BANDUNG - Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur sepakat untuk mengembangkan konservasi lahan perkebunan dalam pelestarian lingkungan.  “Konservasi lahan menjadi salah satu target kerja yang harus dikembangkan untuk mewujudkan perkebunan berkelanjutan”, kata Kabid Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan, Hermin Karlina saat menerima kunjungan kerja Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur di ruang kerjanya, Jl. Surapati no. 67 Bandung,  Kamis (25/07/2019).

Kunjungan kerja yang berjumlah 5 orang tersebut, dipimpin langsung  Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan pada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Selain Kepala Seksi Konservasi Lahan beserta 2 orang stafnya, turut hadir Kepala Seksi Pengendalian.  Tema yang diangkat pada kunjungan  kali ini hanya fokus mendalami teknik konservasi lahan yang diterapkan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, sebagai pembanding dalam penerapan teknik konservasi  lahan di Jawa Timur.  

Agenda kunjungan cukup variatif, diskusi di ruang kerja Kabid Banglin Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, kunjungan lapangan ke lokasi konservasi lahan kopi di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dan juga diskusi dengan ketua kelompok tani Rahayu, “Dinuri”  yang menerapkan kaidah-kaidah konservasi lahan.

“Menjaga lahan dan lingkungan berarti telah berusaha melestarikan alam dan lingkungan sekitar”, kata Hermin saat diskusi di lapangan.  

Konservasi adalah upaya manusia untuk melestarikan dan melindungi lingkungan sekitarnya serta kekayaan alam yang terdapat di dalamnya. Banyak cara untuk memelihara kelestarian lingkungan yakni dengan melakukan konservasi di lingkungan tanah, air, udara dan keanekaragaman hayati, lanjutnya. 

Tujuan konservasi tanah antara lain mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran permukaan, memperbaiki tanah yang rusak/kritis, mengamankan dan memelihara produktivitas  tanah  agar  tercapai  produksi setinggi-tingginya dalam waktu yang tidak terbatas,  meningkatkan produktivitas lahan usaha tani.

Salah satu teknik konservasi  menarik yang dilakukan di Jawa Barat adalah penggunaan ondol-ondol yang dibuat sendiri oleh petani   untuk  membentuk teras bangku. Hal ini menjadi model khas langkah penerapan konservasi lahan di Jawa Barat, disamping penanaman rumput di bibir teras.

Konservasi lahan dilakukan dengan cara menanam tanaman mengikuti bentuk tanah, seperti lereng. Cara ini digunakan untuk mengurangi erosi dan bahaya longsor. Cara ini hampir sama dengan cara terasering,  perbedaannya  sebenarnya hanya dari bentuknya. Terasering dilakukan pada lahan yang bentuknya lereng-lereng, sedangkan Contour-farming dilakukan pada lahan yang landai. Cara lain konservasi lahan dapat juga dilakukan dengan penggunaan bahan organic  seperti pupuk organik ataupun sisa-sisa tanaman yang diletakkan di atas tanah sehingga tanah dapat menyerap air, semua teknik itu dilakukan pada lahan kopi petani di Jawa Barat. (Siti Purnama)


Dibaca : 315 kali