Purwakarta - Serangkaian proses Sertifikasi Desa Organik di Kabupaten Purwakarta telah selesai dilaksanakan. Salah satunya adalah Audit Desa Organik di Kabupaten Purwakarta, Audit berlangsung di dua kelompok tani teh, yaitu Kelompok Tani Sindangpanon dan Kelompok Tani Pusakamekar.

Sebelum dilaksanakannya audit lapangan, telah ada perbaikan dan melengkapi dokumen-dokumen apa saja yang harus di siapkan dan diperbaharui oleh kelompok tani, yang berlangsung selama 4 hari, berlangsung dari tanggal 17-20 Juni 2019. Inspeksi ke kebun anggota pun dilaksanakan dengan tujuan melihat secara langsung kebun anggota dan menentukan titik koordinat kebun teh milik petani.

Proses audit desa organik berlangsung selama 9 (sembilan) hari dari tanggal 1-9 Juli 2019. Kegiatan audit ke lapangan anggota kelompok selama 6 hari dan 3 hari melaukan perbaikan hasil audit di kebun teh milik anggota kelompok tani. Dari 25 anggota kelompok tani, hanya di ambil sampel sebanyak 12 kebun milik 12 anggota kelompok tani yang dipilih secara acak oleh auditor dari Icert. Pada pelaksanaan audit ini masih ada kebun yang belum sesuai dengan standar organik, hal ini disebabkan karena kebanyakan petani masih belum memahami standar organik.

Harapannya dari diadakannya audit eksternal ini, petani lebih memahami apa saja yang diperbolehkan dan apa saja yang tidak diperbolehkan untuk mendapatkan sertifikat organik, dan memberikan pemahaman yang baik kepada petani, bahwasanya untuk mendapatan sebuah sertifikat organik itu tidak mudah.

Hasil audit yang dilakukan oleh Tim Lembaga Sertifikasi Organik selama di lapangan pun sudah selesai diperbaiki, hal ini karena terjadinya sinergi yang baik antara auditor (Icert), pendamping, dan petani itu sendiri (Efalia/MS.Ansori)

 


Dibaca : 177 kali