Jawa Barat dianugrahi alam yang indah dan subur, konon katanya Allah menciptakan alam Priangan ini di kala tersenyum. Tentu ini menggambarkan betapa beruntungnya masyarakat yang hidup di Jawa Barat, khususnya yang memiliki mata pencaharian bercocok tanam. Keindahan dan kesuburan alam Jawa Barat tampak nyata sepanjang priangan, perkebunan teh yang merupakan warisan dari Zaman Belanda ini, membentang disepanjang jalan, demikian pula dengan perkebunan kopi rakyat, menghiasi gunung dan lembah seakan memanjakan mata dan memberi kesejukan.

Akhir-akhir ini,  masyarakat yang hidup di alam priangan kembali menggemari budidaya kopi, setelah puluhan tahun lalu musnah terserang penyakit karat daun.  Animo masyarakat semakin bertambah seiring dengan berkembangnya kemajuan dalam dunia perkopian. Kini tanaman kopi telah menjadi salah satu tanaman primadona petani, baik kopi arabika maupun kopi robusta.

Pada tahun 2016, luas pertanaman kopi rakyat  di Jawa Barat tercatat seluas 33.889 hektar dengan jumlah petani pengelola sebanyak 15.138 orang.  Cara budidaya yang dilakukan secara umum masih menerapkan warisan turun temurun dari leluhur, sehingga masih banyak yang belum memperhatikan keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan. Warisan penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia masih diterapkan tanpa memperhatikan akibat yang ditimbulkannya karena merasa lebih praktis dan cepat terlihat dampaknya

 

Sistem Tanam Organik

Perbincangan dengan para petani kopi, tentang peralihan sistem tanam konvensional ke sistem tanam organik, cukup mengagetkan.  Sebanyak 80 % petani berpendapat, cara tanam organik sulit dilakukan dan tidak menguntungkan. Padahal akhir-akhir ini masyarakat telah mulai memilih pola hidup sehat dengan mengkonsumsi produk-produk bebas residu pestisida. Dengan demikian tak ada alasan lagi, dalam rangka mendukung perwujudan pertanian berkelanjutan, petani harus rela beralih dari  pola pikir lama ke pola pikir baru, yaitu menjauhi input produksi berbahan kimia.

Permentan No. 13/2013 tentang Sistem Pertanian Organik  menjelaskan bahwa sistem pertanian organik merupakan sistem managemen produksi yang holistik untuk mengembangkan agroekosistem termasuk keanekaragaman hayati, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah yang dapat dicapai dengan penggunaan budaya, metode biologi dan mekanik yang tidak menggunakan bahan kimia sintetis.  Hal ini mendorong pemerintah untuk mengembangkan sistem tanam organik khususnya pada kopi arabika. 

Sejak tahun 2016 Dinas Perkebunan bekerjasama dengan Direktorat Perlindungan Perkebunan, Kementerian Pertanian menginisiasi Pengembangan Sistem Tanam Organik dengan tujuan memberikan pembuktian di lapangan bahwa cara tanam organik khususnya kopi arabika sangat menguntungkan.

Keunikan Pengembangan Kopi Cara Tanam Organik

Apa sih yang menjadi daya tarik cara tanam organik….? Perlu dipahami, setiap sistem baru, pasti membutuhkan suatu tindakan/perlakuan yang unik sebagai daya tarik bagi masyarakat (dalam hal ini petani) untuk mau meniru/mengedukasi, disamping memberi keuntungan bagi penggunanya. 

Berkembangnya gaya hidup sehat dan tuntutan konsumen akan produk bebas residu pestisida, telah menggiring berkembangnya produk-produk organik di pasaran, tak terkecuali dengan kopi organik.  Atas dasar inilah Dinas Perkebunan, menggiring masyarakat khususnya petani kopi untuk melakukan cara tanam organik.  Untuk menarik minat para petani dan memberikan sentuhan cara tanam unik, maka pengembangan kopi cara tanam organik ini diberi istilah PEPI CANTIK.

