Strategi pembangunan perkebunan yang digagas oleh dinas Perkebunan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 aadalah fokus komoditas, fokus wilayah dan pengembangan Hulu-Hilir. Fokus Komoditas diarahkan pada 8 Komoitas strategis yang apabila di kerucutkan menjadi 3 komoditas unggulan utama, yaitu Kopi, Kelapa dan Teh. Sedangkan Fokus Wilayah adalah kebijakan untuk mengembangkan komoditas strategis sesuai dengan karakteristik komoditas baik, jenis tanah, ketinggian, curah hujan dan lain-lain. Strategi pengembangan Hulu-hilir adalah strategi untuk pengembangan perkebunan mulai dari aspek Hulu (budidaya: benih, pemeliharaan, pengembangan SDM petani perkebunan) sampai aspek hilir (pengolahan dan pemasaran). Dilihat dari aspek struktur organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Bidang/UPTD pada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah menggambarkan aspek Hulu-Hilir dimana untuk Aspek Hulu menjadi Tupoksi Bidang Produksi Perkebunan, Sumberdaya Perkebunan, Pengembangan dan Pengendalian, UPTD Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan, Balai Perlindungan Perkebunan dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan sedangkan untuk aspek Hilir menjadi Tupoksi Bidang Pengolahan Pemasaran dan Usaha Perkebunan. 

Sebagai upaya untuk meramu tiga strategi tersebut, Konsep Klaster Perkebunan merupakan salah satu jawaban dalam rangka meningkatkan nilai tambah serta daya saing wilayah dan komoditas perkebunan memperkuat sistem Usaha Tani secara utuh dalam satu manajemen kawasan memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, pengembangan prasarana serta pengolahan dan pemasaran.

Secara teoritis, definisi klaster dilihat dari termonologi pengembangan wilayah, antara lain:

“Geographical concentration of interlinked companies and institutions in related branches of industry that complement each other by joint relations of exchange and activities along one (several) value creation chains.”

konsentrasi geografis dari perusahaan dan institusi yang saling berhubungan dalam bidang tertentu”

Michael Porter, Clusters and the new economics of Competition, Harvard Business Review, 1998 

Apabila dianalogikan, teori klaster dengan dengan strategi pembangunan perkebunan, konsentrasi geografis dinalogikan dengan fokus wilayah dan komoditas, sedangkan perusahaan dan institusi dianalogikan sebagai konsep Hulu-Hilir.

Dalam rangka pengembangan konsep klaster dalam penyusunan perencanaan pembangunan perkebunan, subbag perencanaan dan pelaporan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah membangun Aplikasi Sistem Perencanaan Klaster Perkebunan (ASISISTER).

Melalui penerapan Aplikasi Sistem Perencanaan Klaster Perkebunan (ASISISTER), Bidang/Balai di Lingkup Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dan Perangkat Daerah Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan bersama-sama secara online menyusun perencanaan pengembangan Klaster Perkebunan.  Masing-masing stakeholder sesuai dengan kewenangannya masing-masing memberikan kontribusinya.

Diagram alur Penyusunan Klaster Perkebunan melalui Apilkasi ASISISTER

Dalam rangka penerapan ASISISTER, pada tanggal 24 Oktober 2019, bertempat di Hotel Mercure Bandung, telah dilaksanakan sosialisasi dan input data usulan Klaster Perkebunan Tahun 2020 dari Kabupaten dan Analisa Usulan 13 Kepala Seksi yang kegiatannya dalam RKPD 2020 berkontribusi terhadap Usulan Klaster Perkebunan. Sebagai tahap awal, pada Tahun 2020 akan diterapkan konsep Klaster Perkebunan untuk 3 Komoditas (Kopi, Kelapa dan Teh) di 6 Kabupaten, yaitu untuk Komoditas Kopi (Majalengka dan Tasikmalaya), Komoditas Teh (Cianjur dan Garut), Komoditas Kelapa (Pangandaran dan Sukabumi). Selanjutnya, dari hasil analisa 13 Kepala Seksi, akan ditetapkan Jenis Kegiatan dan volumenya di tiap-tiap lokasi Klaster.

Berbagai tanggapan dan masukan dari Kabupaten peserta rapat terhadap pelaksanaan konsep klaster, antara lain dukungan terhadap implentasi konsep klaster yang sangat komprehensif yang mengakomodir kegiatan mulai dari hulu sampai hilir juga masukan-masukan untuk perbaikan aplikasi ASISISTER.


Dibaca : 144 kali