Sejak tahun 2016 Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat tidak pernah absen dalam mengikuti ajang kompetisi Inovasi di berbagai tempat, termasuk pada tahun 2020 ini para innovator Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat kembali mendaftarkan hasil karyanya pada event KIJB (Kompetisi Inovasi Jawa Barat) dan SINOVIK (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik).

Meskipun pendaftaran Sinovik masih dibuka hingga tanggal 10 Mei 2020, dan pendaftaran KIJB sampai tanggal 3 Agustus 2020, namun jumlah inovasi Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sudah lumayan banyak. Tercatat hingga tanggal 30 April 2020 sudah ada 9 inovasi, dan berdasarkan catatan awal kemungkinan yang mendaftar akan terus bertambah hingga 20 inovasi.

 Daftar Inovasi

Berikut ini adalah daftar nama-nama inovasi yang sudah submit di Sinovik:

  1. SIBUNER BENPER (Optimalisasi Kebun Sumber Benih Perkebunan), Kategori Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, Tgl Inisiasi 30 May 2016.
  2. BALANTIK (Bantuan Layanan Teknik) Perbenihan, Kategori Pemberdayaan masyarakat, Tgl inisiasi 01 May 2016.
  3. SIDAKEV BARIBALEM (Studi Dampak Evaluasi Bantuan dari Badan/Lembaga), Kategori Pengentasan kemiskinan Tgl Inisiasi 01 May 2016.
  4. SI KONTAK (Sistem Informasi Konsultasi Petani Kebun), Kategori Pemberdayaan masyarakat, Tgl Inisiasi 10 October 2017.
  5. SIMPONI (Sistem Informasi Kelompok Tani Perkebunan), Kategori Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja, Tgl Inisiasi 14 August 2014.
  6. APELKELANI (Akselerasi Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani), Kategori Pemberdayaan masyarakat, Tgl Inisiasi 10 January 2017.
  7. KADUPAK UCING GARONG (Kerja Terpadu Kompak Upaya Pancing Gotongroyong) di Perbenihan, Kategori Pemberdayaan masyarakat, Tgl Inisiasi 01 May 2016
  8. SI KEMBANG BENIH (Sistem Informasi Perkembangan Benih), Kategori Ketahanan Pangan, Tgl Inisiasi 11 March 2018.
  9. SIBULUBABEH (Produksi, Distribusi dan Evaluasi Bantuan Benih), Kategori Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja, Tgl Inisiasi 08 December 2017.

Adapun beberapa proposal Inovasi belum submit dan masih dipersiapkan untuk didaftarkan oleh para innovatornya, yaitu : KORSI PINTER, SILAGUP, AKSI TALI INTAN, TERAPI HATE, PEPI CANTIK, SISOLEHBUN, SIPETANI KOPI, ASISISTER, SIPRASBUN, ESTATISTIK, SIPENAS

Catatan Prestasi

Beberapa catatan prestasi yang pernah diraih oleh para innovator Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sampai saat ini adalah:

1. Tahun 2017:

  1. SIBULUBABEH: Penghargaan Juara-I ASN berinovasi pada BKD Award, kategori Pejabat Es-III
  2. SI KEMBANG BENIH: Penghargaan Juara-I ASN berinovasi pada BKD Award, kategori Pejabat Es-IV.
  3. PAPATINA : Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  4. SIMPONI : Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat

2. Tahun 2018:

  1.  BANG ALI: TOP-11 Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  2. SIMPONI: TOP-23 Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  3. PAPATINA: TOP 23 Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  4. SI KONTAK : Juara II pada BPSDM Award tahun 2018

