Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Sumber Daya Perkebunan, Seksi Sumber Daya Manusia menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Angkatan I selama empat hari di Bandung pada tanggal 24 s.d 27 Maret 2019. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelatihan kewirausahaan kali ini mengusung tema “Wirausaha Baru Naik Kelas”. 

Wirausaha Baru Naik Kelas adalah para Wirausaha Baru yang sudah menunjukkan jiwa entrepreneurnya secara mandiri, produktif, berjiwa millenial dan paham teknologi digital serta mempunyai visi dan misi yang aplikatif bagi kemajuan ekonomi.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah melatih 3.757 orang Wirausaha Baru pada tahun 2014 – 2018 sebagai implementasi dari Program Pencetakan 100.000 Wirausaha Baru Jawa Barat. Wirausaha Baru tersebut berasal dari 21 kabupaten/kota di Jawa Barat yang bergerak di berbagai komoditas tanaman perkebunan serta produk turunannya seperti kopi, teh, kelapa, gula merah, VCO, aren, gula semut, karet, kakao, lada, tembakau, cengkeh, pala, tebu, sereh wangi, akar wangi, nilam, dan berbagai minyak atsiri.

Pelatihan Wirausaha Baru sangat dirasakan manfaatnya oleh para alumni khususnya dalam meningkatkan motivasi dan semangat untuk memulai usaha, perubahan pola pikir dan sikap mental, peningkatan keterampilan bisnis, serta terjalinnya jejaring usaha. Hal ini terlihat dengan tumbuh kembangnya usaha para Wirausaha Baru Bidang Perkebunan di kabupaten/Kota di Jawa Barat yang produknya tidak hanya laku di pasar domestik tetapi juga ada yang sudah berhasil menembus pasar dunia.

Berdasarkan perkembangan yang telah dicapai para alumni pelatihan WUB Bidang Perkebunan sebelumnya serta sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Renstra Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat tahun 2018 – 2023, maka dipandang perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kewirausahaan bagi para WUB tersebut agar dapat naik kelas.

Peserta pelatihan Wirausaha Baru Naik Kelas Angkatan I sebanyak 60 orang merupakan hasil seleksi dari para alumni pelatihan WUB terdahulu yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Barat yang telah menunjukkan peningkatan usahanya. 

Sesuai dengan tema pelatihan Wirausaha Baru Naik Kelas, materi pelatihan yang diberikan adalah materi yang terkait dengan pengembangan dan peningkatan usaha disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini. Materi tersebut meliputi pengembangan produk, optimalisasi srategi pemasaran/selling, branding dan kemasan, peningkatan engagement dan awarenes, digital marketing, pencatatan pembukuan sederhana, pentingnya legal aspect dan etika bisnis serta kemitraan dan jejaring usaha dengan narasumber dan instruktur berasal dari Perguruan Tinggi, Pelaku Usaha, KADIN dan JAPNAS Jawa Barat. Selain memperoleh materi dan praktek di dalam kelas, para peserta pelatihan juga mengikuti kegiatan benchmarking pada hari keempat pada unit usaha perkebunan di Bandung.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat  “Ir. Dody Firman Nugraha” saat menyampaikan arahannya mengingatkan kepada para peserta pelatihan agar senantiasa memperhatikan kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk dalam menjalankan usahanya. Selain itu disampaikan pula bahwa dalam memasarkan produk para WUB harus bersaing dengan sehat, “biarkan konsumen yang memilih”, lanjutnya kemudian. Diingatkan juga agar para WUB memperhatikan kemasan produk dan perlu menguasai ilmu serta teknik pemasaran.

Dalam hal permodalan, para WUB perkebunan dapat mengajukan kredit modal ringan dari perbankan. Disarankan agar ada salah satu narasumber dari perbankan yang dapat memberikan informasi tatacara pengajuan kredit serta pendampingan.

Di akhir sambutannya Ir. Dody Firman Nugraha menyarankan perlunya dibangun komunikasi dan jejaring antara para alumni pelatihan WUB Naik Kelas dengan asosiasi perkebunan yang ada di Jawa Barat.

Pelatihan Wirausaha Baru Naik Kelas Bidang Perkebunan Tahun 2019 ini terdiri dari empat angkatan yang dilaksanakan pada bulan Maret, April, Juni dan Juli 2019. Diharapkan melalui pelatihan ini dapat diciptakan para wirausaha bidang perkebunan yang maju, modern, beretika, inovatif dan kompetitif yang dapat berkontribusi terhadap kemajuan perkenomian Jawa Barat dan Nasional.(Arniati Rahim)

 


Dibaca : 164 kali