Dalam rangka menciptakan Fasilitator Daerah (FASDA) I Bidang Perkebunan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pelatihan FASDA Tingkat I di Bandung pada tanggal 18 sampai dengan 29 April 2019. Kegiatan Pelatihan FASDA I ini dilaksanakan dengan maksud untuk menciptakan FASDA yang mempunyai motivasi, komitmen dan dedikasi yang tinggi untuk melaksanakan proses pemberdayaan petani dan mempunyai potensi untuk berkembang.

Peran Fasilitator Daerah dalam penumbuhan dan penguatan kelembagaan Kelompok Tani Perkebunan di Jawa Barat sudah memberikan hasil yang cukup baik dalam proses pembentukan Sistem Kebersamaan Ekonomi di tingkat kelompok tani (poktan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan). Namun demikian keberadaan FASDA saat ini jumlahnya masih kurang dan belum terdistribusi merata di kabupaten/kota yang merupakan sentra produksi komoditas perkebunan di Jawa Barat. Saat ini tercatat jumlah FASDA di Jawa Barat (FASDA I, II, dan III) sebanyak 75 orang dan yang aktif kurang dari setengahnya karena pensiun, pindah tugas ke instansi lain, ataupun aktivitas lainnya. Dengan luas lahan perkebunan 475.648 Ha dan jumlah kelompok tani sebanyak 5.543 poktan, maka jumlah FASDA tersebut  belum memadai untuk melakukan kegiatan pendampingan dan penguatan serta menumbuhkembangkan kelompok tani yang ada. Oleh karena itu dalam rangka pemerataan ketersediaan tenaga FASDA di kabupaten/kota, dipandang perlu untuk mencetak Fasda-Fasda baru yang terampil dan produktif serta berdedikasi tinggi yang diharapkan dapat berperan aktif dalam pendampingan dan penumbuhan kebersamaan petani perkebunan di daerah.

Dengan sangat terbatasnya tenaga penyuluh, FASDA mempunyai peran yang berat karena harus mendampingi petani dari proses hulu sampai hilir termasuk permodalan, demikian disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat ‘Ir Dody Firman Nugraha’ saat memberikan sambutan dan arahan pada acara pembukaan pelatihan. “Petani harus melek dan menyadari pentingnya arti kelembagaan apalagi di zaman digital saat ini. Petani harus diberi bimbingan, diajarkan untuk melakukan inovasi, berikan pengetahuan tentang agribisnis/usahatani, bagaimana menjalin kemitraan yang baik agar tidak tergantung kepada tengkulak, sampaikan informasi yang bisa dimanfaatkan petani dalam mengembangkan usahataninya,” lanjutnya kemudian.

Kepala Dinas juga menyampaikan bahwa merubah PSK (perilaku, sikap dan keterampilan) petani tidaklah mudah dan hal itu masih menjadi permasalahan sampai saat ini. Petani dimanja dengan bantuan-bantuan sehingga tidak bisa mandiri. Harus ada upaya bagaimana membuat kelompok tani bisa mandiri. FASDA harus bekerja sama dengan penyuluh untuk memperkuat kelembagaan tani yang ada. Bila perlu berikan penghargaan kepada kelompok-kelompok yang berprestasi untuk meningkatkan motivasi misalnya dengan melakukan lomba antar kelompok. Juga penghargaan kepada petugas yang berhasil membina kelompok. Di akhir arahannya Kepala Dinas mengingatkan kepada para peserta pelatihan agar senantiasa membangun komitmen dan tanggung jawab dalam mengemban tugas sebagai FASDA nantinya dalam memfasilitasi petani agar bisa mandiri dan berdaya sehingga terbentuk kelompoktani yang tangguh dan mandiri.

Peserta pelatihan FASDA Tingkat I seluruhnya sebanyak 20 orang terdiri dari PNS dan non PNS berasal dari kabupaten/kota di Jawa Barat yang merupakan hasil seleksi dari 46 orang calon peserta yang mendaftar. Seleksi dilakukan berdasarkan aspek administrasi dan teknis/visual yaitu berupa video tampilan calon peserta dalam melakukan kegiatan pendampingan/ pembinaan petani di wilayahnya masing-masing.   

Materi yang diberikan dalam pelatihan FASDA Tingkat I sesuai dengan fungsi FASDA I yaitu  memfasilitasi petani dalam penumbuhan kebersamaan petani (pelatihan dinamika kelompok).  Materi pelatihan diberikan dengan metode ceramah, diskusi, permainan, serta praktek, antara lain pengenalan potret kehidupan masyarakat (petani), proses membangun kebersamaan, membangun kemitraan dalam pengembangan agribisnis melalui Sistem Kebersamaan Ekonomi, membangun rumah idaman masa depan, filosofi kemitraan dan aspek-aspek manajemen kemitraan (SDM, kelembagaan, budidaya, keuangan, kemitraan), teknik memfasilitasi, teknik pendampingan, pengenalan media pelatihan serta praktek memfasilitasi di kelas. Selain kegiatan pelatihan di kelas, peserta juga diajak untuk melakukan praktek lapang pendampingan dan penumbuhan kebersamaan selama 2 hari di kelompoktani di Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Bertindak sebagai pengajar dan instruktur dalam pelatihan FASDA I ini adalah Fasilitator Madya Nasional didampingi FASDA III dari Paguyuban FASDA Provinsi Jawa Barat (Arniati Rahim).


Dibaca : 266 kali