JAKARTA, Perkebunannews.com – Akibat cuaca yang masih belum pulih, produksi teh PT Melania Indonesia Cibuni Estate, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tahun ini mencapai 80 persen dari target. Dengan kebun seluas 2050 hektar (Ha), produksi teh tahun 2019 ini mencapai 2.500 ton. Meski begitu perusahaan masih mendapatkan profit dari penjualan.

Manajer Cibuni Estate PT Melania Indonesia Ruspandi mengatakan, sudah tiga tahun ini cuaca kemarau berpengaruh pada produksi teh. “Biasanya kami bisa dapat 3.000 ton, tapi sekarang hanya 2.500 ton,” ujarnya kepada Perkebunannews.com.

Meski begitu, lanjut Ruspandi, kemarau tahun ini lebih baik daripada dua tahun sebelumnya. Sehingga produksi teh ada peningkatan sedikit dibanding dua tahun sebelumnya.

Menurut Ruspandi, untuk menghadapi cuaca kemarau biasanya yang dilakukan mengubah kultur teknis, seperti jadwal pangkas, jadwal petik yang lebih panjang. Dengan begitu, kebun teh tetap terjaga dari kekeringan.

Ruspandi optimis perusahaan teh akan tetap bertahan. “Kuncinya mempertahankan kualitas, melakukan diversifikasi dan sesuai permintaan pasar, perusahaan teh tetap akan bertahan,” jelasnya.

Dengan 2000 karyawan yang setiap orang karyawan menangani 1 Ha, PT Melania Indonesia bahkan masih mendapatkan profit. Selain produksi teh hitam dan CTC, Cibuni Estate juga berternak sapi dan domba. (YR)

 

Penulis : Admin

Sumber : https://perkebunannews.com/


Dibaca : 578 kali