Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Perlindungan Perkebunan (UPTD BPP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat giat menggelar Aksi Petani Peduli Perlindungan Tanaman atau yang dikenal dengan istilah Aksi Tali Intan. Aksi ini digencarkan untuk mengajak seluruh petani perkebunan di Jawa Barat dalam melaksanakan perlindungan tanaman yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Setiap tahunnya, Monitoring dan Evaluasi (Monev) Aksi Tali Intan rutin dilaksanakan untuk mengetahui berbagai permasalahan di lapangan, target-target yang tercapai, diskusi dan masukan dari seluruh pihak, serta untuk mengetahui indikator keberhasilan. Kegiatan Monev dilakukan secara bertahap yaitu Evaluasi Internal seperti konsolidasi dengan Petugas Satuan Pelayanan, Regu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (RPO) dan Brigade Proteksi, petani dan asosiasi petani, dan pejabat teknis Kabupaten/Kota yang membidangi perkebunan. Kemudian evaluasi yang kedua adalah evaluasi Eksternal yaitu melakukan Monev dengan melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian dan Fasilitator Daerah (Fasda), melakukan Survey Kepuasan Masyarakat (SKM), dan Stakeholder yang memfasilitasi insentif sarana pertanian.

Sejak tahun 2018 terhitung sebanyak 3.500 orang petani yang tergabung dalam Aksi Tali Intan, dengan jumlah petani yang menerapkan teknik pengendalian secara mekanis sebanyak 2.500 orang. Semakin banyak petani yang menerapkan Asi Tali Intan, maka semakin tinggi rata-rata persentase penurunan serangan hama penyakit per tahunnya. Hingga awal tahun 2020 ini tercatat persentase penurunan hama penyakit mencapai 4,12%. Menurunnya tingkat serangan hama penyakit diiringi dengan meningkatnya produktivitas sebesar 8,56%, peningkatan serapan pasar terhadap produk yang dihasilkan sebesar 75,54%, dan peningkatan pendapatan petani mencapai 72,53%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa penerapan Aksi Tali Intan terbukti memberikan dampak positif secara signifikan sehingga meningkatkan kepuasan petani terhadap Aksi Tali Intan dengan nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) sebesar 84%.

Dampak lainnya dari Aksi Tali Intan tidak hanya menguntungkan petani secara ekonomi, namun juga menguntungkan bagi lingkungan. Dengan beralihnya petani dalam mengendalikan serangan hama penyakit yang semula menggunakan teknik pengendalian kimia menjadi teknik pengendalian mekanis, maka menurunkan risiko kerusakan agroekosistem. Semakin banyak petani yang beralih ke teknik pengendalian secara mekanis maka semakin besar pengaruhnya bagi kesehatan lingkungan. Dengan menerapkan teknik pengendalian secara mekanis mampu menjaga kualitas tanah yang kaya akan bahan organik, tidak adanya pencemaran lingkungan air, tanah, maupun udara, keanekaragaman hayati terjaga, dan lingkungan lestari.

Hampir 80% petani yang tergabung dalam Aksi Tali Intan sudah paham bahwa teknik pengendalian mekanis sangat menguntungkan baik dari segi kualitas dan kuantitas produk perkebunan, perekonomian petani, kesehatan petani dan konsumen, hingga kesehatan lingkungan. Petani yang sudah yakin dengan dampak positif ini akan terus konsisten dalam menjaga lingkungan melalui Aksi Tali Intan, karena mereka percaya bahwa dengan menjaga kualitas lingkungan dari sekarang artinya membantu menyelamatkan anak cucunya di masa depan nanti. (Hilda)


Dibaca : 44 kali