PEPI  CANTIK merupakan suatu inovasi unik.  Keunikan atau keistimewaan PEPI CANTIK, terletak pada metode paket lengkapnya, yang merupakan satu siklus berkelanjutan, berbasis potensi agroekosistem dan keanekaragaman hayati yang sudah tersedia di sekitar lingkungan kebun kopi petani.  Metode ini menggiring petani untuk menyediakan secara mandiri semua input produksi yang diperlukan, berdasarkan bahan organik  mulai dari pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal), pupuk organik sampai kepada Agensia Pengendali Hayati (APH) dan Pestisida Nabati dari bahan yang sudah tersedia di sekitar kebun.

Kolaborasi Penerapan Pepi Cantik

Sebagai jaminan suatu produk benar-benar organik, perlu pencantuman logo organik pada kemasan produknya. Perolehan logo ini tidak sembarangan, harus melalui beberapa survei dan uji. Untuk petani kopi yang  menerapkan PEPI CANTIK, agar bisa mendapatkan ijin pencantuman logo organik, maka dalam proses penerapan cara tanam organik  berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). Kolaborasi yang dijalin antara lain dalam hal; Pelatihan Sistem Pertanian Organik, Pendampingan Persiapan Sertifikasi Organik, Pre Assessment, Persiapan Audit, Audit Lapang, Review Hasil Audit dan Penerbitan Sertifikat Organik. Dengan terbitnya sertifikat organik, para petani merasa lega karena produknya sudah mendapat jaminan untuk dipasarkan sebagai produk organik yang aman dikonsumsi. Petani yang sudah mendapatkan sertifikat organik ini berhak mencantumkan logo organik pada produknya.

Dampak/Manfaat  Pepi Cantik

Pengembangan kopi cara tanam organik memberikan banyak manfaat, baik manfaat bagi petani, pengguna/konsumen maupun manfaat bagi lingkungan alam sekitar. Manfaat bagi petani yang telah nyata dirasakan antara lain, petani tidak tercemari residu pestisida, biaya produksi lebih murah karena tidak perlu membeli.

Disisi lain, berkembangnya cara tanam organik telah memberi  keuntungan besar bagi petani, antara lain mulai dirasakan terjadi peningkatan produksi, peningkatan mutu produk yang sehat dan aman dikonsumsi, peningkatan harga jual yang secara langsung memperbaiki ekonomi petani dan yang menggembirakan petani, buyer yang melirik kopi organik setiap hari semakin bertambah.  

Manfaat bagi pengguna/konsumen adalah kesehatan lebih terjamin karena mengkonsumsi produk bebas residu pestisida sehingga keamanan pangan lebih terjamin. Manfaat bagi lingkungan alam sekitar telah terlihat nyata, mampu memperbaiki struktur tanah, sehingga tanaman tumbuh subur dan sehat, tidak kekurangan air di saat kemarau dan juga tidak kelebihan air di saat musim penghujan.

Manfaat  lainnya, PEPI CANTIK mampu meningkatkan produktivitas sebesar 20 %, meningkatkan serapan pasar terhadap produk, meningkatkan harga secara signifikan, yang secara otomatis mendorong peningkatan pendapatan, yang berujung pada terwujudnya peningkatan keaejahteraan petani.

Dampak positif lainnya yang terjadi, semakin lama lahan menjadi semakin subur dan gembur, aliran permukaan berkurang sehingga terhindar dari erosi, lingkungan hidup menjadi lestari.

Kini petani yang beralih kepada PEPI CANTIK telah berjumlah 7.500 orang, yang tersebar di 6 Kabupaten; Bandung, Bandung Barat, Subang, Sumedang, Majalengka dan Garut. Fenomena ini membuktikan bahwa, Peran PEPI CANTIK sangat nyata dalam mendorong perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Maria Wulan).      


Dibaca : 111 kali