Dalam rangka untuk meningkatkan apresiasi dan edukasi masyarakat terhadap produk teh, melalui kreatifitas, inovasi dan teknologi produk teh serta manfaat minum teh bagi kesehatan, yang pada gilirannya akan mamacu peningkatan konsumsi serta produk teh dalam negeri. West Java Bandung Tea Festival merupakan satu bentuk kegiatan promosi produk teh yang sangat efektif, karena diikuti oleh para kelompok petani teh, pelaku usaha, dan instansi pemerintah yang erat kaitannya dengan pengembangan agribisnis teh di Indonesia. Selain itu dengan adanya gelaran ini merupakan wadah kepada para petani/pelaku usaha untuk dapat memperkenalkan produk-produk hasil perkebunan asli Jawa barat sehingga dapat memperluas pangsa pasar dan diharapakan nantinya dapat meningkatkan tingkat penjualan produk yang dihasilkan oleh para petani, pelaku usaha dan instansi terkait.

Teh Jawa Barat kualitas Dunia menuju pasar Dunia, merupakan tema dalam gelaran West Java Bandung Tea Festival ke 16 tahun 2019, Acara tersebut digelar pada tanggal 2-3 Agustus 2019, bertempat di Parkir Barat Gedung Sate. Kegiatan ini mengundang tidak hanya para petani/kelompok tani perwakilan dari Kabupaten potensi teh, tetapi juga para pelaku usaha agribisnis teh. Total 27 stand yang ada di gelaran Festival Tahun ini, dan beragam acara diselenggaran dalam festival tersbut, mulai dari Pameran Aneka Produk Teh dan turunannya, Talkshow, Lomba Mewarnai dan Lomba Masak berbahan teh, Kompetisi Tea Mocktail Baristea, icip-icip teh gratis, dan panggung hiburan

Pembukaan West Java Bandung Tea Festival 2019

Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) secara resmi membuka acara tersebut, dalam sambutannya Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) menyampaikan bahwa Agribisnis teh perlu dikembangkan lebih luas lagi terutama produk – produk turunan teh seperti minuman teh siap saji dan makanan berbahan baku teh ke dalam berbagai kemasan agar memberi nilai tambah dan nilai jual lebih baik lagi. Pengembangan lintas sektoral juga sangat menjanjikan, seperti misalnya dengan sector pariwisata, wisata kebun teh akan sangat menarik perhatian wisatwan melalui kesejukan alamnya dan cafe-cafe yang menyajikan serta menjual teh maupun produk-produk turunan teh jawa barat. Pada segmen horeka dan instansi pemerintahan, pemda provinsi dan kabupaten/kota dapat membuta surat edaran/himbauan agar menggunakan souvenir maupun menyajikan teh lokal Jawa Barat dalam menyambut para tamu.

Pada akhir sambutannya Kang Emil menyampaikan pantun, "Make up Teh Aat meni menor pisan, tiap hari ka salon di pengkolan. Jika ingin teh Jabar selalu terdepan, inovasi kolaborasi harus dioptimalkan”.

(Rahmat)


Dibaca : 149 kali