BANDUNG/Senin (11 Maret 2019) Dalam rangka memperingati Hari Kopi Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan selenggarakan minum kopi bersama sebagai pembukaan acara  Penilaian Tahap II Penghargaan Pembagunan Daerah (PPD) Tahun 2019 di Ruang Sidang Soehoed Warnaen Lt. 3 Bappeda Provinsi Jawa Barat, Jl. Ir. H. Juanda No.287 Kota  Bandung.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bappeda tersebut, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Kepala Bappeda lingkup Pemerintah Kabupaten/Kota, Camat Kecamatan Coblong, Lurah Kelurahan Coblong, unsur Swasta/Dunia Usaha, unsur Organisasi Masyarakat (Ormas), Kepala Perangkat Daerah/Biro Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Para Kepala Bidang Bappeda Provinsi Jawa Barat, unsur Perguruan Tinggi/Akademisi, unsur Peneliti/Mahasiswa, unsur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Komite Perencana, Tim Akselerasi Pembangunan (TAP), Tim Ekonomi Makro, Forum CSR Jabar Media LSM, BUMD Jawa Barat, Media Massa,  dan Perbankan.   

Minum kopi bersama menjadi agenda pembuka sebelum masuk  Acara  Penilaian Tahap II Penghargaan Pembagunan Daerah (PPD) Tahun 2019.  Momen ini terwujud berkat kolaborasi yang baik antara Bappeda dan Dinas Perkebunan.

Sesaat sebelum minum kopi bersama, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat “Ir. Dody Firman Nugraha”, memberikan pengantar terkait peringatan Hari Kopi Nasional.  Dody menjelaskan, minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup keseharian sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia, dan  sudah sangat mewabah dikalangan milenial masyarakat perkotaan.

Pihaknya mengamini,  zaman dulu peminum kopi sering diidentikkan dengan golongan manula (aki-aki) di pedesaan, namun dengan perkembangan zaman,  sekarang kaum muda, laki-laki maupun perempuan, sudah banyak yang jadi peminum kopi bahkan panatik dan  fasih  dalam mengenal aneka racikan kopi, cita rasa kopi dan aroma  yang beragam.

Dody juga mengakui, Jawa Barat pada umumnya, dan Kota Bandung pada khususnya,  seolah-olah sudah menjadi kerajaan kopi yang banyak diburu penikmat kopi dari daerah lain, bahkan turis mancanegara.

Lebih lanjut pihaknya menuturkan bahwa kedai-kedai kopi di kota Bandung dan kota-kota lainnya di Jawa Barat, seperti Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Bogor, Subang, Kuningan, dlsb, tumbuh subur  bagai jamur di musim hujan.

Sekilas Dody mengulas; “Kopi Arabika Java Preanger yang menjadi icon  kopi Jawa Barat, nampaknya telah menjadi magnet tersendiri dalam percaturan kopi tingkat dunia. Hal itu terbukti dengan banyaknya prestasi juara dari para petani/pelaku usaha kopi Jawa Barat yang pernah diraih dalam ajang festival kopi di mancanegara”ucapnya.

Bicara luas lahan maupun tonase di tingkat nasional,  Jawa Barat   masih jauh dibawah potensi kopi provinsi lainnya, seperti Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, maupun Sulawesi Selatan kata Dody.  Luas lahan kopi di Jawa Barat hanya sekitar 41 ribu Ha, terdiri dari 23 ribu ha Kopi Arabika dan 17 ribu ha Kopi Robusta. Tetapi kalau urusan rasa, Kopi Jawa Barat mampu bersaing dengan kopi-kopi unggul nasional lainnya, lanjut Dody.

Dengan nada  merendah, beliau mengatakan, atas ijin  Kepala Bappeda, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sejenak ingin mengajak peserta yang hadir  untuk mencicipi nikmatnya Kopi Jawa Barat, sebagai wujud  partisipasi dalam peringati HARI KOPI NASIONAL yang telah disepakati pada setiap tanggal 11 Maret.

Sekilas pihaknya mengingatkan bahwa pencanangan Hari Kopi Nasional, pertama kali dilakukan oleh ketua Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) “Zulkifli Hasan” dan Mentri Pertanian “Amran Sulaiman” pada tanggal 11 maret 2018 lalu di Intermark Convention Hall, Serpong Tangerang Selatan. Jadi hari ini merupakan peringatan Hari Kopi Nasional yang Ke-II, tutur beliau.

Dijabarkannya, maksud peringatan Hari Kopi Nasional,  tidak lain untuk  meningkatkan kepedulian terhadap para petani kopi dalam mengembangkan dan membangkitkan perekonomian yang lebih baik, ujar Dody seraya mempromosikan perwakilan petani kopi Jawa Barat yang hadir menggelar produknya di selasar Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda.

Pihaknya menuturkan, ada 5 perwakilan kab/kota (Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Sumedang, Kab. Purwakarta dan Kota Bandung), dengan 10  brand Kopi (Gunung Tilu, Gunung Halu, Gunung Wayang, Wanoja, Mahkota, Edelweiss, Tanjoeng, Cisarungga, Balantik dan Rush)   hadir secara spontan  untuk ikut memeriahkan peringatan Hari Kopi Nasional ini.

Seraya menutup kata pengantarnya,  Dody memohon kesediaan tim penilai PPD untuk menerima cindera mata berupa kopi arabika Java Preanger dan buku The Road To Java Coffee sekaligus mengajak peserta  untuk menikmati racikan khas kopi Java Preanger serta mempersilahkan peserta mengunjungi stand petani kopi, saat acara inti telah berakhir nanti.

Penulis: Siti Purnama


Dibaca : 93 kali