Bandung, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Sumber Daya Perkebunan, pada Bulan Februari 2019 telah menyelenggarakan Pembinaan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) di 4 (empat) lokasi, yaitu: (i) LEM Desa Wangunjaya, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, (ii) LEM Desa Sukadana, Kec. Campaka Kab. Cianjur, (iii) LEM Desa Cikuya, Kec. Culamega Kab, Tasikmalaya dan (iv) LEM Desa Cipicung Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya. Pelaksanaan Pembinaan LEM tersebut dilakukan pada tanggal 18 dan 19 Februari 2019 untuk di Kabupaten Cianjur, serta tanggal 25-26 untuk di Kabupaten Tasikmalaya.

Pembinaan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses pembentukan LEM pada tahun 2017 untuk Kab. Cianjur dan 2018 untuk Kab. Tasikmalaya, yang keseluruhannya difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI melalui Dana APBN, hingga menjadi lembaga ekonomi yang berbadan hokum. Adapun untuk kelanjutan pembinaannya kali ini difasilitasi dari Dana APBD Provinsi Jawa Barat TA. 2019.

Pembentukan LEM yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI sejak tahun 2017 ini, memiliki tujuan untuk mendorong terjadinya percepatan transformasi kelembagaan ekonomi masyarakat perdesaan, yang sebelumnya berupa kelembagaan ekonomi berbasis agribisnis dalam bentuk kelompok-kelompok tani yang ukurannya kecil, lemah, kumuh, kurang produktif, kurang memiliki daya saing; untuk kemudian akan didorong menjadi kelembagaan ekonomi masyarakat perdesaan yang lebih tangguh, produktif, modern, efisien serta menjadi andalan dalam mensejahterakan anggotanya dan masyarakat perdesaan pada umumnya.

Adapun konsep kebijakan pembentukan LEM ini adalah berupa pembentukan SATU DESA SATU LEMBAGA EKONOMI, yaitu dengan cara mendorong kelompok-kelompok tani yang ada di dalam satu wilayah desa untuk mau bergabung menjadi Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) yang memiliki skala ekonomi lebih besar atau setingkat desa, dan didalamnya memiliki unit-unit usaha yang produktif, sehingga LEM tersebut akan memiliki kemampuan dan kekuatan dalam menggalang perekonomian masyarakat setingkat desa. Adapun dalam proses pembentukan LEM ini dititik-beratkan pada upaya pemberdayaan kemandirian masyarakat desa itu sendiri dengan pola DARI-OLEH-UNTUK masyarakat desa, yang teknis pelaksanaannya didampingi oleh para Fasilitator LEM.

Dalam rancangan pengembangan LEM yang lebih luas, bahwa antara LEM yang satu dengan LEM lainnya diarahkan untuk membentuk suatu jejaring system kelembagaan ekonomi secara terstruktur, mulai tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga ke tingkat Nasional.

Dalam proses penyelenggaraan pembinaan LEM kali ini, telah dilakukan beberapa langkah pembinaan sebagai berikut:

  • Memberikan penyegaran kembali tentang pemahaman Maksud, Tujuan dan sasaran dibentuknya LEM kepada para pengurus dan anggota LEM di masing-masing lokasi;
  • Konsolidasi kepengurusan LEM yang telah dibentuk untuk meningkatkan kekompakan, memaksimalkan kinerja organisasi, mempercepat pemupukan modal dan pembentukan unit usaha, serta mengembangkan jejaring kinerja antar LEM;
  • Meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan di tingkat aparatur dan tokoh masyarakat desa, kecamatan serta Kabupaten, terhadap pengembangan LEM di masing-masing lokasi.
  • Mempercepat terwujudnya kesejahteraan anggota LEM serta masyarakat perdesaan pada umumnya;
  • Mensukseskan program pengembangan LEM secara nasional, sebagaimana yang telah difasilitasi oleh Direktorat Jenderal perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Pelaksanaan pembinaan LEM ini melibatkan unsur Fasilitator LEM Jabar, Tim Asistensi Provinsi, Tim Asistensi Kabupaten, Aparat tingkat Kecamatan dan tingkat Desa. Adapun materi dan metoda pembinaannya lebih menitik-beratkan pada proses pelatihan Dinamika Kelompok serta Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani, sesuai dengan metoda Sistem Kebersamaan Ekonomi (SKE).

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Ir. Dody Firman Nugraha, dalam sambutan dan arahannya pada pembinaan LEM di Ds. Sukadana Kec. Campaka Kab. Cianjur (19/02/2019), menyampaikan agar ke-4 (empat) LEM yang telah dibentuk di Jawa Barat ini harus menunjukan prestasinya secara maksimal, mengingat proses penentuan ke-empat lokasi LEM ini sudah melalui proses pemilihan cukup ketat dari ribuan desa yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di Jawa Barat. Keberadaan LEM ini harus dimaknai sebagai suatu penghargaan bagi masyarakat Jawa Barat, untuk itu dimohon agar para pengurus LEM yang terpilih dapat menjaga amanahnya serta segera mewujudkan tanggungjawab yang diembannya ini dalam bentuk prestasi kinerja LEM. Begitu juga kepada seluruh pemangku kepentingan yang terkait agar dapat meningkatkan pembinaannya, sehingga LEM ini bisa berkembang sesuai harapan dan dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi pengurus, anggota dan masyarakat pada umumnya.

 

Penulis : Ir. Agus Sutirman, MP


Dibaca : 205 kali