Aksi Tali Intan merupakan sebuah inovasi dalam sektor pelayanan publik oleh sebab itu, Aksi Tali Intan akan dikatakan hebat dan berhasil apabila dapat berlanjut walaupun pimpinan berganti dan pengelolaannya sudah pindah ketempat orang lain.  Aksi Tali Intan juga   telah  menjadi bagian dari perubahan karena telah  melembaga di bawah asuhan RPO (Regu Pengendali OPT) dan dilaksanakan secara berkelanjutan.  Untuk itu sangat dibutuhkan  komitmen dari semua pihak, mulai dari masyarakat sampai kepada pemerintah daerah sebagai pucuk pimpinan sehingga Aksi Tali Intan yang telah diciptakan membawa dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Disisi lain terdapat beberapa aturan yang menjadi payung hukum dalam rangka menjaga kesinambungan Aksi Tali Intan.  Selama  UU 39/2014 tentang Perkebunan, UU 22/2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, dan Perda Jabar No.4/2018 tentang Pedoman Perlindungan dan Pemberdayaan Petani masih berlaku maka semua sumber daya manusia selalu tersedia untuk menjaga  sumber daya alam. Konsep ini bisa dijalankan oleh siapapun melalui gerakan pengendalian hama penyakit seperti konsep Aksi Tali Intan.

Pelaksanaan Aksi Tali Intan  tidak hanya bertujuan menurunkan serangan hama penyakit, tetapi petani juga mendapat keuntungan peningkatan produksi, peningkatan mutu produk dan peningkatan harga jual  yang secara  langsung mampu memperbaiki ekonominya.  Petani yang tertarik untuk terlibat  Aksi Tali Intan juga semakin bertambah dari 300 orang menjadi 1.500 orang. Dari aspek sosial terjadinya penambahan ini membuktikan petani semakin termotivasi melakukan pemungutan hama penyakit secara manual dan semakin menunjukkan kepeduliannya terhadap perlindungan tanaman dan kelestarian lingkungan.  Pemprov juga mensyaratkan kepedulian perlindungan tanaman  tertinggi  untuk mendapatkan insentif.

Sejak tahun 2018, dikembangkan Agensia Pengendali Hayati Media Cair dan 2019 dikembangkan pestisida hayati golongan mikroba berbentuk metabolit sekunder sebagai insentif. Harapannya semua agens pengendali hayati ini digunakan untuk pengendalian hama penyakit dalam kondisi serangan eksplosif. 

Aksi Tali Intan bersifat terbuka bagi semua petani, sehingga lebih dirasakan memberikan segala bentuk informasi, konsultasi perlindungan tanaman, jenis hama dan penyakit utama, gejala serangan, dan teknik pengendaliannya sehingga sangat mudah dipahami dan dilaksanakan.  Dengan bersifat terbuka maka Aksi Tali Intan dapat merangkul petani pemilik, penggarap, penyewa dan juga keluarga petani.


Dibaca : 128 kali