Pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia. Hal ini antara lain terlihat dari cara melakukan transaksi jual beli dimana belanja online telah menjadi tren di tengah masyarakat. Hampir seluruh kebutuhan masyarakat dapat diperoleh dengan mudah melalui internet.

Melihat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup tersebut serta sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan bimbingan teknis bisnis online bagi pelaku usaha perkebunan dalam menggunakan platform marketplace untuk transaksi jual beli. Bimbingan teknis yang pesertanya didominasi oleh para alumni bimbingan teknis wirausaha baru perkebunan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2019 bertempat di aula Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

“Produk komoditas perkebunan sifatnya tahan lama sehingga layak untuk dijual di pasar online,” demikian disampaikan Kepala Bidang Sumberdaya Perkebunan mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat saat membuka bimbingan teknis. Dikatakan pula bahwa titik lemah petani sampai saat ini di antaranya adalah rantai tata niaga.

Mengapa harus bisnis online? Egi Setiadi dari Bukalapak yang bertindak sebagai narasumber dalam bimbingan teknis ini mengatakan bahwa berdasarkan data yang dipublikasi tahun 2018, lebih dari 50% penduduk Indonesia terhubung dengan internet, 40% dari pengguna tersebut membeli barang secara online. Ini menjadi potensi pasar yang sangat besar pagi pelaku bisnis online.

Banyak kelebihan bisnis online yang menyebabkan orang beralih dari bisnis offline. Bisnis online jangkauan pasarnya luas ke seluruh Indonesia bahkan global, toko buka 24 jam sehari, biaya investasi murah karena tidak perlu menyediakan bangunan atau sewa toko, biaya listrik, pemeliharaan dan membayar gaji pegawai toko. Tidak hanya itu, melalui bisnis online informasi produk cepat sampai ke konsumen, biaya promosi murah bahkan gratis, pengiriman barang ke konsumen lebih cepat dengan berbagai dukungan ekspedisi, jelas Egi lebih lanjut.

Egi Setiadi menyampaikan beberapa materi terkait tips dan trik berbisnis online seperti bagaimana membuat akun dan mengelolanya, teknik foto produk serta copywriting. Menurut Egi, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis online yaitu produk, tampilan serta pelayanan. Penjual bisa menjual produk yang dibuat sendiri atau menjadi reseller. Tampilan produk serta informasi mengenai produk yang dijual harus menarik agar konsumen mau membeli, demikian juga dengan kecepatan dan layanan yang baik dalam memenuhi pesanan akan lebih penting dari pada harga yang murah. Selain memperoleh materi, para peserta juga melakukan praktik cara membuat akun dan login di marketplace.

Sebelum mengakhiri bimbingan teknis, Egi Setiadi menyampaikan quote menarik dari Ahmad Zaki, CEO dan Founder Bukalapak untuk menyemangati para peserta, yaitu “Jangan buang waktu menunggu inspirasi. Mulailah, dan inspirasi akan menemukanmu”. (Arniaty Rahim)

 


Dibaca : 162 kali