BANDUNG – Sosialisasi Aksi Petani Peduli Perlindungan Tanaman (Aksi Tali Intan) dilakukan terhadap  300 orang petani dengan luas lahan 300 Ha (150 orang petani kopi Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung dan 150 orang petani kopi Giri Senang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung) pada hari Sabtu (1/9/2018) di Kecamatan Cilengkrang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, seluruh Pegawai Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Perlindungan Perkebunan (UPTD BPP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Pejabat Pimpinan Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung beserta petugas teknis lapangan/petugas penyuluh lapangan.

Sosialisasi Aksi Tali Intan bertujuan untuk memberikan wawasan kepada petani kopi mengenai teknik perlindungan yang aman dan ramah lingkungan, ekonomis, mudah diadaptasi, dengan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Teknik perlindungan yang dimaksud adalah teknik pengendalian secara mekanis yaitu petani melaksanakan kegiatan pemungutan hama dan penyakit pada tanaman kopi setiap hari di kebun, kemudian melakukan pencatatan dan menganalisis persentase serangannya. Hasil pungutan diserahkan kepada Regu Pengendali OPT (RPO) untuk kemudian didiskusikan bersama-sama. Sebagai imbalannya, petani yang mampu memungut hama penyakit terbanyak diberikan pupuk organik/pestisida hayati.

Menurut Ayi Daryana petani kopi Margamulya, sejauh ini petani tidak menyadari bahwa memungut gejala serangan hama penyakit pada tanaman kopi baik yang masih di pohon maupun yang sudah jatuh merupakan salah satu teknik pengendalian. “Teknik pengendalian ini ternyata sangat mudah dilakukan, kita tidak perlu membeli pestisida kimia ke toko, karena sudah bisa mencegah hama penyakit sebelum terjadinya serangan” tuturnya.

Setelah petani memiliki ilmu yang cukup mengenai teknik pengendalian mekanis, selanjutnya setiap petani diwajibkan untuk melaksanakannya di kebun masing-masing dan membagikan ilmunya kepada sesama petani yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan sosialisasi.

Selain itu transfer pengetahuan ini tidak hanya diterima oleh petani, melainkan bagi para petugas pendamping/petugas penyuluh lapangan yang juga harus menguasai teknik pengendalian ini. Karena para petugas pendamping./penyuluh inilah yang nantinya akan membimbing dan mengarahkan petani di lapangan dan harapannya bisa membagikan ilmunya kepada seluruh petani perkebunan tidak hanya petani kopi saja.

Melalui sambutannya, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Ir. Hendy Jatnika, M.M. “Ditargetkan pada akhir tahun 2019 akan tercapai 1000 orang petani perkebunan yang mampu menerapkan konsep Aksi Tali Intan khusunya di kebun masing-masing, kemudian jumlahnya akan bertambah terus dari tahun ke tahun”.

Karena Aksi Tali Intan ini merupakan sebuah inovasi yang berkepanjangan maka dalam pelaksanaannya tidak hanya cukup dalam satu hari saja, diperlukan adanya konsistensi petani dalam melakukan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan dan perluasan pengetahuan untuk seluruh petani perkebunan yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat. (Hilda, BPP).

 


Dibaca : 57 kali