Aplikasi Sistem Perencanaan Klaster Perkebunan (ASISISTER) merupakan inovasi di tataran Perencanaan Program dan Kegiatan sesuai dengan strategi pembangunan perkebunan (fokus komoditas dan fokus wilayah dan hulu-hilir).

Melalui penerapan Aplikasi Sistem Perencanaan Klaster Perkebunan (ASISISTER), Bidang/Balai di Lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan bersama-sama secara online menyusun perencanaan pengembangan Klaster Perkebunan.  Masing-masing stakeholder sesuai dengan kewenangannya masing-masing memberikan kontribusi

Adapun strategi pembangunan perkebunan dalam Rencana Strategis Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023, antara lain:

1. Fokus Komoditas

Sejalan dengan paradigma pembangunan perkebunan, bahwa perlu didorong kebijakan fokus komoditas yang mampu mendorong perekonomian regional. Untuk itu dapat dipertimbangkan pengembangan pembangunan Perkebunan difokuskan pada Komoditas Kopi, Kelapa Dalam dan Teh sebagai sebagai Komoditas Unggulan Utama. Penetapan Teh sebagai komoditas unggulan Utama lebih ditekankan aspek historis sebagai pertimbangan utama.

2. Klaster Agribisnis Perkebunan Berbasis Komoditas Unggulan

Pengembangan klaster agribisnis akan meningkatkan kapasitas daya saing dan pendapatan produsen pada era perdagangan bebas. Faktor kunci pengembangan klaster agribisnis adalah orientasi pasar, inovasi teknologi, konsentrasi geografi, wiratani baru, dan pelibatan multi pemangku kepentingan. Secara khusus, pengembangan klaster agribisnis merupakan keterkaitan petani, wirausaha lokal, perbankan dan layanan pengembangan bisnis pada suatu wilayah.

Pembangunan Klaster agribisnis perkebunan dari aspek pembangunan wilayah diharapkan menjadi kutub pertumbuhan (growth pole). Secara Fungsional, Growth Pole mampu mestimulasi kehidupan ekonomi baik kedalam maupun keluar (daerah belakangnya) dan secara geografis menjadi pusat daya tarik (pole of attraction), yang menyebabkan banyak usaha tertarik untuk berlokasi didaerah tersebut dan masyarakat senang datang memanfaatkan fasilitas yang ada.

3. Kolaborasi Program dan Kegiatan

Keberhasilan kegiatan ditentukan oleh keberhasilan pekerjaan dan pelaksanaannya. Keberhasilan baik dari sisi substansi, sisi target masyarakat dan sisi waktu. Berbagai kendala dalam pelaksanaan baik dari aspek Sumberdaya Manusia, pendanaan dan waktu dapat diantisipasi melalui kolaborasi berbagai institusi Bidang/Balai lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan Kolaborasi Program dan Kegiatan tidak terlepas dari Konsep Komoditas Unggulan dan Klaster Agribisnis Perkebunan yang akan dikembangkan. Artinya komoditas unggulan dan Klaster agribisnis perkebunan dilaksanakan secara kolaboratif oleh bidang/balai dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada, baik sumber daya manusia, dan sumberdaya pendanaan yang saat ini sangat terbatas.

4. Hilirisasi Produk Perkebunan

Peningkatan Pendapatan petani perkebunan dipengaruhi oleh faktor produksi dan nilai tambah produk perkebunan. Dari aspek peningkatan nilai tambah, dicapai melalui pengolahan produk perkebunan (Hilirisasi Produk Perkebunan).  

Pengolahan produk perkebunan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan mulai dari pengolahan produk primer menjadi produk bahan baku dan pengolahan produki bahan baku menjadi produk bahan jadi.

Pelaksanaan hilirisasi produk perkebunan dilaksanakan sesuai dengan konsep fokus komoditas dan Klaster agribisnis berbasis produk unggulan serta kolaborasi program dan kegiatan bidang/balai lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. 

Tampilan Utama ASISISTER

Perancangan Aplikasi Sistem Perencanaan Klaster (Asisister) Perkebunan.

Perancangan ASISISTER diawali dengan penyusunan Alur Fikir proses penyusunan perencanaan klaster perkebunan yang dituangkan dalam bentuk Flow Chart, Alur fikir dan Daftar Menu data yang dibutuhkan dalam ASISISTER.

Tahapan Perancangan merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam pembangunan ASISISTER, karena dalam dalam tahapan perancangan diperlukan penelaahan, inventarisasi data dan alur fikir yang rinci, berkesinambungan serta memperhatikan keterkaitan antar stakeholder sesuai tugas pokok,  fungsi serta kewenangan.

FLOW CHART ASISISTER

 

ALUR FIKIR ASISISTER


Sebagaimana telah diuraikan di atas, melalui implementasi ASISISTER, maka strategi pembangunan perkebunan, yaitu Fokus Wilayah, Fokus Komoditas, Bottom Up – Top Down Policy dan Hulu – Hilir dapat direalisasikan. Disamping itu, dengan menggunakan aplikasi ASISISTER, efektivitas program dan kegiatan dapat lebih terarah dan terukur, karena dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, maka program dan kegiatan harus lebih fokus (wilayah, komoditas, hulu-hilir), artinya program dan kegiatan dilaksanakan secara terkonsentrasi pada satu klaster, yang kedepannya memberikan trigger pada pengembangan wilayah di sekitarnya, best practice yang dapat menjadi acuan pengelolaan perkebunan secara komprehensif serta terbangunnya kolaborasi antara bidang/balai dan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan

Untuk Program dan kegiatan APBD Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2020, mulai mengiplementasikan ASISISTER, sehingga pada tataran perencanaan, implementasi ASISISTER dapat meningkatkan kualitas perencanaan.

 

 


Dibaca : 340 kali