BANDUNG – Inovasi layanan publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, “Si Perut Laper” yang masuk Top 99  Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) memasuki tahapan verifikasi lapangan.  Sebanyak dua tim independen atau tim juri dari kalangan jurnalis dan akademisi serta dua tim pendamping Kemenpan RB  diterima oleh Gubernur Jawa Barat “Ridwan Kamil” sesaat sebelum melakukan verifikasi lapangan ke penerima manfaat di Kabupaten Bandung.

Ridwan Kamil (RK) memberikan ucapan selamat datang kepada tim independen di ruang rapat Manglayang Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22 Kota Bandung pada Jumat (2/08/2019) sebelum tim menuju ke Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. 

Ridwan Kamil menyambut gembira atas verifikasi lapangan yang akan dilakukan, pihaknya meyakini Si Perut Laper merupakan suatu inovasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Jawa Barat kehadirannya untuk menyelesaikan persoalan perkebunan, khususnya penanganan lahan-lahan telantar dan lahan yang tidak produktif disamping lahan yang sudah eksis tapi produktivitasnya masih rendah.

Beliau menjelaskan  menuju juara lahir batin itu harus melalui 2 cara, yaitu inovasi dan kolaborasi maka di Jawa Barat wajib setiap OPD membuat satu inovasi, sehingga minimal bisa memanen 44 inovasi setiap tahun. Bagaimana caranya? Caranya membuat inovasi bisa bertanya masalah yang ada di masyarakat, analisa pakar dan  observasi media maka ketemulah  masalahnya, ucapnya.

Ridwan Kamil mengatakan, tujuan utama berbagai inovasi itu untuk mempermudah layanan kepada masyarakat bukan untuk meraih penghargaan, adapun inovasi kami terbaik dan mendapat penghargaan, itu adalah bonus.  “Tujuan akhir dari semua inovasi yang kami miliki adalah warga Jawa Barat menjadi lebih sejahtera”, katanya.  

Oleh karena itu, RK  selalu berharap supaya warga Jawa Barat  terus bekerja keras  supaya bisa berhasil dan sukses. OPD nya terus bersemangat melahirkan inovasi untuk mempermudah layanan pada masyarakat. 

Tim Evaluator, Prof. Ida Bagus Wyasa Putra dan Tim Panel Independen (TPI), Drs. Nurjaman Mochtar  hadir untuk  melakukan verifikasi lapangan, melihat secara nyata inovasi yang menjadi unggulan Jawa Barat yaitu Si Perut Laper. “Verifikasi lapangan penting sebagai bukti dari inovasi yang dipresentasikan,  intinya    memastikan kesesuaian informasi antara proposal dan dokumentasi inovasi dengan fakta di lapangan”,  kata Nurjaman.

Khusus kepada pemerintah daerah yang masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan Dana Insentif Daerah (DID) untuk anggaran tahun 2020, lanjutnya.

Inovasi-inovasi itu juga akan dikirim untuk mengikuti ajang kejuaraan dunia dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA). UNPSA dinyatakan oleh PBB sebagai penghargaan PBB yang paling prestisius, karena melibatkan berbagai sektor lembaga internasional untuk pencapaian Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan 2030.

Prof. Ida Bagus Wyasa Putra, sebagai tim evaluator mendukung penuh inovasi Jawa Barat untuk bersanding dengan inovasi unggulan lainnya dalam UNPSA, pihaknya memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan inovasi Jawa Barat agar menjadi terbaik ditingkat dunia.  “Inovasi yang saya pegang biasanya juara satu tingkat dunia”, kata Wyasa saat memberi tips terkait kelengkapan informasi yang harus dipenuhi untuk bersaing di UNPSA.(SITI PURNAMA)


Dibaca : 49 kali