BANDUNG-Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengapresiasi inovasi Si Perut Laper yang masuk dalam Top99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kementerian PAN RB.  Beliau berharap Si Perut Laper mampu bersaing dalam Top45 hingga tingkat dunia atau Internasional. Hal ini diungkapkannya saat memimpin apel  pagi  dan menyerahkan penghargaan di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat  Jl. Surapati Nomor 67 Bandung,  Senin (22/07/2019).

Menurut beliau, ia sengaja menjadi pembina apel pagi di Dinas Perkebunan untuk memberi motivasi agar  Dinas Perkebunan lebih berbenah diri dalam menuju Top 45 karena Disbun adalah Dinas provinsi strategis.  Pihaknya mengajak agar Disbun mempersembahkan yang terbaik dan lebih baik dari sebelumnya, bahkan ia mencontohkan selama kepeminpinan Gubernur Aher, Pemprov Jabar telah meraih terbaik diantara 34 provinsi di Indonesia.

Iwa menekankan, benchmarknya bukan lagi ke provinsi  lain di Indonesia karena Provinsi Jawa Barat sudah juara nomor 1 (terbaik), indikatornya dari segi tatakelola   keuangan sudah 8 kali WTP berturut-turut, LAKIP nilai A, LPPD terbaik, sehingga Jabar mendapat tanda kehormatan tertinggi dalam pelaksanaan pembangunan yaitu “Parasamya Purnakarya Nugraha” dari Presiden Republik Indonesia, yang ditetapkan Kepres Nomor 24/TK tahun 2018. Artinya benchmark kita harus mencari provinsi terbaik di ASEAN, tuturnya.

Pihaknya mengakui untuk menjadi yang terbaik memang susah banyak cobaan, namun harus tetap istiqomah pada Allah. Untuk menjadi pejabat tidak mudah, karena jabatan itu  amanah dan kepercayaan. Ada 3  parameter penilaian untuk menjadi pejabat; pertama, penilaian sesuai dengan peraturan gubernur dan peraturan yang lebih tinggi, kedua adalah hasil penilaian kompetensi dan ketiga adalah hasil peer review yaitu penilaian dari atas ke bawah (atasan menilai bawahan), dari bawah ke atas (bawahan menilai atasan) dan dari samping (sesama rekan kerja). Sehingga diharapkan dengan hasil ini kinerjanya menjadi lebih baik, jelas Iwa.

Beliau mencontohkan  untuk menjadi eselon 4  ada 5 parameter  dan untuk menjadi eselon 3 ada 6 parameter ditambah dengan peer review.   Melalui peer review bidang dipaksa untuk bekerja sama, jika ada salah satu seksi yang tidak mau bekerjasama maka bidang itu gagal semuanya, bukan hanya 1 seksi itu yang gagal, tuturnya.

Ia menegaskan, cara kerjasama yang baik, harus bisa menerima pendapat orang lain dan jangan bersifat dominan, akan tetapi mau mendengarkan masukan dari orang lain, dengan demikian seksi tersebut  akan juara dan bidang yang bersangkutanpun akan menjadi juara.

Iwa mengatakan, Disbun merupakan OPD strategis karena akan mampu mensejahterakan masyarakat Jawa Barat dengan tidak menggunakan APBN dan APBD, sebab ada 3  atau 4 komoditas yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yaitu kelapa, teh, kopi dan kakao. 

Kedepan kelapa jadi salah satu solusi, khususnya air kelapanya bisa dikemas dengan baik dan menarik sehingga meningkatkan pendapatan petani. Baik kelapa di Ciamis, Pangandaran maupun Sukabumi, akan lebih difokuskan pengembangannya. Demikian juga dengan teh premium dan kopi akan didorong ke depan pengembangannya, tutur Iwa.

Disamping itu, pihaknya berharap agar Disbun juga menjalin komunikasi yang baik dengan PBN dan PBS sehingga tetap bisa memberi kerjasama yang baik. “Apapun posisi dan jabatan kita baik PNS, Non PNS bahkan cleaning servis dan kamdal pun kembangkan komunikasi terbaik dengan mitra kerja”, katanya.

Di akhir arahannya, Iwa mengucapkan “Selamat pada inovasi Si Perut Laper, mudah-mudahan  inovasi ini bisa diakses masyarakat dengan baik dan masyarakat bisa memanfaatkan”. “Sekali lagi saya bangga kepada anak Disbun”, katanya sambil bertanya;  “Siap untuk menjadi juara asean….? siaap…..? siaap….”? Tegasnya memotivasi anak Disbun.

Akhirnya beliau menutup dengan mengucapkan “Insyaallah mudah-mudahan bermanfaat buat diri sendiri, keluarga, daerah, kampus dan semua  masyarakat”, pungkasnya. (Siti Purnama)


Dibaca : 131 kali