian evaluasi dan pelaksanaan program/kegiatan setiap unit eselon 3 lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Yayan C. Permana, sebagai Plt. Kepala Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan memaparkan program/kegiatan Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan (Banglin) yang diawali dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2018 dan dilanjut dengan pelaksanaan kegiatan tahun 2019. 

Secara umum, beliau  menjelaskan bahwa issu strategis Bidang Banglin ada 6 point terkait lahan dan air yaitu; 1). Alih fungsi lahan, 2). Degradasi lahan, 3). Okupasi lahan, 4). Penerapan Inovasi dan Teknologi terkait keberlanjutan kualitas lahan, 5). Prasarana air baik berupa sumur resapan, embung maupun pipanisasi, serta 6). Pengembangan kawasan perkebunan berbasis korporasi sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pertanian  No. 18 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani.

Menurut Yayan, indikator outcome Banglin yang harus dicapai setiap tahun dalam  mewujudkan indikator sasaran/ Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Dinas Perkebunan tidak lain  merupakan “Persentase Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Lahan (SDL) Perkebunan sebesar 1%”.  Sedangkan aktivitas yang harus dilaksanakan untuk mencapai indikator outcome tersebut, menurutnya sangat layak diimplementasikan melalui 9 kegiatan yaitu: 1).  Membuat standar pemanfaatan sumber daya lahan, 2). Melakukan identifikasi kelas kesesuaian lahan, 3). Melakukan optimasi lahan, 4). Penyediaan prasarana perkebunan, 5). Pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), 6). Penanganan gangguan usaha dan konflik perkebunan, 7). Bimbingan dan pengewasan konservasi lahan, 8). Praktek percontohan konservasi lahan dan 9). Melakukan benchmarking.

Pihaknya mengingatkan untuk aktivitas tahun 2019 tetap harus menjurus untuk mencapai IKU yaitu “Nilai Tukar Petani”.  Yayan menegaskan agar semua kegiatan yang telah dirancang untuk implementasi tahun 2019 ini lebih fokus dan tepat sasaran dalam pelaksanaannya, untu itu beliau mengajak peserta yang hadir agar mencermati lokasi calon petani dan calon lahan (CPCL) yang telah ditargetkan bidang Banglin sebagai sasaran kegiatan. “Mumpung baru mau akan dilaksanakan, tolong diteliti CPCL masing-masing kegiatan”, katanya.

“Memang sebelum eksekusi kegiatan, terlebih dahulu akan dilakukan  verifikasi lapangan, untuk memastikan kesesuaian persyaratan teknisnya dengan yang dibutuhkan, namun demikian diharapkan saudara terlebih dahulu menyiapkan lokasi yang kira-kira sesuai atau mendekati dengan syarat teknis yang sudah kami kirimkan bulan Januari lalu”, ujar Yayan mengakhiri paparannya

Penulis: Ir. Siti Purnama, MP.


Dibaca : 180 kali