Pada umumnya pengendalian tanaman kopi di Indonesia  saat ini didominasi oleh pengendalian kimiawi. Hal ini akan berdampak buruk terhadap pjasad non sasaran di perkebunan kopi dan tentu saja akan meracuni lingkungan sekitar. Masih banyak petani kopi yang kurang memahami dampak buruk penggunaan pestisida kimia, karena para petani masih beranggapan bahwa pengendalian secara kimiawi merupakan cara paling praktis dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Saat ini sudah mulai berkembang beberapa penemuan agensia hayati yang dapat mengendalikan hama penyakit pada tanaman kopi dan memiliki efek promoting  atau membantu pertumbuhan tanaman kopi tersebut. Masih sedikit petani yang mengetahui tentang penggunaan agensia hayati karena kurangnya sosialisasi dan informasi pengetahuan. Pemanfaatan agensia pengendali hayati dinilai efektif dalam mengendalikan hama penyakit dan lebih ramah lingkungan.

Pada bulan April 2019, Balai Perlindungan Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah melakukan kegiatan pelatihan dan perbanyakan APH (Agensia Pengendali Hayati) cair di kelompok tani Mekartani, Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Kegiatan pelatihan dan pengembangan APH cair ini disampaikan langsung oleh Petugas POPT Bapak Iwan Setiawan serta petugas Brigade Proteksi Tanaman. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperluas pengetahuan petani tentang pengendalian tanaman kopi selain menggunakan pestisida kimiawi.  Pemanfaatan APH cair juga memiliki keuntungan yang bersifat ramah lingkungan dan hemat biaya.

Salah satu agensia hayati yang digunakan dalam kegiatan pelatihan dan pengembangan ini adalah jamu antagonis jenis Trichoderma. Trichoderma merupakan salah satu jamur yang dapat mengendalikan patogen pada tanaman. Jamur trichoderma yang sudah diaplikasikan pada tanaman akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan patogen pada tanaman kopi.  Oleh karenanya, dengan adanya kegiatan pelatihan dan pengembangan APH cair, diharapkan para petani bisa mengaplikasikan penggunaan APH cair pada tanaman kopi mereka, sehingga akan mengurangi penggunaan pestisida kimia pada tanaman kopi.

Penulis :TIM BPP Disbun

Editor : MS. Ansori


Dibaca : 63 kali