BANDUNG – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Pemerintah Provinsi Jawa Barat  diawali dengan Apel Besar yang digelar di Lapangan Gasibu Bandung, Senin (19/8/2019). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menyerahkan berbagai penghargaan, salah satunya Top 45 inovasi pelayanan publik, Sistem Informasi Peta Peruntukan Lahan Perkebunan “Si Perut Laper” kepada sang inovator (Ir. Siti Purnama, MP.).   

Top 45 merupakan penghargaan tertinggi untuk tingkat nasional, yang digagas oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Tujuannya  adalah pemberdayaan, pembelajaran dan pengembangan untuk menyebarluaskan ide kreatif, gagasan dan terobosan pelayanan publik di Indonesia guna percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebelum meraih Top 45, Si Perut Laper dinyatakan masuk Top 99 setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang mulai dari seleksi administrasi proposal, presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi lapangan, yang pada akhirnya  dinyatakan lolos  dan ditetapkan  terpilih dalam Top 45.

Sejalan dengan visi pemerintah dan konsep pembangunan Jawa Barat, Inovasi ini menjadi salah satu inovasi unggulan Jawa Barat di tahun 2019, pasalnya menjadi solusi bagi lahan lahan yang belum termanfaatkan dan lahan lahan yang kurang produktif khususnya untuk komoditas perkebunan di Jawa Barat.

Menurut Ridwan Kamil, Jawa Barat hari ini telah tumbuh pesat menjelma menjadi pusat industri, pusat pendidikan, pusat ekonomi kreatif, pusat inovasi dan pusat pariwisata. “Sehingga Jawa Barat dianugrahi provinsi paling mempesona dan destinasi wisata halal unggulan,” katanya.

Jawa Barat,  hari ini merupakan provinsi terbesar penduduknya dengan 48,7 juta jiwa dan diprediksi pada tahun 2021 akan mencapai 50 juta jiwa. Jadi, tantangan terbesar sebagai penyelenggara negara adalah memberikan pelayanan optimal terhadap warga Jawa Barat yang jumlahnya satu setengah kali penduduk Malaysia, tuturnya.

Menurut Ridwan Kamil, Jawa Barat dengan identitas kesukuan Sunda, Melayu Betawi dan Cirebon memiliki beragam potensi untuk mendorong keadilan dan pembangunan ekonomi. Selain itu, Jawa Barat pun telah dianugrahkan desa-desa dengan potensi alam luar biasa serta kota-kota yang memiliki potensi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi.

Beliau mengatakan, pembangunan Jawa Barat, membutuhkan pendekatan keseimbangan antara keadilan dan pertumbuhan ekonomi, pemahaman yang komprehensif antara desa dan kota, serta visi yang kuat tentang bagaimana melahirkan manusia Jawa Barat yang beriman, bahagia, dan berkualitas, ujarnya.(SITI PURNAMA)

 


Dibaca : 111 kali