3. Tahun 2019:

  1. SIPERUTLAPER : TOP-99 dan TOP-45 Sinovik tahun 2019
  2. SI KONTAK : Juara III pada BKD Award tahun 2019, Kategori pejabat Es-III
  3. SI KONTAK : Juara III pada Lomba Inovasi-TIK Kementerian Pertanian RI tahun 2019.
  4. E-Statistik : Juara II pada BKD Award Kategori Fungsional Umum.
  5. Inovasi Desa Organik : Juara II pada BKD Award Kategori Fungsional Tertentu.
  6. KORSI PINTER : Juara III pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2019
  7. SI KONTAK : Juara IV pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2019
  8. SIMPONI : Top-33 pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2019
  9. APELKELANI : Top-33 pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2019
  10. SILAGUP : Top-33 pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2019

Hak Cipta & Hak Paten

Untuk melindungi hak kekayaan intelektual dari keberadaan Inovasi di Jawa Barat, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2019 telah memfasilitasi pendaftaran sejumlah inovasi daerah di Jawa Barat ke Direktorat Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dalam hal ini beberapa Inovasi dari Dinas Perkebunan telah memiliki Serftifikat Hak Cipta, yaitu: SI KONTAK, SIMPONI, SIBULUBABEH, SIKEMBANGBENIH, serta Sertifikat Hak Paten untuk BANG ALI dan PAPATINA.

Dampak Inovasi

Keberadaan sejumlah inovasi dilingkungan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat itu secara langsung maupun tidak langsung telah cukup banyak berpengaruh dalam peningkatan kualitas kinerja internal aparatur Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, terutama dalam hal:

  1. Peningkatan efisensi dan efektifitas penanganan tugas pokok, seperti: sistem produksi benih, pengelolaan data statistic, pengelolaan data gangguan usaha perkebunan, produksi pestisida nabati dan pelayanan informasi pasar.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan publik (masyarakat umum & petani binaan), mencakup: pelayanan konsultasi petani, pelayanan informasi peta kesesuaian lahan, pelayanan sertifikasi benih, pelayanan pembinaan kelembagaan petani dan pelayanan pengendalian OPT.

Adanya peningkatan kualitas kinerja internal tersebut secara tidak langsung telah mendorong semangat para petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya, sehingga banyak bermunculan prestasi petani dalam berbagai penilaian lomba atau pemberian penghargaan dari berbagai pihak, antara lain tercatat:

  1. Penghargaan Petani Berprestasi Nasional dalam rangka Hari Perkebunan tahun 2018, ada Tiga orang petani Perkebunan.
  2. Penghargaan Petani Berprestasi dalam rangka Hari Krida Pertanian Tahun 2019 Tingkat Jawa Barat, ada Sebelas orang petani dan petugas teknis perkebunan.
  3. Penghargaan Petani Berprestasi dalam rangka HUT-RI tahun 2019 Tingkat Jawa Barat, ada Sembilan orang petani dan petugas teknis perkebunan
  4. Penghargaan perorangan petani yang diperoleh secara nasional dan internasional (terutama dilingkungan para petani kopi).
  5. Penghargaan Adibhakti tani yang diterima Balai Perlindungan Perkebunan secara berturut-turut dalam 3 tahun.

 Harapan Kita Semua

Keikutsertaan para innovator dalam berbagai event kompetisi Inovasi bukanlah tujuan untuk semata-mata meraih juara apalagi hadiah. Tetapi yang paling utama adalah agar para innovator dapat mengetahui seberapa besar kualitas inovasi ciptakannya, yang akan diperoleh dari hasil penilaian dan apresiasi para ahli yang menjadi Juri Kompetisi.

Selanjutnya dari hasil apresiasi itulah para innovator akan mendapat kesimpulan untuk terus berkarya memperbaiki kekurangan dari inovasi yang diciptakannya, sehingga masyarakat pengguna inovasi bisa semakin mendapatkan manfaat yang semakin bagus lagi.

Semua pasti berharap bahwa jangan sampai suatu inovasi terhenti hanya sebatas kompetisi saja. Para innovator harus tetap semangat untuk menciptakan inovasi baru yang lebih bagus dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

(Ir. Agus Sutirman, MP)


Dibaca : 1037 kali